
"Jangan khawatir, aku seperti ini karena baru saja menyingkirkan sebuah sampah, tapi bagaimana perjalananmu melihat rumah Pangeran?" Tanya Monica yang lebih penasaran tentang apa yang dilihat oleh burung beonya daripada membahas tentang tangannya yang sedang sakit.
💥💥💥
"Ahh,, ya, sama seperti kemarin-kemarin, perempuan itu selalu ada di rumah dan tidak pernah meninggalkan rumah. Tapi tadi ada seorang yang datang ke rumah itu dan membawa sebuah paket yang tidak tahu apa isinya." Jawab Burung beo.
"Ah begitu," jawab Monika yang merasa bahwa apa yang dilihat oleh burung beonya tidaklah penting untuk ia tanggapi.
Tetapi kemudian, sang burung beo lanjut berkata, "aku sempat memperhatikan interaksi bertin dengan kurir itu, dan terlihat mereka sangat dekat Bahkan mereka sempat saling cium pipi kiri dan kanan!!"
Ucapan burung beo langsung membuat Monika mengerutkan keningnya karena dia tidak mengerti mengapa seorang pengantar paket berciuman dengan istri orang lain?
Meski itu adalah ciuman yang biasa saja jika antar orang dekat, namun sangat aneh bila dokter Albert memiliki keluarga seorang pengantar paket.
"Sepertinya nanti aku harus menyelidiki latar belakang mereka," ucap Monika.
__ADS_1
"Betul! Betul!" Jawab burung Beo.
Setelah pembicaraannya bersama dengan burung beo, maka pada saat pulang, Monica pun memutuskan untuk pergi ke sebuah warnet yang terletak di ibukota.
Saat masuk ke dalam warnet, perempuan itu menyapa sang pemilik lalu dia membayar rp100.000 pada pria tersebut dan memilih sebuah komputer yang terletak di pojokan.
Semua orang memperhatikan Monica yang berjalan ke arah komputer sebab tatapan mereka Semua tertuju pada burung beo yang berdiri dengan tenang di bahu perempuan itu, padahal tidak ada rantai yang mengamankan burung beo tersebut.
"Wah,, Dia tidak takut membawa burung peliharaannya ke mana-mana tanpa menggunakan pengaman, Bagaimana kalau nanti burungnya kabur?" Ucap salah seorang pria yang saat itu menengadahkan kepalanya dari layar komputernya dan memilih menatap burung beo yang ada di atas bahu boneka.
"Tidak kabur! Tidak kabur!" Jawab sang burung beo sangat mengejutkan semua orang hingga mereka menjadi Riuh.
"Siapa namamu?!" Tanya burung beo itu benar-benar mengejutkan semua orang sebab mereka tak menyangka bahwa ternyata burung beo tersebut benar-benar pintar.
"Kau baru saja bertanya tentang Namaku? Namaku Andre," jawab Andre.
__ADS_1
"Andre! Andre!" Kata burung beo sembari menggerak-gerakan kepalanya ke atas dan ke bawah.
Dalam sekejap, burung beo tersebut langsung menjadi perhatian semua orang, banyak yang berusaha berbicara dengan burung beo tersebut sehingga membuat Monika yang saat itu duduk di depan komputernya tersenyum dengan kelakuan burung beonya.
Burung beo itu sangat suka mencari perhatian, sehingga terkadang burung beo itu mendatangkan masalah untuknya karena banyak yang mengincarnya saat mengetahui burung itu sangat pintar.
Tetapi Monika tidak pernah mengekang burung beo tersebut sehingga dia hanya membiarkan saja burung beo itu melakukan apapun sesukanya, namun harus memastikan bahwa burung beo itu tidak melakukan sesuatu yang mengancam dirinya sendiri.
Tak tak tak...
Jari jemari lentik Monika menari di atas keyboard untuk mencari informasi.
Meski hanya menggunakan satu tangan, tetapi Monika tetap bekerja dengan lancar, sebab perempuan itu ingin mencari sesuatu yang sangat penting yang berkaitan dengan dokter Albert.
Tetapi perempuan itu mengerutkan keningnya ketika dia menyadari bahwa tidak ada sedikitpun informasi tentang istri dari Dokter Albert.
__ADS_1
'Bagaimana bisa perempuan ini tidak memiliki sedikitpun informasi di internet? Aku tidak percaya kalau dia tidak memiliki satupun akun media sosial,' geram Monika sembari mempercepat laju jarinya menari di atas komputer sampai beberapa saat kemudian perempuan itu mengerutkan keningnya.
"Ini,,," Monika tercengang di tempatnya ketika dia melihat sebuah informasi yang membuatnya sangat terkejut.