
"Apakah kita benar-benar bukan anak dan ayah, Daddy?"
Ailee bertanya sambil menatap dalam bola mata Aland, laki-laki itu tampak diam sejenak.
"benar"
"Kenapa Daddy tidak memberi tahukan semua nya pada ku sebelum ini?"
"Daddy hanya belum siap untuk membicarakan nya"
jawab Aland cepat.
"Lalu dimana daddy kandung ku?"
"Daddy tidak tahu"
Ailee mencoba menelisik bola mata Aland, mencari kebenaran disana, daddy nya seakan-akan bicara dengan penuh keyakinan.
"Aku menemukan sebuah foto di kamar atas"
ucap Ailee tiba-tiba
"ada mommy dengan 3 laki-laki di sekeliling nya"
"Salah satunya daddy mu"
"Apa Kalian berteman baik sebelum nya, Daddy?"
sejenak Aland meraih rokoknya, mencoba menghidupkan pamatik ditangannya.
"Mommy mu berteman baik dengan mereka"
"Ini sedikit membuat ku bingung"
tiba-tiba Ailee bertanya sambil menatap dalam-dalam wajah Aland.
"Daddy dan mommy menikah ada foto pernikahan, pakaian pengantin, undangan, lalu tiba-tiba ada aku yang lahir dari hasil hubungan dengan laki-laki lain? aku masih belum paham dengan keadaan ini?"
Aland menelan salivanya, memejamkan bola matanya sejenak, berusaha menghisap rokok nya Beberapa waktu.
"Apa mommy berselingkuh?"
tanya Ailee tiba-tiba.
aland menatap bola mata Ailee beberapa waktu, seketika bola mata itu berkaca-kaca.
"Seorang teman mengkhianati Daddy? menipu Daddy? lalu hal tidak terduga terjadi? mommy memberikan aku pada Daddy? seperti itu kah?"
"Berhenti menanyakan hal itu Ailee"
__ADS_1
kali ini tiba-tiba rahang Aland mengeras, ingatan soal masa lalu menghantam fikiran dan perasaan nya.
"Siapa laki-laki pertama yang menyentuh mu?"
Aland muda jelas marah, melempar semua barang yang ada dihadapannya.
Valentine tampak gemetaran, mundur beberapa langkah dari atas kasur, dia menangis terisak.
"Maafkan aku Aland"
suara nya Terdengar serak
"Aku tanya Kau hamil anak siapa?"
Aland mencengkeram wajah valentine dengan telapak tangan nya.
"Apa keluarga Al Jaber? rencana menjatuhkan perusahaan keluarga juga rencana dia?"
"Maafkan aku Aland, aku benar-benar minta maaf"
Valentine berkali-kali menggesek-gesek kan kedua telapak tangan nya, dia menangis menatap wajah Aland.
akhhhhhh
teriakan Aland menggema di seluruh ruangan.
"Aku khilaf, maafkan aku Aland, maafkan aku"
"Kau lihat bagaimana ekspresi ayah dan ibu ku huh? mereka begitu kecewa saat tahu kau mengkhianati mereka,kau lihat bagaimana wajah wanita tua itu kemarin hah, kau membunuh ayah ku, membunuh suami seorang Wanita"
pekik Aland kesal, menyeret Valentine agar segera turun dari sana.
"Pergi dari sini, pergi dari sini"
"Tidak, tidak Aland maafkan aku, maafkan aku"
"Aku akan mengurus semua surat-surat perceraian nya, aku akan mengirim nya secepat nya"
"Tidak, tidak Aland, maafkan aku, aku memang awalnya berencana mengkhianati kamu, aku khilaf, tapi aku benar-benar mencintai kamu, aku mencintai kamu Aland, aku khilaf"
Valentine terus berteriak histeris saat Aland menyeretnya keluar dari mansion mereka, membiarkan para pelayan mengeluarkan semua barang-barang nya.
"Eksistensi cinta mu sudah tidak dapat aku percaya lagi, berapa kali kau membohongi aku? aku selalu berusaha menyakinkan diri, kau khilaf, tidak mungkin mengkhianati diri ku begitu jauh, tapi sekarang aku tahu aku lah yang begitu bodoh karena mencintai kamu, tergila-gila pada mu"
"Bahkan 3x kehidupan mu tidak akan dapat menghapus seluruh rasa sakit hati ku valentine, cinta ku pada mu mulai hari ini benar-benar hancur berkeping-keping dan musnah begitu saja"
"Aland...Aland...maafkan aku"
"Bahkan jika anak diperut mu bisa menggantikan diri mu untuk mencintai ku, hati ku sampai mati pun jelas sudah terlanjur hancur dan membeku"
__ADS_1
sepersekian detik kemudian aland membiarkan valentine tersungkur didepan pintu mansion mereka, Aland menutu pintu itu dengan sekuat tenaga.
Blammmm
Valentina jelas menangis histeris, dia terus memukul pintu depan, meminta Aland segera membuka nya.
Dia memang jelas memulai rencana untuk menghancurkan Aland bersama Al Jaber family, mereka membuat rencana menjatuhkan keluarga Aland karena dendam dimasa lalu keluarga mereka, tapi seiring berjalannya waktu semua perasaan bisa berubah, dia benar-benar jatuh cinta pada Aland.
Tapi malam itu semua keadaan menjadi kacau, dia fikir seandainya....seandainya saja dia tidak ikut bahrat dan Eden pergi menuju ke villa Al Jaber, kejadian malam itu tidak mungkin terjadi, dia tidak mungkin hamil saat ini.
Aland jelas kecewa saat tahu dimalam pertama mereka dia sudah tidak suci lagi, tapi Aland masih menerima nya, masih mencintai dia, Aland bilang tidak apa-apa,tidak menanyakan kapan, siapa dan dimana itu terjadi, seolah-olah menutup telinga dan matanya sendiri, tapi 1 bulan pernikahan nya, valentine tiba-tiba pingsan, dokter bicara dengan jelas tepat di hadapan Aland.
"Istri anda hamil 3 bulan"
masih dia ingat bagaimana ekspresi Aland, hanya diam mematung tanpa bicara apapun, valentine hanya menebak, marah kah?, benci kah?, kesal dan jijik kah?.
"Jadi kejadian itu baru? bukan sudah lama? siapa? siapa yang melakukan nya?"
pada akhirnya Aland diam, masih menerima, masih memperlakukan dirinya dengan baik, hingga puncaknya saat semua saham Faith Yildiz hancur total, saat tanda tangan Aland berpindah pada perusahaan Al Jaber, saat Aland tahu siapa keluarga di balik valentine berdiri, maka kebencian dan kemarahan Aland jelas membuncah.
"Kau bersekongkol dengan Al Jaber untuk menjatuhkan Faith Yildiz ? kau menjebak ku untuk menghancurkan keluarga ku, valentine?"
"Aland..."
"Apa aku kurang baik pada mu? apa cinta ku kau anggap seonggok sampah yang tidak berarti? jadi cinta mu pada ku hanya sandiwara? hanya kebohongan semata?"
"Aland"
valentine menggelengkan kepalanya, berusaha meraih wajah tampan itu beberapa kali tapi gagal.
"Pergilah, aku perlu waktu untuk berfikir"
Aland membuang wajahnya, enggan menatap dirinya.
dia fikir mungkin masih ada maaf di hati Aland setelah ini.
hingga akhirnya daddy Aland mengalami shok, serangan jantung dan meninggal, seketika semua nya hancur berkeping-keping, cinta nya juga hancur berkeping-keping.
"Apa yang terjadi sebenarnya daddy?"
Ailee bisa melihat kemarahan diwajah Daddy nya, dia menyentuh pelan wajah itu, menatap dalam bola mata Aland.
"Apa yang terjadi sebenarnya?"
Aland berusaha menarik kasar nafasnya, menghisap sisa terakhir rokoknya, menghembuskan nya begitu saja, lantas berdiri kemudian menjauhi Ailee.
"Bersiap lah, kita akan pulang besok pagi"
"Daddy"
__ADS_1