Putri Monika

Putri Monika
12


__ADS_3

"Nona! Nona!" Burung beo begitu berisik di dalam mobil sepanjang perjalanan dari rumah sakit untuk pergi melihat kediaman Albert.


Burung beo itu terus saja memanggil mau nikah yang terus menghayal sepanjang jalan.


Hal itu membuat sang sopir taksi sesekali menoleh ke belakang Tetapi dia tidak mengatakan apapun dan hanya terus menjalankan modelnya menuju alamat yang sudah diberitahukan padanya.


Setelah beberapa waktu, akhirnya mobil tersebut berhenti di depan sebuah rumah yang sangat mewah hingga membuat Monica yang melihat rumah tersebut menjadi semakin sedih.


"Ini pak," ucap Monika memberikan kartunya pada sopir taksi lalu melakukan pembayaran sebelum Monika turun dari mobil dan berdiri di depan pagar rumah mewah yang dimaksud burung beo sebagai rumah milik Pangeran Albert.


"Ini rumahnya Nona, Aku akan masuk dan melihat-lihat dulu lalu menghampiri Nona," ucap burung beo sembari terbang dari pundak mau nikah memasuki rumah tersebut dan terbang mengelilingi rumah.


Burung beo itu melihat seorang perempuan yang sedang duduk di pinggir kolam menikmati secangkir jus dan juga cemilan.

__ADS_1


Burung beo itu pun mempunyai ide sehingga dia menjatuhkan diri tepat di kaki perempuan itu.


"Oh,, astaga!" Sang Perempuan terkejut dan dia mengulurkan tangannya mengambil burung beo lalu memperhatikan burung beo itu.


Dia memeriksa setiap bagian tubuh burung beo itu sampai dia memastikan bahwa burung beo itu tidak terluka.


"Nona! Nona!" Burung beo itu berbicara hingga mengejutkan sang perempuan, tetapi kemudian dia memperhatikan burung beo itu dan melihat bahwa burung itu memang burung yang bisa berbicara.


"Apa kau tersesat?" Tanya perempuan itu.


"Kau melewati pagar?" Tanya sang perempuan.


Melihat bahwa perempuan di depannya tidak mengerti, maka burung beo itu kemudian mengepakkan sayapnya lalu dia menunjuk ke arah jalan keluar.

__ADS_1


"Disana! Disana!" Kata burung beo itu langsung membuat Sang Perempuan berdiri lalu berjalan menuju arah yang ditunjuk oleh sang burung beo.


"Kau burung yang pintar, pemilikmu pasti senang memiliki mu, Jadi apakah kita ke sana?" Tanya Sang Perempuan itu sembari terus melangkahkan kakinya.


"Nona! Nona!" Kata burung beo itu dengan salah satu sayapnya terus menunjuk ke arah pintu keluar.


"Jadi pemilikmu adalah seorang nona? Tapi bagaimana bisa kau kabur darinya Dan malah masuk ke dalam rumahku?" Perempuan itu tersenyum pada sang burung beo sembari terus melangkahkan kakinya hingga mereka tiba di depan pagar.


Begitu membuka pagar, perempuan itu melihat di mana Monika sedang duduk di trotoar menatap langit yang cerah.


"Nona! Nona!" Burung beo menjadi semangat berbicara, hingga membuat Monikq menatap ke arah sumber suara itu dan perempuan itu langsung berdiri menghampiri burung beo miliknya.


"Ahh,, itu burung milik saya," ucap Monica.

__ADS_1


"Ahh,, iya, dia burung yang sangat pintar, dia masuk ke dalam rumahku dan terjatuh di dalam rumah, untungnya dia pandai memberi kode tentang pemiliknya," ucap perempuan yang ada di hadapan Monica langsung membuat Monika tersenyum mengambil burung beo itu dan hatinya begitu pahit melihat perempuan di depannya yang sudah memiliki Pangeran miliknya.


"Terima kasih telah menolongnya, dia memang sering terjatuh seperti itu ketika kelelahan saat terlalu lama terbang. Ahh,, perkenalkan nama saya Monica, tadi saya lewat di sini karena di dekat sini ada rumah teman saya." Ucap Monica mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan perempuan di depannya.


__ADS_2