Putri Monika

Putri Monika
70


__ADS_3

Monica yang meninggalkan cafe tidak menaiki taksi, tetapi perempuan itu memilih berjalan kaki di trotoar yang diterangi oleh lampu-lampu jalan.


Burung beo yang ada di bahu perempuan itu pun berkata, "Apakah Nona benar-benar tidak peduli dengan surat itu?"


"Hah,,," Monica menghembuskan nafasnya dengan kasar, "mereka sendiri yang mencari ulah jadi biarkan mereka menghadapi konsekuensi dari ulah mereka sendiri." Ucap Monica yang memang tidak peduli pada orang-orang itu, sebab dia sendiri kesal pada orang-orang itu atas apa yang telah dilakukan orang-orang itu terhadap Monica.


Burung beo yang mendengarkan ucapan nonanya langsung menganggukkan kepalanya sembari berkata, "betul!! Mereka bodoh, mereka bisa ditipu oleh orang bodoh seperti Robin, jadi biarkan mereka menikmati kebodohan mereka!!!"


"Ya, kau benar," jawab Monica sembari terus melangkahkan kakinya sampai ia menghentikan langkahnya saat sebuah mobil tiba-tiba saja berhenti di samping mereka.


Kaca mobil tersebut terbuka dan memperlihatkanseorang pria tersenyum dari dalam mobil sehingga membuat Monica dengan semangat menghampiri mobil itu.


"Bagaimana kau tahu kami di sini?" Tanya Monica menatap Albert dengan mata berbinar-binarnya.


"Naiklah," ucap pria di dalam mobil langsung membuat Monica membuka pintu mobil, lalu dia pun naik ke mobil tersebut dan duduk di samping Albert.

__ADS_1


Burung beo yang bersama-sama dengan Monica langsung berpindah ke pangkuan Monica dan menatap dokter Albert dengan mata berkaca-kacanya.


Dia sangat ingin memeluk pria itu, tapi pria itu tidak mengenalinya lagi!!!


Sementara Monica yang menatap burung beonya, Dia mengusap kepala burung beo itu sembari tersenyum pada dokter Albert, "Dia sangat menyukaimu," Ucap Monica.


Albert menganggukan kepalanya lalu pria itu pun mengulurkan tangannya untuk membiarkan burung beo itu naik ke tangannya.


"Tuan!! Tuan!!" Kata burung beo itu dengan semangat melompat ke tangan Albert hingga Albert kembali menarik tangannya dan mendekatkan Monica ke tubuhnya.


"Itu,,, Apakah kau mengingat burung beo ini?" Tanya Monica yang jelas ingat bahwa burung beo itu memang ditugaskan untuk menjaganya. Jadi dalam hatinya, Monica berharap Albert akan mengingat tentang mereka.


"Tuan mengingatku?!!" Tanya burung beo itu dengan mata berbinar-binar menatap Albert.


Tetapi baik burung beo itu maupun Monica, keduanya menjadi kecewa saat Albert berkata, "Tentu saja aku mengingatmu, kita bertemu ketika kalian berada di pinggir jalan di tengah hutan."

__ADS_1


"Ahh,,," Monica langsung menghembuskan nafasnya dengan berat.


"Ada apa?" Tanya Albert ketika melihat raut wajah Monica yang tampak tidak senang.


Monica langsung menggelengkan kepalanya, lalu perempuan itu pun tersenyum pada Albert sembari berkata, "bukan masalah besar, tapi kau belum menjawab pertanyaanku Bagaimana kau tahu kalau kami ada di sini?"


"Aku baru saja kembali dari rumah sakit karena ada operasi mendadak. Aku lewat di sini dan melihat kalian, jadi aku menghentikan mobilnya," ucap Albert sembari menyalakan mesin mobilnya dan memindahkan burung beo itu agar dia duduk di tempat lain, Sebab Dia mau menggunakan tangannya untuk menyetir.


Burung beo yang merasa kecewa hanya bisa melompat ke pangkuan Monica dan duduk di sana sembari menyembunyikan kepalanya di balik sayapnya.


Sementara Monica, dia menatap pria yang sudah menyalakan mesin kendaraannya, "lalu sekarang Kau mau ke mana?" Tanya Monica.


"Tentu saja mengantar kalian ke tempat tujuan kalian, Memangnya Kalian mau ke mana?" Tanya Albert.


"Ahh,, itu,, kami sudah mau pulang," jawab Monica merasa agak kecewa, Padahal dia berharap pria itu mau mengajaknya untuk berjalan-jalan sebentar sekedar menghabiskan waktu bersama-sama.

__ADS_1


__ADS_2