Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Rencana awal secara bersamaan


__ADS_3

"Semua sudah siap baby?"


Saat Ailee sibuk menyiapkan beberapa barang dan mengepak semua nya kedalam koper, Aland datang dari arah belakang nya.


"Sedikit lagi"


"Kita harus bergegas, takut nya terlambat"


Aland bicara sambil menyeret 1 koper yang sudah terpacking rapi.


"Bawa minyak angin dan Beberapa obat demam"


Ailee mengangguk cepat.


Entahlah ailee fikir ini liburan yang cukup spesial, mereka akan ke Maladewa bersama, Berlibur dan menghabiskan banyak waktu bersama.


"untie aishe tidak datang mengantar?"


Ailee menaikkan alisnya, bertanya agak bingung.


Tentu saja tidak, dia sama sekali tidak akan datang baby, ini liburan kita,bukan liburan dia.


batin aland


"Setelah di Maladewa kita akan menghubungi untie aishe mu"


Aland bicara langsung mendorong Ailee agar segera masuk ke dalam mobil.


"Daddy..."


"Hmmm?"


"Memang nya berapa lama kita berlibur?"


"Selema liburan sekolah mu berlangsung"


Ailee mengangguk-angguk kan kepalanya.


"Daddy"


"Kenapa?"


Aland bertanya sambil bersiap naik ke dalam mobil, membiarkan sang supir mengantar mereka ke bandara.


Dia duduk di samping kiri Ailee, menatap gadis itu beberapa waktu.


Ailee tampak diam, menatap bola mata Aland sejenak.


"Lupakan saja, aku akan menanyakan semuanya saat di Maladewa"

__ADS_1


Aland hanya menaikkan bahunya saja.


Ailee hanya ingin tahu soal sesuatu, kemarin saat dia membongkar lemari Aland, tidak sengaja menemukan sebuah foto usang.


Foto mommynya, di apit oleh 3 laki-laki disisi kiri dan kanan nya juga di belakang nya.


Ailee merasa gelisah, sebab satu foto laki-laki yang memeluk tubuh mommy nya di sebelah kiri memiliki wajah yang hampir mirip dengan Dirinya, lalu disebelah kanan ada foto laki-laki yang seusia Daddy nya saat masih muda, di belakang mommy nya terdapat pria kemarin yang dia temui di klub malam saat di antar lea yang berkata jika dia butuh bicara dengan Ailee. yah sangat mirip dengan pria itu tapi wajah nya jauh masih sangat muda, memeluk leher Mommy dari belakang penuh cinta sambil mencium pipi kanan mommy nya.


Diri situ terlihat begitu bahagia, 1 perempuan dengan 3 laki-laki mengapit nya dengan gaya yang begitu bahagia dan penuh canda tawa, tidak ada foto Daddy nya sama sekali disana juga tidak ada foto dirinya. jelas sekali foto itu di ambil disaat mommy mungkin baru lulus SMA.


dan terdapat catatan kecil di belakang nya.


My brother and my best Lovely ❤️


***Jaber family


Valentine ❤️ December***


*********


"Daddy apa kita harus benar-benar menikah?"


Aishe bertanya khawatir, menggenggam erat ujung gaun pengantin nya, sejak pagi dia sudah Di dandani dengan sedemikian rupa.


Dia bertanya sambil berdiri menghadap ke arah Murat yang memunggungi dirinya.


sesaat Murat menoleh, laki-laki itu sama sekali tidak berkedip, menatap nya dengan ekspresi bingung dan tercengang.


Selena berbisik ke arah telinga murat, menatap puas dengan hasil karya yang dikerjakan oleh orang-orang pilihan nya.


Yah dia tahu Murat terpesona dengan penampilan aishe, gadis itu sejak awal memang Sempurnah.


Masih terpatri di ingatan Selena soal ucapan seseorang.


Kau ingin dendam generasi ke generasi menghilang? jebak Murat agar menikahi aishe, gadis itu pasti bisa membuat nya jatuh cinta bahkan tergila-gila, kau tahu bukan bagaimana karakter aishe selama ini?


tidak ada laki-laki yang tidak jatuh cinta pada nya


Jika Murat bisa tunduk dibawah kaki nya, aku pastikan Al Jaber dan faith Yildiz akan kembali seperti dulu lagi.


Yeah aku butuh berjuang sejauh ini untuk melunakkan Murat dan bahrat,satu saja ada yang tunduk maka aku bisa menarik nafas dengan lega setelah ini, bisa kembali pada mu sesuai kemauan mu.


batin Selena.


"hmm"


mendengar jawaban Murat seperti itu membuat Selena mengembangkan senyuman nya, menepuk punggung Murat beberapa kali.


"Dia memang sangat mempesona sayang, 2-3 tahun lagi dia akan bersinar seperti bulan, dia akan berkembang dengan sangat sempurna"

__ADS_1


bisik Selena pelan


seketika Murat menoleh ke arah Selena.


"Aku tidak berfikir untuk menikahi nya selama itu"


Selena hanya mengembangkan kembali senyuman nya.


Kau akan jatuh cinta pada nya lebih dari selama itu.


"Ambil tangan nya, acara pernikahan nya akan segera dimulai"


ucap Selena kemudian berlalu dari hadapan Murat.


Murat secara berlahan mendekati Aishe, meraih tangan gadis itu yang begitu mungil di telapak tangan nya.


"Kita bisa batalkan saja pernikahan nya?"


tanya aishe sambil menatap dalam bola mata Murat.


"Tidak akan"


"Daddy"


"Jalan kedepan"


"Akkhhh Daddy"


rengek nya panik, berusaha untuk menahan langkahnya.


"kau panik?"


"Tentu saja, memangnya aku tidak panik menikah tiba-tiba?"


omel aishe kesal


Kau fikir aku menikah dengan kekasih ku? aku menikah dengan laki-laki asing yang tidak aku kenal tolol.


rutuk aishe kesal.


"Mau aku beri solusi untuk bisa menghilangkan kepanikan"


ucap Murat tiba-tiba


"Ya? apa?"


secepat kilat kedua telapak tangan Murat menyentuh wajah aishe, menautkan bibir mereka secara tiba-tiba.


ehh?????

__ADS_1


wait wait.


seketika aishe membelalakkan bola matanya, rasa panik tadi benar-benar berganti.


__ADS_2