Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Jantung yang berdetak tidak beraturan


__ADS_3

Selena bangun secara perlahan dari tidurnya, bola matanya sejenak berkedip-kedip mencoba membiasakan cahaya matahari yang mulai menerpa cahaya nya, seketika ingatannya soal malam tadi terlintas di fikirannya, tidak tahu kenapa wajah nya tiba-tiba menjadi memerah, sebuah senyuman penuh gurat malu hadir di wajahnya, dia terus tersenyum sambil kembali membenamkan wajahnya kedalam bantal empuk miliknya.


Oh.. tuhan.


Seketika Jantung nya berdetak tidak beraturan, sentuhan hangat tangan bahrat semalam jelas membuat dirinya nyaris kehilangan kendali, hingga memaksakan diri nya untuk kembali tidur demi menghilangkan kegugupan di hatinya.


May be im crazy.


Itu yang ada di batin Selena.


Tapi antara Farhan dan Bahrat, porsi mereka memperlakukan Selena jelas jauh berbeda, Farhan begitu santai dan masa bodoh, meskipun jutaan kali berkata aku cinta pada mu atau bahkan i love you, Farhan mengekspresi kan semua nya seolah-olah dia telah biasa mengatakan kata-kata itu pada perempuan mana pun, tapi bahrat tidak pernah berkata hal gombal seperti itu, namun sejak dulu hanya mengekspresi kan perasaan nya lewat tindakan.


Dan semakin kesini tindakan nya semakin terlalu lembut dan manis.


Hubungan dia dan Farhan sebenarnya tidak terlewatkan dengan begitu baik, pertengkaran acapkali muncul beberapa soal perbedaan pendapat tentang tidur bersama. Farhan jelas terbiasa tidur dengan perempuan manapun sejak dulu, sedangkan Selena selalu berkata tidurlah dengan ku setelah kita menikah. sebab Selena tidak yakin setelah tidur bersama Farhan akan mengubah seluruh kebiasaan buruknya soal perempuan.


"Sayang, kau sudah bangun?"


Abigail tiba-tiba mengetuk pintu kamar nya.


"Hmm barusan saja"


Selena menjawab cepat sedikit berteriak.


Abigail langsung melesat masuk mendekati dirinya.

__ADS_1


"kita akan pulang lusa, bukankah laki-laki bernama Bern yang kau temui diam-diam di belakang kami meminta kita menemui nya di Indonesia akhir Minggu ini"


Oh God, seketika Selena menelan salivanya, Abigail jelas cukup marah saat tahu dia masuk ke sarang mafia kemarin.


"Sory"


Abigail menarik kasar nafasnya.


"Uncle Bahrat yang begitu marah, dia bilang jika ada apa-apa pada mu kemarin, bisa-bisa dia membunuh aku karena melepaskan pengawasan"


Selena lagi-lagi menelan salivanya.


"Lupakan saja, sebaiknya habiskan waktu berlibur hari ini, semua urusan sudah selesai, kau bisa mencari beberapa oleh-oleh dan mengunjungi tempat-tempat hari ini"


"Benarkah?"


"Aku akan turun dalam 15 menit.


"Okey, kami menunggu mu untuk mendapatkan sarapan pagi lebih dulu"


"Oke"


Selena mengedip kan sebelah matanya dengan wajah ceria.


********

__ADS_1


Mereka pada akhirnya menghabiskan sarapan pagi didalam keheningan, Selena jelas tidak berani mengeluarkan suara, sebab tiap kali melihat bahrat otak kepalanya tiba-tiba bekerja dengan tidak sempurna.


Abigail tampak beberapa kali melirik ke arah jam tangannya, seolah-olah dikejar deadline waktu dia kelihatan cukup gelisah.


hingga akhirnya saat mereka sudah sama-sama siap meluncur menuju ke beberapa tempat yang akan dikunjungi untuk berlibur, tiba-tiba Abigail meminta Selena duduk di mobil tepat di samping kemudi depan, dia menatap Selena sambil tersenyum kemudian mencium puncak kepala Selena dengan perlahan.


"Selamat menikmati waktu liburan kalian"


"Ya?"


jelas saja Selena tampak bingung.


Bahrat tiba-tiba duduk di kursi kemudi, melirik ke arah Abigail.


"Dia sudah punya janji dengan kekasih"


"What?"


Tung..tunggu dulu, maksud nya aku harus pergi ber dua dengan bahrat saja?


Tanya Selena dalam hati dengan perasaan bingung.


Tahu-tahu Abigail melesat pergi dengan mobil lain dan Bahrat dengan gerakan cepat memasang sabuk pengaman milik nya.


Seketika Selena membeku, saat bahrat tahu-tahu sudah ada tepat dihadapan nya, memasang sabuk pengaman di pinggang nya, kedua tangan Selena sedikit terangkat karena kaget, jantung nya jelas berdetak tidak beraturan, apalagi saat dia mencium dengan jelas aroma wangi parfum milik Bahrat di balik hidung nya.

__ADS_1


Oh tuhan perasaan apa ini?


pekik Selena dalam hati.


__ADS_2