
Belle tampak tertidur lelap di samping Bern dalam posisi duduk, dengan kepala bersandar di tepian ranjang.
Bern sejenak melirik ke arah jam dinding, pukul 3.40 dini hari.Bern Cukup tidak tega melihat anak kecil itu tidur dengan cara duduk, karena dia yang harus menempati kasur milih gadis kecil ini, Ingin sekali dia mengangkat tubuh kecil itu ke atas kasur, tapi jelas saja dia tidak mungkin melakukan nya mengingat luka di bahunya. Bergerak banyak dan melakukan kegiatan berat bisa membuat luka nya kembali terbuka lebar.
Shit..!!
Bern mengumpat kesal saat tahu seseorang menyerang nya di arah jalan pulang, dikala semua pengawal dan asiten pribadinya sudah bergerak memisah.
Bern jelas cukup terkejut saat Seseorang menembak nya dari ke jauhan,jelas dia melihat anggota mafia lain bergerak di belakang orang tersebut. Meskipun sempat beradu tinju dan sempat saling menghajar dengan beberapa orang yang bern tidak kenal, berkelahi dalam kondisi terluka karena tembakan jelas bukan pilihan bijak.
Dan anehnya seolah-olah orang-orang itu memang sengaja ingin menghabisi dirinya.
Saat mendengar Bern tertembak, jelas anggota the red mafia mencoba mencari dirinya dengan kekhawatiran penuh, bahkan Winda berusaha untuk mendatangi nya, tapi Bern jelas tidak ingin anggota nya bergerak ceroboh atau melibatkan Winda disini.
Bern hanya ingin tahu siapa orang-orang itu, sebelum dia melarikan diri, salah satu kawanan sempat dalam kondisi terdesak di tangan Bern.
"Siapa yang memerintahkan kalian?"
__ADS_1
"Tuan K "
Bern jelas mengerutkan dahinya, K? siapa itu? bahkan dia tidak pernah berurusan dengan orang lain selain geng mafia di dataran Eropa dan Amerika, bagaimana cara nya dia punya musuh di Indonesia?.
Bang..sat..!!!
Jelas saja Bern mengumpat kesal.
Tiba-tiba saja 1 pemikiran menghantam kepalanya.
Jangan-jangan??
Bahkan dia memiliki orang tua yang mencintai dirinya, mommy yang terus mengkhawatirkan diri nya, daddy yang selalu bertanya kapan dia mau kembali ke Manhattan untuk meneruskan perusahaan MC Lucas.
Dia punya apapun yang dia mau tanpa harus kembali lagi ke masa lalu.
Bern kembali menoleh ke arah gadis kecil itu, Seketika ucapan gadis kecil tadi mengganggu Fikiran nya.
__ADS_1
Aku sering melewati masa ini selama bertahun-tahun, ditempah agar tidak menangis bahkan harus bisa bersikap setenang mungkin ketika sering menghadapi situasi genting"
"Apa?"
"Orang terdekat ku sering mengalami hal yang sama, kembali membawa jutaan luka ditubuhnya, awalnya memang menyakitkan tapi lama-lama membuat ku terbiasa"
Bern tampak diam.
"Kau pernah bertanya kenapa dia terluka?"
Belle tersenyum begitu manis, masih berusaha membenahi posisi tidur Bern.
"Selama tidak membunuh perempuan, tidak memperkosa perempuan dan tidak menyakiti ibu-ibu dan anak-anak, aku tidak begitu peduli"
Setelah berkata begitu, Belle bergerak menjauh meninggalkan Bern sambil membawa semua bekas kain,kasa dan kota obat yang ada ditangannya.
Bern hanya menatap punggung gadis itu yang bergerak perlahan mulai menghilang di balik pintu kamar.
__ADS_1
Dia fikir selama hidupnya dia banyak bertemu dengan berbagai macam type perempuan, tapi yang ini jelas berbeda, wajah kekanak-kanakan itu seolah dipaksa dewasa sebelum waktunya.