
Setelah Albert selesai memasak, pria itu pun menyusun makanannya di atas meja makan dengan tataan yang sangat rapi seperti ketika dia makan di restoran.
Setelah melihat semua makanan sudah berada pada tempatnya, maka Albert pun keluar ke pintu belakang dan melihat Monica yang duduk di kursi taman sembari bercakap-cakap dengan burung beo.
Albert tersenyum, "Makanannya sudah siap!" Ucap Albert setengah berteriak pada Monica dan burung beo yang ada di taman.
Monica yang mendengarkan ucapan pria itu langsung berjalan ke arah Albert dengan burung beo yang mendahuluinya karena burung beo itu menggunakan sayapnya untuk terbang.
Setelah tiba di meja makan, burung beo Albert maupun Monica pun duduk bersama-sama.
Monica memperhatikan banyaknya makanan di atas meja lalu menatap Albert, "kau memasak semua ini? Bagaimana kita akan menghabiskan semua makanan ini?" Tanya Monica yang merasa bahwa makanan di atas meja terlalu banyak untuk porsi mereka berdua dan satu burung beo yang hanya memiliki lambung yang kecil.
Albert tersenyum, "Ini pertama kalinya kau datang di rumah ku, jadi Aku mengeluarkan keahlian memasak ku untuk memukau-mu, lagi pula aku sengaja membuat semuanya supaya kau bisa memilih makanan mana yang ingin kau cicipi." Ucap Albert.
Monica menganggukkan kepalanya dengan pelan, lalu perempuan itu tetap mengambil sumpitnya lalu dia pun mencicipi makanan yang dimasak oleh Albert.
Albert dan burung beo juga ikut makan, Lalu setelah beberapa saat Albert mengangkat wajahnya menatap Monica yang tampak serius mencicipi setiap jenis makanan yang ada di atas meja.
__ADS_1
Dia senang melihat perempuan itu menikmati masakannya sehingga dia tidak berkata apapun karena takut mengganggu konsentrasi Monica yang sedang menikmati makan malamnya.
Setelah beberapa saat terus memasukkan makanan ke dalam mulutmu, Monica akhirnya merasa kenyang hingga dia meletakkan sempitnya dan duduk bersandar di kursinya sembari menatap Albert yang masih makan.
"Makanan yang sangat enak, aku jadi kekenyangan dan perutku jadi membuncit seperti ini," Ucap Monica menyapu perutnya yang kini terasa lebih sesak pada celananya yang agak ketat.
"Baguslah, nanti kalau kita sudah menjadi suami istri, Setiap hari aku akan memasakkan makanan enak supaya istriku betah di rumah," kata Albert langsung membuat Monica tertawa kecil dengan ucapan pria di depannya.
Di kehidupan sebelumnya, Dia memiliki seorang adik ipar perempuan, dan karena dia perempuan, maka dia ditugas untuk menjaga dapur dan tidak diizinkan untuk pergi bekerja supaya bisa memasak untuk seluruh keluarga besar.
"Benarkah kau mau menjaga dapur saat kita menikah nanti?" Tanya Monica dengan tatapan yang lebih intens menatap Albert.
"Tentu saja, aku akan membebaskanmu melakukan apapun yang kau sukai sementara urusan mencari uang dan pekerjaan rumah serta memasak akan kutangani," kata Albert kembali membuat Monica tertawa kecil dengan ucapan pria di depannya.
"Kalau begitu aku yang akan menjaga anak-anak kita." Kata Monica segera membuat Albert juga ikut tertawa dengan rancangan masa depan mereka.
Setelah beberapa saat terdiam, Monica teringat akan sesuatu sehingga perempuan itu pun berkata, "itu, tadi aku sempat memasuki sebuah kamar di lantai 2 dan menemukan sebuah foto perempuan di dalam kamar itu, apakah dia saudaramu?"
__ADS_1
"Ahh, maksudmu bertin?" Tanya Albert.
"Ahh,, namanya bertin," Ucap Monica berpura-pura baru tahu tentang nama perempuan itu, padahal sedari awalnya dia sudah mengetahuinya.
"Ya, Aku sebenarnya tidak ada hubungan apa-apa dengan Bertin, tetapi ketika aku tinggal di luar negeri aku tak sengaja bertemu dengannya dan dia dikejar-kejar oleh sekelompok orang yang berusaha menangkapnya. Jadi aku memutuskan untuk menyelamatkannya dan membawa dia ke tempat ini, aku mengatakan padanya untuk berbicara pada semua orang bahwa dia adalah istriku, sebab Aku cemas akan ada orang yang datang mencarinya jika mengetahui ada seseorang yang tinggal denganku dengan status yang tidak terlalu jelas," ucap Albert menjelaskan tentang Bertin.
"Itu, Kenapa ada orang yang berusaha untuk mencelakainya?" Tanya Albert.
"Dia sedang hamil, dan bayi dalam kandungannya adalah bayi seorang mafia di luar negeri, Mereka ingin mengambil bayi itu dari Bertin, tapi batin tidak mau memberikannya Sebab Dia tidak mau anaknya terjebak dalam kelompok mafia." ucap Albert langsung membuat Monica menganggukkan kepalanya dan dia kini menyadari Mengapa informasi perempuan itu tidak ada di internet, ternyata sengaja dihapuskan demi melindungi diri.
"Lalu sekarang, di mana perempuan itu?" Tanya Monica merasa penasaran.
"Dia sudah pergi bersama seseorang, ada seorang pria yang bekerja sebagai kurir, Itu adalah kekasihnya yang menyamar, dan mereka berniat untuk pergi ke sebuah desa kecil dan bersembunyi di sana," ucap Albert.
"Ahh,," Monica kembali menganggukkan kepalanya, sekarang sudah terjawab tentang identitas kurir yang terakhir kali berciuman dengan bertin.
Monica pun merasa sangat legah. Ternyata kecemasannya hanya sia-sia saja.
__ADS_1