Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Pertemuan pertama


__ADS_3

Seharusnya Bern meluncur pergi saat ini, tapi saat asisten pribadi nya menghubungi diri nya dan berkata orang yang akan ditemui Bern membatalkan janji nya hingga esok hari maka Bern Fikir sebaik nya dia tinggal di apartemen saja, menikmati waktu istirahat sejenak untuk beberapa waktu hingga jelang malam baru akan kembali meluncur ke markas.


Di sela lelapnya seketika Bern terbangun, laki-laki itu melirik ke arah jam di dinding lalu secepat kilat dia menyambar handuknya dan melesat pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Saat selesai dengan kegiatan mandi nya dia mencoba untuk menghubungi seseorang tapi tiba-tiba dia mendengar suara dari arah luar kamarnya, sejenak Bern meraih pistol yang ada di bawah bantal nya, beranjak Secara perlahan berusaha untuk mendengar pergerakan di arah balik pintu kamarnya.


Membuka pintu kamarnya sepelan mungkin dan dengan siaga mencari tahu siapa yang berada di dalam apartemen nya itu.


Seketika dia menaikkan ujung alisnya saat mencium aroma wangi dari arah dapur, dengan gerakan perlahan dia berjalan menuju ke arah dapur.


Tampak seseorang sibuk berkutat di dapur miliknya, seorang gadis kecil yang tampak asik dengan kegiatan nya sambil terus bersenandung ceria. mata gadis kecil itu hanya fokus pada apa yang dia kerjakan, dengan sebuah earphone yang menempel di telinga nya.


Sejenak Bern mengerutkan keningnya, dia fikir dia pernah melihat gadis itu sebelum nya,Bern berusaha untuk mengingat-ingat.


Oh shit bocah di dalam lift.


ucap bern di dalam hati.


Laki-laki itu dengan cepat meletakkan pistolnya ke dalam nakas, kembali menoleh ke arah gadis itu beberapa waktu.

__ADS_1


Tampak sebuah senyuman indah menghiasi wajah gadis itu,entah tengah berguman apa Bern tidak tahu, gadis itu menatap menu masakan nya yang sudah jadi sambil menepuk ke dua telapak tangan nya dengan penuh kebahagiaan. Lantas gadis kecil itu Meletakkan makanan nya ke dalam microwave, memastikan semua bersih, kemudian melepaskan earphone di Balik telinga nya secara perlahan selanjutnya gadis itu melepaskan afron yang digunakan nya.


Bern berjalan mendekati gadis itu, berdiri tepat di belakang tubuh kecil itu, dan seketika aroma wangi tubuh gadis itu sejenak membuat Bern memejamkan bola matanya.


Tidak lama kemudian bern berbisik pelan di balik telinga gadis itu.


"Ternyata kamu masih anak-anak"


**********


Seperti biasa Belle berkutat dengan kegiatan nya terhitung sejak mulai masuk ke apartemen tuan bule, membersihkan tiap sudut ruangan dari ujung hingga ke ujung, memastikan tidak ada 1 kotoran Pun yang tersisa.


"Banyak sekali?"


Gumam Belle menatap lembaran uang yang ada di tangan nya.


Lalu dia mencoba membaca catatan kecil itu.


Beef Bourguignon

__ADS_1


Belle mengembangkan senyumannya.


Kemudian Belle dengan gerakan cepat mulai membuat menu yang di request sang tuan bule.


mencari bahan di lemari pendingin, mulai mengelola, membersihkan hingga masuk ke tahap memasak nya.


cukup lama Belle berkutat di dapur, seperti biasa di temani oleh earphone di telinga nya, hingga akhirnya menu Beef Bourguignon yang di request sang tuan bule telah siap di sajikan dengan indah.


"Hmmm delicious"


Guman Belle sambil melebarkan senyumannya, menepuk ke dua telapak tangan nya dengan perasaan bahagia.



Sesaat Belle langsung meletakkan menu itu kedalam microwave, melepaskan earphone miliknya disusul dengan melepaskan afron di tubuhnya, tapi tiba-tiba sebuah suara mengejutkan dirinya.


"Ternyata kamu masih anak-anak"


"Hahhh?"

__ADS_1


Belle dengan gerakan cepat menoleh dengan penuh keterkejutan, karena bergerak terlalu cepat tanpa sadar hampir terjatuh ke belakang, tapi dengan gerakan cepat pula sang pemilik suara menahan tubuhnya, lengan kiri laki-laki itu dengan sigap menahan pinggang Belle, dan dalam hitungan detik seketika bola mata mereka saling bertemu antara satu dengan yang lainnya.


__ADS_2