
Masih 24 tahun yang lalu
Valentine kecil tampak tercekat, menatap pria dewasa dihadapannya itu, beberapa pengawal tampak berjaga di depan pintu dan sang mama yang memang kesehatannya semakin memburuk tampak bingung dengan keadaan, tidak mengerti siapa orang-orang ini.
"Dimana bocah laki-laki itu?"
pria itu bertanya pada mama valentine.
"Di luar, sedang membeli makanan"
Suara bergetar yang di keluarkan sang mama jelas menambah rasa takut di hati valentine kecil, beberapa kali mama nya terbatuk-batuk karena penyakitnya.
Tiba-tiba seorang bocah laki-laki masuk berjalan mendekati mereka, wajah dingin dengan tatapan mata yang begitu tajam.
Sejenak Tatapan bola mata valentine dan bocah itu saling beradu.
Tiba-tiba pria dewasa itu mengeluarkan sebuah laktop ke arah Valentine dan sang mama, tampak Vidio seorang gadis kecil tengah berlarian kesana kemari di sebuah rumah besar sambil tertawa senang.
"Kau kenal gadis ini?"
"Kak?"
valentine kecil menangis kecil
"Ahh"
sang mama menutup pelan mulut nya dengan kedua belah tangannya, seketika air mata nya tumpah.
"Kevin, kemarilah"
bocah laki-laki yang dipanggil Kevin berjalan mendekati pria itu duduk dengan tatapan tajam menatap 2 orang yang ada dihadapannya itu.
"Para suruhan Ali Jaber akan datang kemari mengambil putra ke dua nya dan putri mu valentine"
pria itu bicara sambil mengeluarkan sebuah pistol di pinggang nya.
__ADS_1
"Selena gadis yang cantik dan baik, kau lihat pria di ujung sana?"
pria itu bicara sambil menunjuk ke arah posisi kamera yang sudah berubah, tidak lagi menampilkan gambar Selena melainkan seorang pria dewasa berusia sekitar 30 tahunan.
"Dia bisa saja menghabisi gadis kecil itu begitu mendapat kan perintah dari ku"
"Katakan pada keluarga Ali Jaber, jika bocah ini adalah Eden Al Jaber putra nya yang hilang 7 tahun yang lalu, yang dibawa oleh pria tua di Manhattan yang meninggal kemarin, aku akan membawa bocah laki-laki yang tinggal dirumah kalian beberapa waktu ini untuk pergi menjauh"
"Tapi..."
Mama Valentine berusaha untuk bicara
srrttt
kletakkk
pria itu langsung menarik pistol yang ada di atas meja tadi kemudian mengarahkan nya pada valentine.
"Atau kau akan kehilangan 2 putri mu sekaligus malam ini, dimulai dari Selena kemudian valentine"
*********
"Aku adalah Eden Al Jaber"
teriak bocah laki-laki itu pada beberapa orang dihadapan nya
"Valentine, apa yang kau lakukan? aku adalah Eden Al Jaber, kenapa ada bocah lain mengaku menjadi diri ku? kau dan mama mu tahu bahwa aku bocah yang di antar pria tua yang meninggal kemarin itu dan menitipkan nya pada kalian beberapa hari hingga daddy ku menjemput ku"
Eden kecil jelas berteriak histeris
valentine menangis pelan, sang mama hanya bisa menutup mulutnya, mencoba memeluk valentine beberapa waktu dengan tubuh ringkih nya.
Dia fikir seandainya dia sehat, tidak dalam keadaan sekarat dia tidak mungkin mau berbohong, tapi jika dia membuka mulutnya saat ini, bagaimana nasib selena dan valentine? putri-putri nya hidup dikeluarga kaya raya akan membuat dirinya bisa menarik nafas lega saat waktu nya dia menghembuskan nafas terakhirnya.
"Dimana Daddy ku dan Murat? mereka tidak mungkin tidak mengenali ku meskipun sudah 7 tahun terpisah"
__ADS_1
teriak Eden kecil dengan perasaan kesal.
"Dia tidak bisa datang karena istri nya berada di rumah sakit"
salah seorang berkata cepat.
"What?"
"Bawa aku kembali ke Indonesia sekarang"
pekik nya berusaha memberontak saat orang-orang itu menahan tangan nya.
"Lepaskan aku brengsek, aku adalah Eden Al Jaber, singkirkan tangan kotor kalian dari tubuh ku"
"Dia bukan Eden, dia hanya berhalusinasi menjadi bocah kaya Eden Al Jaber"
valentine bicara pelan sambil menangis.
"Valentine..."
Suara menggema Eden Al Jaber memecah kegelapan malam, meskipun dia berulang kali berkata jika dia adalah Eden Al Jaber, tapi valentine dan ibunya tetap berkata jika dia bukan Eden Al Jaber. Bocah laki-laki yang berdiri di hadapan nya tampak menyeringai, meniru semua penampilan dan gayanya dengan cara yang sangat menjijikkan.
"Paman Karl, apa yang telah kau lakukan?"
Teriak nya lantang saat sadar siapa dalang dibalik semuanya.
"Lakukan sesuai dengan apa yang telah aku katakan sebelumnya"
Karl bicara kepada beberapa anak buah nya, Eden kecil diseret dengan paksa untuk segera menjauh dari sana.
"Valentine... valentine...benar kata ayah ku, keluarga miskin bagaimana pun rupanya semua adalah pembohong"
Maafkan aku, maafkan aku Eden, maafkan aku.
tangis valentine pecah menatap tubuh bocah itu yang kian menjauh.
__ADS_1