
"hati-hati!!" Teriak Albert sembari mengayuh sepedanya ketika dia melihat Monica yang ada di depannya mengayuh sepedanya dengan sangat kencang.
"Jangan khawatir, aku memperhatikan jalan!!!" Teriak Monica sembari tertawa terbahak-bahak menyusuri jalan aspal yang dikhususkan untuk pengendara sepeda.
Udara yang dingin pada pagi hari itu tidak membuat Monica merasa kedinginan, malah dia merasa begitu segar mengayuh sepedanya sembari menembus kabut putih yang ada di hadapannya.
Mereka terus bersepeda selama 30 menit sampai akhirnya Monica memelankan kayuan sepedanya karena nafasnya yang sudah tersengal setelah melewati beberapa pendakian.
"Kau baik-baik saja?" Tanya Albert yang mengayuh sepedanya di samping Monica.
"Ya, aku merasa haus, Bagaimana kalau kita minum di sana?" Tajam Monica sembari menunjuk sebuah warung kecil yang menjual makanan dan minuman.
"Baiklah," jawab Albert mengikuti perempuan itu mengayuh sepeda ke warung kecil yang terletak tak jauh dari mereka.
Begitu tiba di warung tersebut, Albert dan Monica memarkirkan sepeda mereka di halaman parkir lalu kedua orang itu pun memasuki warung.
__ADS_1
di samping warung itu ada sebuah danau yang cukup luas, jadi Monica memilih duduk di dekat danau agar dia bisa melihat pemandangan danau yang terlihat begitu indah.
"Kau mau minum apa?" Tanya Albert.
"Ahh," Monica mengalikan pandangannya dari pemandangan danau lalu perempuan itu menatap Albert sembari berkata, "kita sudah minum teh, dan sekarang mah pasti pagi, aku mau minum air hangat saja, tapi kita belum sarapan, menu sarapan apa yang ditawarkan di sini?"
Albert yang mendengarkan itu langsung menoleh ke arah seorang perempuan yang menghampiri mereka lalu menyerahkan daftar menu.
Albert pun mengambil daftar menu itu dan memperlihatkannya pada Monica, "pilihlah," ucap Monica.
"Baiklah, kami memesan dua nasi goreng merah dan 2 gelas air hangat." Ucap Albert diangguki oleh perempuan penjaga warung sebelum perempuan itu pergi meninggalkan kedua orang yang ada di sana.
Albert pun kembali menatap Monica dan melihat Monica tampak menatap ke arah tengah danau dan rambut perempuan itu tertiup oleh angin pagi hingga berkibar tak karuan.
"Biar ku ikat rambutmu," ucap Albert langsung diangguki oleh Monica hingga pria itu pun segera mengerai rambut Monica dan membantu Monica mengikat rambutnya.
__ADS_1
Sementara Albert mengikat rambut Monica, pria itu mengerutkan keningnya saat melihat dua orang yang bersepeda menuju ke arah mereka.
Dia memperhatikan pria yang sedang melepaskan helmnya itu lalu mengenalinya sebagai Robin.
Dia pun menatap Monica dengan khawatir, "di sini ada Robin, haruskah Kita pindah?" Tanya Albert langsung membuat Monica menatap ke arah depan warung.
Dia terdiam beberapa saat memenangi Dira dan Robin yang sudah berjalan memasuki warung tersebut dengan kedua orang yang berjalan masuk juga menatap ke arah mereka.
Bahkan, Robin tanpa basa-basi langsung memperlihatkan senyum mengejeknya lalu dia pun berjalan ke arah Monica dan Albert.
"Woah,,, kalian berkencan di sini juga?" Kata Robin sembari duduk di depan Monica dan menarik Dira agar perempuan itu juga duduk di sampingnya.
Monica yang melihat itu merasa sangat terganggu, Sebab Dia tidak pernah berpikir untuk duduk bersama-sama dengan musuhnya apalagi makan bersama-sama dengan kedua orang yang ada di hadapannya.
Oleh sebab itu, Monica dengan cepat berkata, "tidak ada yang mengizinkan kalian duduk di situ, Jadi silakan pindah tempat duduk."
__ADS_1
"Kau ini!! Berani beraninya kau mengusir kami?? Apakah kau tidak tahu dengan siapa kau berbicara?" Tanya Dira dengan kesal menatap perempuan di depannya, bisa-bisanya Monica berbicara seperti itu pada seorang pewaris dari keluarga Ambara.