Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Kembali ke Manhattan "Mulai mencari tahu"


__ADS_3

New York city


Manhattan


07.10 pm


malam


Setelah perjalanan panjang Indonesia-manhattan selama hampir 1 x 24 jam akhirnya mereka tiba juga di Manhattan, Selena, Abigail dan Bahrat.


Kepergian ke Manhattan kali ini selain untuk mengurusi proyek terbaru Al Jaber, mereka berencana untuk mencari tahu soal dimana pertama kali Eden ditemukan dulu, karena ada banyak kecurigaan yang terjadi belakangan ini soal Eden.


Mereka pada akhirnya Kembali ke mansion khusus milik bahrat setelah perjalanan waktu yang cukup panjang.



Selama di perjalanan Jelas Bahrat masih enggan bicara dengan Selena, keheningan dan kebekuan terus terjadi di antara mereka, hingga membuat Abigail beberapa kali menekan pelipisnya.


"Aku fikir sebaiknya kita masuk ke kamar masing-masing, membersihkan diri kemudian baru menikmati makan malam bersama"


ucap Abigail cepat


"He em"


Selena hanya mengangguk pelan, membiarkan salah seorang pelayan mengangkat koper milik nya ke kamar yang sudah disediakan Bahrat untuk diri nya.

__ADS_1


"Siapkan makan malam untuk kami"


Bahrat bicara dengan salah satu pelayan nya.


"Baik tuan"



Pada akhirnya Selena menghempaskan tubuhnya ke kasur milik nya dengan perasaan lelah yang mendominasi, mencoba membaringkan tubuhnya sejenak untuk menetralisir segala macam perasaan yang bercampur aduk menjadi satu di ujung kasur.


Lelah selama perjalanan, kesal karena di diamkan bahrat, pusing memikirkan teka-teki tersembunyi Eden dan stress memikirkan hubungan diri nya dan Farhan, Dia jelas benar-benar butuh tempat bersandar paling logis saat ini, tapi jelas saja dia tidak punya satu tangan pun yang bisa dia jadikan tempat bersandar, tidak ada satu dada pun yang bisa dia jadikan tempat untuk memeluknya dengan hangat, dia boleh menangis kah? tapi dia jelas bukan type perempuan cengeng yang bisa menangis di sembarang keadaan, tapi bukan berarti dia perempuan kuat yang benar-benar tidak bisa mengeluarkan air matanya didalam keadaan Terdesak.


Im just tired..!


itu yang selalu dia ucapkan di dalam hatinya.


Bahrat yang biasa nya Begitu memperhatikan dirinya, kali ini pun tidak mau memperdulikan dirinya, kesalahpahaman soal perempuan kemarin malah memperburuk hubungan mereka.


Dia akui, dia mungkin sudah gila, belakangan acapkali merasa kesal dan resah jika beberapa perempuan mendatangi dirinya, berkata jika bahrat adalah kekasihnya, membuat gosip besar hingga memecah keadaan, masuk ke beberapa berita hingga Selena harus menyelesaikan segalanya, dia jelas acapkali merasa jantungnya bertalu-talu saat para perempuan itu terus mengeluh soal bahrat, kemarahan nya jelas memuncak, mendatangi bahrat agar tidak terhubung lagi dengan para perempuan itu, tapi pada akhirnya tetap saja perempuan-perempuan lainnya lagi datang dan melakukan hal yang sama.


Beberapa kali selena menarik kesal nafasnya, mencoba melepaskan jaket miliknya, menanggal kan semua pakaian panjangnya, hingga menyisakan tanktop nya saja, melempar sandal nya ke sembarang arah lantas berusaha memejamkan pelan bola matanya.


Niat hati ingin memejamkan matanya sejenak, tapi siapa sangka Selena malah benar-benar terlelap dalam tidurnya yang panjang untuk waktu yang cukup lama.


********

__ADS_1


"Dimana Selena?"


Bahrat bertanya ke arah abigail saat sadar Selena belum juga menampakkan batang hidungnya.


Abigail hanya menaikkan bahunya.


"Naiklah ke atas, panggil dia"


Bahrat meminta Abigail untuk mencoba memanggil Selena.


"Baiklah"


Namun baru saja Abigail berniat beranjak dari sana, tiba-tiba handphone nya berdering dengan sempurna.


"Bisa kau yang melakukan nya brother? Elma memanggil ku"


ucap Abigail lantas mengangkat panggilan nya.


Pada akhirnya Bahrat dengan perasaan enggan beranjak dari sana, berjalan perlahan menuju ke kamar atas.


Saat dia ingin mengetuk pintu kamar yang di tempati Selena, ternyata pintunya sama sekali tidak terkunci, bahrat memejamkan pelan matanya, menarik nafasnya kasar lantas mendorong pelan pintu kamar itu, tampak Selena berbaring dan terlelap di atas kasurnya.


Bahrat berjalan perlahan mendekati selena, niat hati ingin membangun kan perempuan itu, tapi tiba-tiba Selena menggeliat sempurna, gerakan tubuhnya jelas terlihat begitu indah di mata bahrat.


Seketika bahrat mencoba duduk secara perlahan di samping Selena, memandangi wajah cantik itu beberapa waktu, tangannya secara perlahan menyentuh wajah Selena.

__ADS_1


Tatapan mata itu begitu dalam, Menyusuri tiap lekuk wajah itu cukup lama, sepersekian detik kemudian bahrat menundukkan kepalanya, mencium bibir indah itu begitu dalam.


__ADS_2