Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Cemburu bertalu-talu "Wanita ja..Lang"


__ADS_3

Catatan \= Yang belum cukup umur bijak-bijak membaca


Edo dan vio


"Pertanyaan nya aneh, apa mungkin terjadi sesuatu antara Ailee dan om Aland?"


Tanya vio cepat saat masuk kekamar dokter Edo,sang kekasih yang tidak lain paman nya sendiri. dia melempar tas nya ke sembarang tempat kemudian merebahkan tubuhnya yang lelah begitu saja ke atas kasur dengan posisi telentang.


perjuangan paman nya untuk mendapatkan dirinya dulu memang luar biasa, laki-laki dewasa begitu pandai menjebak gadis ingusan.


ishhh...


jika ingat itu vio jelas malu, tapi saat ini mereka sudah terbiasa melakukan nya.


usia mereka terpaut hampir 20 tahun, benar kata orang-orang, bersama laki-laki dewasa jelas lebih nikmat meskipun vio memang belum pernah tahu apa rasanya ber..cin..ta dengan laki-laki seusianya, tapi menurut cerita Lea dan Mina, jelas laki-laki seusia mereka terlalu menuntut, tidak pandai dan kurang berpengalaman.


"Dia bilang apa?"


Edo bicara sambil merapatkan tubuhnya ke vio.


"Sayang, aku bau, baru pulang sekolah"


Edo Terkekeh, bukan nya menjauh, dia malah semakin merapatkan tubuhnya pada vio yang tengah berbaring telentang itu, masuk ke ceruk leher nya dengan nakal


"aku suka aroma khas mu, terutama dibawah Sani"


bisik laki-laki itu sambil masuk ke dalam rok sekolah vio, lalu tiba-tiba mengusap ujung da..la..mannya.


"akh..."


vio men..desah.


"Om"


rengeknya manja


"Lalu apa kata Ailee?"


bisik Edo lagi, berusaha menyapu ujung leher vio dengan Li..dah nya.


"Ahhh..dia bilang bagaimana... rasanya ber..cin..ta dengan laki-laki de..Wasa"


suara vio jelas mulai tidak beraturan.


"Om hentikan"


"Aku sedang menginginkan nya sayang"


"Aku mandi dulu"


"Setelah ini baru mandi"


"Aku bau"


"Kau ini cerewet sekali"


setelah berkata begitu Edo dengan cepat menautkan Bi..bir mereka, bergerak naik turun seirama, Li..dan nya membelit dengan sempurna, memaksa vio ikut bermain di dalam sana.


Gadis kecil itu jelas telah terbiasa, dengan cepat kedua tangan nya bertaut di leher oom nya, Li..dah.. nya dengan lincah menaut ke Li..dah oom nya itu, terdengar suara-suara yang memenuhi ruangan itu hingga menambah tingkat andrenalin mereka agar melakukan lebih.


Edo jelas sudah paham betul bagaimana melumpuhkan gadis kecil itu, tangan kanannya secara berlahan menyentuh belakang lehernya, sedangkan tangan kirinya dengan berlahan turun membuka seragam vio secara berlahan, membuka kancing demi kancingnya dengan lincah hingga menyisakan da..la..man yang berwarna merah menyala.tangannya berlahan membuka kancing belakang nya, vio sedikit mengangkat tubuhnya agar oom nya lebih leluasa membukanya dan benar saja smua terbuka secara sempurna, Edo sudah membuang nya entah kemana.


Li..dah yang saling membelit dan bibir bertaut itu langsung Edo lepaskan secara berlahan, kini turun ke bawah, menyesap da..da.indah itu berkali-kali, menciptakan suara-suara indah dari balik bibir vio, kemudian membuat tanda berwarna disana.


sambil lidah dan bibir menyesap, tangan kiri dengan lincah membuka rok vio, hingga menyisaka ce..Lana mini berwarna hitam, jarinya dengan nakal bergerak di luar kain itu.


vio menggila, yah dia mulai menggila, menyentuh kepala itu dengan gerakan kacau,dia me..remas rambut oom nya dengan perasaan menggila, apalagi saat ce..Lana da..lam itu telah menghilang entah dilempar kemana .


"No..no.."


dia terpekik begitu jemari itu masuk ke dalam sana.


"Om..."


Mendengar jeritan vio Edo bukannya berhenti, gerakan jari itu semakin menggila, semakin cepat dan lincah keluar dan masuk begitu saja, dia begitu suka mendengar jeritan-jeritan manja dibalik bibir indah itu.


"Tidak..tidak.."


vio tersengal-sengal, apalagi saat li..dah itu dengan nakal turun ke bawah sana, menyesap dengan sempurna.l, keluar masuk tidak ingin berhenti sama sekali.


"Gila..gila..tidak..om..."


pekik vio saat lidah itu terus masuk keluar dengan sempurna.


vio menggila, tangannya membenamkan kepala oom nya agar semakin masuk ke bawah sana, matanya memejam dengan sempurna.


"Om ber.. henti"


pekik vio tak tertahankan


"Hmm"

__ADS_1


bukan nya berhenti, Li..dah itu semakin menikmati.


oh vio me..leguh, nafasnya terus tersengal


"Om..no..ini.. tumpah"


"Tumpakan lah"


ucap oom nya pelan, dan benar saja pada akhirnya sesuatu mengalir tiba-tiba dibawah sana.


Edo jelas tersenyum senang, menaikkan tubuhnya dan bersiap masuk karena dibawah sana jelas sudah begitu basah dan licin


"aku masuk"


sesuatu awalnya bergesek sempurna membuat vio menggila, kemudian tiba-tiba sebuah hentakan membuat nya berteriak meleng..guh panjang diantara sakit dan ke..nik..matan tiada Tara, Edo benar-benar membawa nya ke langit cakrawala, memompanya dengan cara menggila, membuat tubuh vio bergetar tidak karuanan, kedua tangannya jelas memeluk erat tubuh indah laki-laki itu, tidak mau terlepas karena rasa nik..mat tiba-tiba mendominasi.


"Ahh. Om.."


de..sa..Han demi de..sa..Han membuat Edo semakin menggila dalam bergerak, dia mempercepat laju dirinya.


"Om..."


Edo terus memompa sambil beberapa kali Bi..birnya menyatu dengan milik vio, membungkam bibir cantik itu agar pekikan nya tidak semakin menggila.


"Om"


"hmm"


"keluar..keluar"


vio memberi kode


"Bersama sayang"


Edo mengerti, dia meraih kedua tangan vio, bertaut jemari dan saling menarik dengan kencang, menunggu pe..le..Pasan secara bersamaan


"Uhh.."


"Omm..."


Mereka benar-benar sampai pada titik akhir pe..le..Pasan, terasa begitu lega dan nik..mat.


Edo mencium kedua mata vio, mencium keningnya dengan lembut.


"I love u sayang"


bisik Edo pelan


Saat Ailee pulang sekolah, dengan cepat dia membuka gerbang pintu mansion dengan perasaan bahagia, Louis baru saja mengantar nya di ujung jalan.


Ailee masuk ke dalam langsung menuju ke arah dapur, melihat bik Sumi tengah sibuk memasak.


"Loh kok ada teh? buat siapa bik?"


Ailee bertanya sambil sibuk mencomot gorengan yang dibuat bik sumi.


"Buat tamu"


"Awhh panas"


Ailee bicara sambil menggigit tahu goreng dengan cepat, kemudian memutar-mutar dengan tangan nya.


"Tamu bik? mana?"


Ailee memutar tubuhnya, menoleh Kesana-kemari.


"Siapa? dimana?"


tanya nya lagi sambil kembali menggigit dan mengunyah gorengan yang ada ditangannya.


"Di kamar tuan, di atas"


"oohhh"


Ailee mengangguk cepat, kembali melahap habis gorengan nya, lantas memcuci tangannya.


"Laki-laki? siapa sih bik?"


"perempuan, katanya calon istri Tuan"


seketika gerakan tangan Ailee terhenti


"Apa?"


pekiknya keras


"Non?"


tanpa basa-basi Ailee memutar tubuhnya, naik melewati tangga kemudian melesat masuk ke kamar Daddy nya.


seketika bola matanya membulat, Ailee berteriak histeris.

__ADS_1


"Daddy......"


yah wanita sialan yang entah itu siapa tahu-tahu berada di atas tubuh Daddy nya, jantung Ailee bergerak tidak beraturan, amarahnya jelas bertalu-talu, dia mendekati wanita itu, menarik kasar wanita itu agar menjauhi Daddy nya.


wanita itu dan Aland jelas kaget melihat kedatangan Ailee, secepat kilat dia mengusir wanita itu agar pergi dari kamar Daddy nya.


"Daddy siapa dia"


alih-alih menjawab sang Daddy malah balik bertanya


"Kau sudah pulang? kenapa lebih awal?"


Ailee jelas kesal, mendorong tubuh daddynya dengan perasaan dongkol.


"Siapa wanita ini? kenapa dia ada dikamar kita?"


"Kamar kalian?"


wanita itu mengerutkan dahinya


bagi Ailee wajah wanita itu memang cantik, tapi terlihat begitu murahan.


"Iya, kamar kami"


"Bukan kah dia gadis dewasa Aland? ini aneh jika kalian tidur bersama?"


pekik Ailee kesal


"Baby berhenti berteriak"


Aland Seketika merasa kepalanya tiba-tiba menjadi pening, menarik wanita ini masuk kehidupan nya malah berakibat fatal bagi putri nya.


"Daddy"


seketika bola mata ailee berkabut


"Aku fikir sebaiknya kita bicarakan ini baik-baik"


wanita itu bicara cepat


"Aku tidak mau bicara"


bentak ailee


"Aku bilang pergi dari sini ja..Lang"


pekik nya dengan perasaan menggebu-gebu


"Ailee"


Daddy nya kelihatan marah


Ailee melotot ke arah Aland


"Aku tidak suka ada wanita didalam kamar kita"


"aku fikir ada disalahpahaman disini"


ucap wanita itu cepat.


"Kau yang salah paham, kenapa kau ada di kamar Daddy ku?"


"Aku tunangan Daddy mu!"


seketika Ailee terkejut, dia membeku.


"Ya?"


"Kami akan menikah"


Dan Ailee benar-benar mengamuk saat ini


"Daddy tidak meminta izin pada ku?"


"Hay baby, ini bukan hal yang perlu menunggu izin dari mu kan?"


seketika air mata ailee tumpah


"Daddy kenapa begitu murahan sekali?"


pekik ailee kesal


"Aku benci Daddy"


secepat kilat Ailee keluar dari sana, dengan langkah tergesa-gesa turun dari tangga menuju ke arah luar entah kemana.


Jadi..jadi.. apa yang Daddy nya lakukan kemarin-kemarin memang hanya mempermainkan dirinya saja? bahkan Daddy nya ingin menikah dengan orang lain setelah menjamah tubuh nya, bukan kah itu menjijikkan sekali?


Ailee menangis terisak, terus berlarian tidak tahu kemana.


Ailee jelas marah, dia cemburu, perasaan nya bertalu-talu, bagaimana bisa ada wanita yang tidak dia kenal tahu-tahu menjadi tunangan Daddy nya dan akan menikah dengan Daddy nya begitu saja?

__ADS_1


__ADS_2