
Dira yang kini berada di dalam tahanan di kantor polisi tidak bisa menahan tangisannya, karena tidak menduga bahwa ternyata obat yang diberikan oleh Robin padanya bukanlah obat sakit perut melainkan racun tikus yang bisa membunuh seseorang.
"Hiks,, hiks,, hiks,," perempuan itu terus menangis sepanjang waktu sampai Carlos tiba di sana.
Begitu masuk ke kantor polisi, Carlos langsung menemui polisi dan berkata, "saya mau menanyakan tentang perempuan bernama Dira, Apakah benar dia dibawa ke kantor polisi ini?"
Seorang pria yang mengenali Carlos sebagai ayah dari Monica langsung menghampiri pria itu, "ya, silakan duduk di sini," ucap pria itu langsung membuat Carlos duduk di sebuah kursi dan menatap ke arah polisi yang pergi ke dalam sebuah ruangan.
Setelah menunggu beberapa saat, polisi yang tadi bersama-sama dengan Carlos kini kembali menemui Carlos, polisi itu tidak sendirian lagi, melainkan datang bersama-sama dengan Dira yang membuat Carlos mengerutkan keningnya melihat dirinya yang tampak begitu hancur, dengan wajah yang sembab karena menangis serta tangan yang terborgol.
Dira pun terlihat enggan untuk menemuinya, tetapi karena dia diseret oleh polisi itu maka dia akhirnya duduk di depan Carlos dengan sang polisi yang duduk di samping kedua orang itu.
"Apa yang terjadi?" Tanya Carlos sembari memperhatikan Dira dan dalam hatinya Carlos merasa cemas bahwa apa yang ia duga ternyata benar-benar kenyataan.
Dira yang mendengarkan pertanyaan Carlos langsung tertunduk komat dan perempuan itu meramas-remas tangannya sendiri dengan sang polisi yang menatap Dira sembari menghela nafas.
"Dialah yang telah meracuni Monica dan Albert." Ucap sang polisi benar-benar membuat Carlos marah hingga pria itu segera berdiri dan mendekati Dira.
__ADS_1
"Anak sialan!!! Berani beraninya kau meracuni putriku!!" Teriak Carlos hendak memukul Dira ketika dia dihentikan oleh para polisi yang ada di sana.
Dira yang ketakutan langsung menjauh dari Carlos, dan perempuan itu menangis tersedu-sedu dan tidak tahu harus bersandar ke mana.
Sementara Carlos, dia masih berusaha untuk terlepas dari sekalan polisi agar dia bisa memberi pelajaran pada Dira.
Polisi yang melihat bahwa Carlos tidak bisa menahan amarahnya akhirnya membawa Dira kembali ke sel tahanan.
Sedangkan para polisi yang memegang Carlos, mereka menenangkan Carlos hingga Carlos akhirnya duduk di kursinya dan kembali dihampiri oleh polisi yang sudah kembali membawa diri ke sel tahanan.
Polisi menganggukkan kepalanya, lalu pria itu pun berkata, "benar, dia sendiri yang menaruh racun tersebut ke makanan Albert dan Monica, tetapi racun tersebut bukanlah miliknya, melainkan milik Robin yang dibawa pria itu kemana-mana. Kami sudah memeriksa rekaman CCTV di villa dan juga menanyai mereka, dan Dira sendiri Sudah mengaku bahwa dia dan Robin memang merencanakan untuk meracuni perempuan itu sejak mereka tiba di warung."
Ucapan polisi benar-benar membuat Carlos terdiam di tempatnya, pria itu benar-benar tidak menyangka bahwa orang asing yang ia bawa ke dalam rumah Mereka ternyata memang berniat buruk terhadap putrinya, sehingga Carlos teringat akan ucapan Monica di rumah sakit.
Ucapan putrinya yang mengatakan bahwa Dira dan Amanda selalu memperlakukannya dengan buruk, sehingga dia semakin menyesal.
Pria itu masih berada dalam keheningannya ketika pintu kantor polisi tiba-tiba saja terbuka dengan Amanda yang berjalan ke kantor polisi dengan langkah terburu-buru.
__ADS_1
Saat Mamanda melihat Carlos, maka perempuan itu segera menghampiri Carlos, "di mana Putri kita?!" Tanya Amanda yang sangat khawatir terhadap Dira.
Mendengar suara Amanda, maka Carlos menjadi semakin marah lagi, hingga pria itu segera berdiri dan tanpa aba-aba ia melayangkan tangannya ke pipi Amanda.
Plak!!!
Brak!!!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Amanda hingga membuat perempuan itu tersungkur membentur sebuah meja dan menjatuhkan vas bunga yang terletak di atas meja itu.
"Perempuan sialan!!!! Kau akan membunuh mu!!!" Teriak Carlos langsung berlari untuk menyerang Amanda ketika para polisi yang ada di sana langsung menghentikan Carlos.
Amanda yang melihat pria itu sangat marah terhadapnya benar-benar ketakutan, dia dibantu oleh seorang polisi untuk berdiri dengan tangan perempuan itu memegangi pipinya yang terasa begitu panas karena tamparan yang ia dapatkan dari Carlos.
"Sialan!! Aku mau dia di penjara, penjara kan dia karena dia telah menyerangku!!!" Teriak Amanda yang sangat marah terhadap Carlos.
Carlos tu nangger takkan giginya, dia menatap perempuan itu dengan tatapan tajamnya, "perempuan sialan, kaulah yang akan dipenjara karena selama ini kau sudah menganiaya putriku!!! Dan kalaupun kau tidak dipenjara, aku sendiri yang akan membuatmu lebih awal bertemu dengan Tuhan!!!" Teriak Carlos.
__ADS_1