
Setelah menyelesaikan operasi, Monica bernapas dengan lega bahwa operasi itu berjalan dengan sangat lancar dan waktu yang mereka butuhkan untuk melakukan operasi itu juga tidak sampai 5 jam namun hanya 4 jam saja.
Begitu keluar dari ruangan operasi, perempuan itu langsung tersenyum saat dokter Albert menghampirinya.
"Kerja bagus hari ini, kau benar-benar membuat takjub semua orang dengan caramu bekerja," kata dokter Albert memuji perempuan di depannya.
Saat itu, Monica teringat akan percakapannya dengan burung beonya bahwa dia tidak boleh menahan-nahan diri untuk memperlihatkan rasa sukanya pada pria di depannya sehingga Monica dengan cepat menganggukkan kepalanya.
"Ya, Saya bekerja lebih baik karena mendapatkan partner yang terbaik. Saya sangat menyukai dokter Albert," kata Monica benar-benar membuat dokter Albert terdiam di tempatnya mendengar ucapan perempuan di depannya.
Pengakuan itu entah pengakuan cinta ataukah hanya sekedar ucapan bahwa Monica mendapat partner kerja yang baik di ruangan operasi, tetapi dokter Albert tetap saja merasakan jantungnya berdegup kencang dengan ucapan perempuan di depannya.
"Baguslah, kalau begitu ayo kita makan bersama?" Ucap dokter Albert benar-benar membuat Monica sangat bersemangat.
__ADS_1
"Ya, tentu!!" Kata Monica.
"Kalau begitu, kita bertemu 20 menit lagi di depan rumah sakit," ucap dokter Albert langsung membuat Monica menganggukkan kepalanya lalu kedua orang itu pun berpisah dengan Monica yang begitu senang langsung berlari ke arah loker untuk mendapatkan barang-barangnya.
Untungnya, di dalam loker miliknya Ada beberapa pakaian ganti yang bisa ia gunakan sehingga perempuan itu merasa lega bahwa dia masih bisa tampil cantik di depan pria tersebut.
Namun, baru saja perempuan itu mengambil pakaiannya ketika tiba-tiba saja seorang dokter magang menghampirinya, "itu,, maaf, di ruangan istirahat para dokter magang ada orang tuamu. Ahh,, mereka berbincang-bincang dengan Robin, dan Robin sudah mengatakan hal-hal buruk tentang pada orang tuamu. Bahkan dia mengatakan bahwa kau hendak dikeluarkan dari rumah sakit." Ucap dokter magang tersebut benar-benar membuat Monica mengerutkan keningnya.
Dia kesal dengan kedatangan kedua orang tuanya, dan dia juga kesal pada Robin yang selalu saja membuat masalah dengannya.
"Ya, Aku hanya tidak ingin senior itu selalu membuat kekacauan dengan para dokter magang juniornya, jadi sebaiknya kau cepat ke sana sebelum pria itu mengatakan lebih banyak sesuatu yang lebih buruk pada kedua orang tuamu," ucap dokter magang itu langsung diangguki oleh Monica.
Maka Monica pun pergi meninggalkan ruangan tempat ia berada lalu pergi ke ruangan istirahat para dokter magang.
__ADS_1
Begitu tiba di sana, dia benar-benar melihat Robin sedang berbincang-bincang dengan kedua orang tuanya, dan ketiga orang itu tampaklah sangat akrab seperti Sudah lama berkenalan.
Maka tanpa menunggu lebih lama lagi, Monica langsung menghampiri Ketiga orang itu hingga mengejutkan semua orang.
"Ayah dan ibu kapan datang?" Tanya Monica menatap kedua orang di depannya lalu mengalihkan pandangannya ke arah Robin.
Robin yang melihat itu langsung mengukir sebuah senyuman di wajahnya, "Sepertinya kalian perlu waktu untuk berbicara, kalau begitu Saya pergi dulu," ucap Robin sembari mengulurkan menepuk lengan Monica lalu pria itu pergi dengan suasana hati yang baik karena dia berhasil mempengaruhi kedua orang tua Monica.
Monica yang melihat kepergian pria itu tidak mengatakan apapun Tetapi dia hanya duduk di kursi lalu menatap dua orang di depannya yang tampak bersemangat melihatnya.
'dasar, tidak puas-puasnya saja mereka mempersulitku di rumah dan sekarang malah datang ke tempat ini untuk membuat kekacauan?' kesal Monica dalam hati sembari menahan diri untuk meneriaki dua orang di depannya dan menunggu keduanya berbicara lebih dulu.
__ADS_1
Kasih kursi pijat, biar di panjangin.