Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Bertaut sempurna 21


__ADS_3

Eden tampak memejamkan bola matanya, rahangnya sedikit mengencang, dia fikir kenapa gadis kecil itu sama sekali tidak mengangkat panggilan nya sejak kemarin?



Fikiran nya berkecamuk menjadi satu, tidak tahu kenapa otak nya terus memikirkan 2 gadis dikepala Nya itu, milik Murat dan Aland.


Hanya saja ekspektasi pemikiran soal mereka jelas sedikit berbeda, jika dengan aishe dia berfikir karena gadis itu begitu unik, lain dari pada yang lain, dia fikir bagaimana indahnya menikmati tubuh gadis itu, tapi jika dengan gadis yang dia fikir putri Aland itu, jelas dia begitu ingin memiliki nya dengan cara yang berbeda.


Ramira tampak baru saja masuk ke kamar nya, sejenak bola mata Eden menatap gadis itu yang mondar-mandir dalam keadaan tidak jelas.


"Ada apa?"


"Hmm bukan masalah, sepertinya aku menghilang kan barang ku"


"O.."


Eden hanya ber O ria enggan bertanya lebih lanjut, dengan cepat dia membaringkan tubuhnya ke atas kasur, tapi sepersekian detik kemudian tiba-tiba ramira naik ke atas kasur mengikuti dirinya.


"Sayang"


"Hmm?"


Eden Mulai memejamkan matanya, menjawab enggan ramira.


"Besok kita shoping yah"


"Lagi?"


Eden fikir bukan kah baru kemarin perempuan ini belanja beberapa barang kesukaannya.


"Sekali ini saja, ada tas LV yang aku sukai, begitu bagus"


bisik Ramira pelan dibalik telinga nya, lantas men..ji..lati nakal balik telinga Eden.


"Berhenti menggoda ku"


ucap Eden lantas mencoba menyingkirkan tangan Ramira.


"Aku sedang menginginkan nya"


bisik Ramira lagi.


"Kau tidak akan sanggup mengimbangi nya jika dia bangun"


"Kali ini sanggup hingga 3-4 kali permainan"


Eden terkekeh.


"Kembali lah tidur"

__ADS_1


"Nope.."


Ramira terus menggoda, menaikkan tangannya ke atas perut Eden.


"Stop ramira"


"Come..."


ramira men..de..sah manja.



"Kau benar-benar memancing singa yang sedang tidur hmm.


ucap Eden sambil membalikkan tubuhnya, dalam sekali gerakan dengan cepat dia menyambar bibir perempuan itu, menautkan Bi..bir mereka, Eden Bergerak dengan cepat dan menggebu-gebu.


Seketika imajinasi liarnya bermain soal Aishe di kepalanya.


"Oh God,shit"


umpat Eden.


"Ada apa?"


Ramira mengerutkan dahinya.


"Hmmmm bukan apa-apa"


Eden fikir dia harus memikirkan cara untuk benar-benar bisa memiliki aishe secepatnya. Sekali bermain-main bukan masalah, dia fikir bukankah Murat pasti sudah acapkali meniduri istrinya, dia jelas tidak masalah jika menginginkan nya.


Seketika tangan Eden masuk ke dalam perut ramira, menggelitik di sana dengan gerakan nakal, meraba-raba nya Sambil bibir nya tetap bertaut sempurna dengan bi..bir Ramira.


Setelah itu secara perlahan jemari-jemari itu naik ke da..da ramira.


"Oh shit, kamu tidak menggunaka da..la...man mu?"


Eden menyeringai, dengan gerakan cepat meraup tangan nya Disana.


"Akhh bukankah kau menyukai nya breng..sek"


umpat ramira sambil terus menikmati sensasi sentuhan Eden.


Bibir laki-laki itu dengan cepat mencium dagu ramira beberapa kali, memainkan lidahnya dengan gerakan nakal hingga menyapu seluruh bagian leher ramira, hingga akhirnya sapuan itu bergerak ke bagian telinga kanannya, sedangkan tangan kanan Eden masih menikmati meraup 2 da..da indahnya.


Ramira jelas menge.. rang saat tangan itu terus bermain didalam pakaian nya, seakan-akan tidak memberikan celah untuk dirinya bergerak sempurna, li..dah Eden tahu-tahu sudah berpindah, menyesap ujung da..da.. nya hingga menimbulkan suara sesapan yang mendominasi seisi ruangan.


"Oh God"


Ramira mulai bicara tidak jelas, memejamkan bola matanya sambil meremas rambut Eden beberapa waktu, menikmati sensasi menggila luar biasa yang acapkali dia rasakan bersama Eden.

__ADS_1


Beberapa waktu kemudian Eden tahu-tahu sudah berada di bawah sana, melepaskan celana jeans nya tanpa aba-aba juga melepaskan balutan terakhir yang menutupi tubuhnya, lantas tiba-tiba sesuatu menghantam dengan gerakan kasar dan cukup bisa membuat ramira menggila, tubuhnya secepat kilat merespon dengan sempurna, terasa aliran listrik menyambar hingga ke kulit kepalanya ketika Eden mengacak-acak dibawah sana dengan lidahnya tanpa henti, dengan nakal bibirnya makin lincah bermain di bawah sana terus menerus hingga membuat ramira beberapa kali berteriak kecil dengan perasaan mendominasi, dia merasa sesuatu yang menggila terus memaksa dirinya untuk keluar, rasa nik..mat luar biasa tiada Tara.


Suara e..Ra..Ngan dan rengekan ramira semakin membuat Eden enggan menghentikan gerakan nya, suara ramira jelas terdengar sempurna dan semakin meningkat kan adrenalin yang menggebu-gebu sejak tadi.


"Eden"


Sebuah kode yang mengatakan jika ramira tiba pada pelepasan nya, dia ingin menumpahkan Semua nya saat ini juga, Eden semakin mempercepat gerakan Li..dah nya dan membiarkan ramira mendapatkan apa yang di inginkan nya.


Seketika terasa sesuatu benar-benar menyembur dari dalam sana, Eden dengan cepat membuka semua pakaian nya sendiri, langsung naik ke atas tubu ramira.


"Gilian mu sayang"


Bisik Eden pelan.


Secepat kilat ramira memimpin keadaan, membiarkan Eden berada di bawah nya, dengan gerakan cepat ramira menautkan bibir mereka, membelit li..dah seperti diawal perjalanan mereka tadi, memuaskan Eden dengan cara ramira sendiri, menyapu leher hingga ke bagian dada Eden, lantas tangan nya dengan nakal bermain di bawah sana, membuat Eden beberapa kali ber..desis dan mengeluarkan suara seksi serta indahnya, semakin ramira mempercepat gerakan tangan nya semakin Eden mengeluarkan suara-suara indahnya.


"Oh shit lakukan sekarang, kau Atau aku yang memimpin?"


tanya Eden cepat.


Ramira tersenyum lantas langsung naik ke atas tubuh Eden, gerakan itu membuat Eden tahu jika perempuan itu akan memimpin.


Ramira dengan gerakan cepat membiarkan milik Eden secara perlahan memasuki dirinya.


"Oh.."


Eden me..lenguh diikuti ramira.


Secara Perlahan namun pasti, semua nya masuk begitu saja, Rasanya semua mulai terbenam sempurnah,hingga menembus ke bagian terdalam tubuh ramira. Perempuan itu men..desa sangat menggoda, Tangan nya menyentuh perut Eden secara perlahan, kemudian dia mulai bergerak sempurna.


Suara perpaduan indah terdengar memenuhi seisi kamar tersebut, gerakan naik turun semakin gencar terjadi dan membuat 2 insan manusia itu semakin menggila, belum lagu suara rengekan, e..re..Ngan bahkan de..Sahan memenuhi ruangan itu tanpa henti dalam waktu yang cukup lama.


Eden terus menyentuh da..da itu itu selagi ramira terus bergerak di atas sana.


"Oh God aku akan keluar sayang"


pekik Ramira.


"Bersama"


ucap Eden sambil menatap wajah ramira, begitu penuh gai..rah, mengeluarkan jutaan peluh di wajahnya, sesekali perempuan itu menggigit bibir bawahnya, membuat Eden semakin ikut bergerak menggebu membantu ramira Agar bergerak lebih sempurna di bawah nya.


"Akhhh".


Ramira akhirnya me..nge..rang dan me..lenguh Sempurna setelah lagi-lagi pelepasan nya telah sampai, akhirnya Eden ikut mengeluarkan semua pelepasan nya dengan perasaan lega.


"Shit"


Eden lagi-lagi merasa dia kembali ingin melakukan nya.

__ADS_1


"1 more time"


bisik nya pada ramira, lantas kembali menautkan bibir mereka, lagi-lagi Eden mengulang sesi panjang per..cin..taan mereka hingga selesai dalam 3 kali permainan.


__ADS_2