Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Perasaan apa itu


__ADS_3

Aland yang tengah sibuk berkutat dengan pekerjaan nya yang sempat tertunda lama karena liburan mereka berhari-hari tampak beberapa kali melirik ke arah Ailee, terlihat jelas tidur Ailee menjadi tidak nyaman dan gelisah sejak tadi, Aland fikir mungkin karena nyeri perut yang di alami nya.


Secara berlahan Aland menyingkirkan semua pekerjaan nya, menutup laktop miliknya dan meletakkan nya ke atas nakas di samping kirinya. Kemudian secara berlahan berjalan mendekati Ailee, naik ke atas kasur lantas mencoba menyentuh lembut perut ailee.


"Kenapa? tidak nyaman kah?"


Tanya nya sambil berusaha mengusap perut ailee secara berlahan.


Ailee yang baru saja ingin terpejam langsung terkejut, membuka pelan matanya lantas menoleh ke arah Aland.


"Hanya terasa nyeri, biasa nya besok pagi akan baik-baik saja dad"


sahut Ailee pelan.


Aland diam, bola mata nya menelisik sekitaran nakas dan walk in closed, mencoba mencari sesuatu, dia berdiri lantas berjalan menuju ke nakas, membuka lacinya sambil meraba-raba barang yang ada di sana. Aland menarik pelan nafasnya, kembali beranjak mendekati Ailee lantas naik lagi ke atas kasur.


Dengan gerakan lembut Aland menuangkan minyak angin ke telapak tangan nya kemudian mengoleskan minyak tersebut ke perut Ailee.


Ailee tersenyum masih dengan mata terpejam, dia memiringkan tubuhnya ke arah Aland.


"Aku baru tahu kalau Daddy orang yang cukup perhatian dan gampang khawatir'an"


Aland diam tidak bicara apapun, dia mencoba berbaring menghadap Ailee, tangan nya langsung berpindah ke punggung Ailee, mencoba memijat lembut punggung tersebut.


Secara berlahan Ailee masuk ke dalam pelukan Aland, mencium aroma lembut parfum milik Daddy nya.


"Dad"


"Hm?"


"Apakah mommy cinta pertama mu?"

__ADS_1


Aland tidak menjawab, dia diam sambil memejamkan pelan bola matanya.


"Siapa yang lebih cantik, aku atau mommy?"


tanya nya sambil mempererat pelukannya.


Aland masih tidak bergeming, mencoba terus memijat punggung Ailee.


"Artinya kami sama-sama cantik"


Ailee bicara sambil melebarkan senyumannya.


"kalian punya kapasitas masing-masing, serupa tapi tidak sama"


ucap Aland tiba-tiba.


"Misalnya?"


"Mommy mu orang yang cukup tertutup, selalu menyimpan segala sesuatu sendiri, sedangkan kamu mungkin masih suka menyimpan satu dua hal dari Daddy, tapi bola mata mu tidak pernah bisa menipu Daddy"


Seketika Ailee membuka pelan bola matanya, dia menatap mata Aland beberapa waktu.


"Benarkah?"


"Seperti tempo hari, kamu menipu Daddy soal laki-laki yang menjemput mu di ujung jalan di mansion lama"


Ailee cukup terkejut mendengar ucapan Aland.


"Jadi pindah kita karena itu?"


Ailee mengerut kan dahinya.

__ADS_1


"Salah satunya"


jawab Aland cepat.


"Apa daddy cemburu?"


Damn it.


pertanyaan itu membuat Aland seketika menelan Saliva nya.


cemburu kah dia?


entahlah, dia hanya merasa begitu tidak suka.


Ailee mengembangkan senyum manisnya


"Kau tahu Daddy? laki-laki itu menembak ku sebelum kita ke Maldives!"


ucap Ailee tiba-tiba, mencoba menatap bola mata Aland beberapa waktu.


Aland jelas langsung membuang pandangan nya, tampak tidak suka, tapi tangan nya masih dengan setia memijat punggung Ailee


"Seandainya dikemudian hari ada yang menyukai ku, melamar ku dan mengajak ku untuk menikah dengan nya, apa yang akan Daddy lakukan?"


Seketika bola mata Aland membulat, dia langsung menghentikan gerakan tangannya, menatap dalam wajah Ailee.


"Apakah daddy akan melepaskan ku atau akan terus mempertahankan ku?"


Ailee terus berusaha menatap dalam bola mata Aland, menelisik dan menyusuri bola mata itu sedemikian rupa, mencoba mencari tahu didalam mata itu, bagaimana sebenarnya perasaan sang daddy kepada dirinya.


Seketika rahang Aland mengeras, giginya saling menyatu beberapa waktu, dia jelas tidak paham ada apa dengan hatinya, tapi mendengar pertanyaan Ailee barusan jelas membuat jantung nya tiba-tiba berdetak lebih kencang dari biasanya, perasaan tidak suka mendominasi, dia merasa marah, marah jika seseorang lagi-lagi ingin merebut miliknya.

__ADS_1


Perasaan macam apa itu, jelas dia tidak ingin tahu.


__ADS_2