
"Ahh,, itu,, kami sudah mau pulang," jawab Monica merasa agak kecewa, Padahal dia berharap pria itu mau mengajaknya untuk berjalan-jalan sebentar sekedar menghabiskan waktu bersama-sama.
🏵️🏵️🏵️
Namun wajah kecewanya langsung berubah menjadi ekspresi bersemangat ketika tiba-tiba saja dia mendengar suara Albert.
"Kalau kau tidak sibuk dan tidak lelah, aku mau mengajakmu berjalan-jalan ke tepi sungai untuk melihat pemandangan kota dari pinggir sungai" Tanya Albert langsung membuat Monica menganggukkan kepalanya dengan antusias.
"Ya!! Tentu!!!" Jawab Monica merasa sangat senang.
"Baiklah, kalau begitu kita pergi ke sana," kata Albert segera membelokkan mobilnya Di persimpangan untuk pergi ke tepi sungai di mana banyak orang mengunjungi tepi sungai tersebut pada malam hari sebab pemandangan bangunan-bangunan kota yang menjulang tinggi sangat indah dilihat dari tepi sungai.
Setelah berkendara selama 5 menit akhirnya mereka tiba di pinggir sungai, dan Monica bersama Albert turun dari mobil diikuti oleh burung beo yang berjalan di belakang mereka.
__ADS_1
Muka Monica bersemu merah ketika Albert tiba-tiba saja melepas syal yang melingkar di leher pria itu dan melingkarkannya di lehernya.
"Anginnya agak kencang," kata Albert memperbaiki syal yang melingkar di leher Monica.
"Terima kasih," kata Monica sembari tersenyum menatap pria yang juga menatapnya.
Burung beo yang melihat keromantisan itu hanya bisa terbang meninggalkan mereka berdua dan mengawasi kedua orang itu dari jauh.
Albert yang melihat burung beo itu telah terbang pergi langsung menarik Monica kepelukannya, lalu dia mengulurkan tangannya memegang dagu Monica sebelum menundukkan kepalanya mencium bibir perempuan itu.
"Dari tadi aku tidak sabar untuk menciummu," kata Albert sembari memandangi wajah perempuan yang ada di pelukannya dan melihat wajah Monica agak bersenggu merah.
Wajah perempuan itu semakin membuat Albert tidak bisa menahan diri sehingga dia kembali tertunduk dan mencium bibir perempuan itu dengan lembut.
__ADS_1
Monica pun membalas ciuman pria itu dan melingkarkan tangannya di leher Albert dan memejamkan matanya menikmati ciuman mereka.
"Akhirnya,, ternyata sekarang mereka Jadi semakin dekat," kata burung beo yang saat itu mengamati kedua orang itu, dan dia merasa senang bahwa pangeran dan putrinya sudah benar-benar bersama-sama.
Setelah beberapa saat memperhatikan pemandangan kedua orang yang berciuman itu, burung beo itu kembali terbang menghampiri kedua orang itu saat melihat keduanya sudah berjalan-jalan sembari berpegangan tangan di dalam saku baju Albert.
Dia mengikut dari belakang sembari mendengarkan kedua orang yang terus berbincang-bincang.
"Apakah tidak masalah kalau kau pulang terlambat?" Tanya Monica yang mengingat tentang istri pria itu yang sedang hamil di rumah.
"Jangan khawatir, aku pergi pun, tidak ada yang menungguku di rumah," kata Albert langsung membuat Monica menghentikan langkahnya dan menatap pria di depannya dengan tatapan bingungnya.
Jelas-jelas pria itu memiliki seorang istri yang sedang hamil dan meski dia belum bisa mengetahui identitas sebenarnya perempuan itu, Tapi pria itu memelihara seorang perempuan hamil di dalam rumahnya, pastilah ada hubungan yang dekat diantara mereka.
__ADS_1
"Kau,,, kau baru saja berkata kalau kau pria lajang?" Tanya Monica untuk memastikan pendengarannya dan juga mendapatkan penjelasan dari pria yang ada di depannya.
Albert yang mendengarkan itu segera menarik Monica ke dalam pelukannya tanpa memperdulikan orang yang lalu lalang di sekitar mereka.