Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Kebersamaan ini


__ADS_3

Sejak pagi tidak ada satu orang pun yang pulang ke rumah, bik Sumi malam telepon bakal pulang besok pagi, sedangkan Aland handphone nya sama sekali tidak aktif sejak pagi Hingga menimbulkan kegelisahan dihati Ailee.


oh


Ailee fikir kemana sang daddy sejak pagi?


Beberapa kali Ailee menghembuskan nafas nya, mengintip ke arah teras kamar mereka yang ada di samping kiri berharap Aland segera kembali pulang, tapi laki-laki itu tidak kunjung pulang.


Sebegitu sibuk kah dia?


batin Ailee sambil menggigit pelan bibir bawahnya.


Akhirnya karena di Landa rasa kantuk yang mendalam, Ailee melesat kembali masuk ke dalam. Sejenak dia mengintip ke arah jam di dinding, hampir tengah malam.


Ailee naik perlahan ke atas kasur, merebahkan tubuhnya disana, mencoba mencari posisi tidur senyaman mungkin, perlahan menghantar dirinya tertidur menuju ke peraduan


*******


Entah pukul berapa tiba-tiba Ailee tersentak kaget saat sebuah tangan menyelinap masuk ke dalam perut nya Secara lembut, dengan perlahan dia menoleh ke belakang.


"Ada apa?"


Aland bertanya sambil mengelus-elus perut Ailee.


"Kamu tidur begitu gelisah?"


Aland bertanya cepat, menatap wajah itu penuh kekhawatiran.


Saat pulang kerumah dan mencoba melesat untuk membersihkan diri, dia lihat ailee seolah-olah tidur dalam ketidak nyamanan, berkali-kali menggerakkan tubuhnya Kesana-kemari dengan rasa gelisah yang mendalam.


Karena itu setelah selesai mandi, Aland dengan cepat naik ke atas kasur, merebahkan tubuhnya dibelakang Ailee lantas berusaha memeluk tubuh itu. Mengelus lembut pinggang dan Perutnya beberapa waktu.

__ADS_1


Ailee Saat menyadari siapa yang berguling di belakangnya sambil mengelus perut nya, dia langsung membalikkan tubuhnya secara spontan, sebuah senyuman kecil menghiasi wajahnya, Kemudian perlahan menatap dalam bola mata Aland.


"Kenapa Daddy pulang terlambat?"


Sepersekian detik kemudian malah seperti anak kecil yang ingin menangis karena ditinggal pergi oleh orang tuanya.


Perlahan Alan mencium kening Ailee dalam jangka waktu yang cukup lama lantas memeluk tubuh itu dengan hangat.


"Ada yang harus daddy kerjakan"


Ailee mendesah pelan.


"Cukup sibuk sejak pagi hingga malam hari"


lanjut Aland.


Ailee mengerutkanan dahinya, seketika Aland terkekeh melihat ekspresi Ailee.


ucap Aland sambil menatap dalam bola mata Ailee, mengulum senyum karena wajah dihadapannya itu terlihat begitu lucu.


"Daddy"


rengut Ailee.


Aland tergelak.


"Ekspresi ini seperti seorang istri yang di Landa kecurigaan karena rasa cemburu"


ucap Aland sambil menyentuh ujung hidung Ailee.


"Daddy..."

__ADS_1


Ailee semakin merengek.


Aland menautkan kening mereka, mengelus lembut wajah ailee berkali-kali.


"Jangan khawatir soal perempuan lain, Daddy tidak akan tergoda pada perempuan lain hmm"


Aland terus mengelus lembut wajah Ailee.


"Wajah mu terlihat sangat pucat, apa kamu sakit?"


tanya Aland kemudian.


"Hanya demam sedikit, ini sudah cukup enak"


Jawab Ailee pelan


Aland Tampak diam, secara perlahan mencoba mengelus lembut punggung Ailee.


"Yakin?"


"He em"


Ailee kembali mengangguk cepat, mencoba membenamkan wajahnya ke dalam dada Aland.


Tidak tahu kenapa rasanya begitu menyenangkan, tidak seperti biasa nya. Terasa begitu hangat, wangi dan sangat memabukkan.


Seketika Ailee mendongak kan kepalanya, melihat sang Daddy mulai memejamkan bola matanya.


Secara perlahan ailee naik ke atas, mensejajarkan posisi kepala mereka. Bola matanya memperhatikan wajah Aland dengan seksama, tangan nya secara perlahan menyentuh wajah itu dengan lembut.


Dia selalu berharap rasa kebersamaan ini semoga tidak menghilang di telan Waktu.

__ADS_1


Secara perlahan Ailee mendekati wajahnya, Kemudian dia menautkan bibir mereka dengan sempurna.


__ADS_2