Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Lembut Sempurna 21


__ADS_3


Aishe tampak sibuk membersihkan diri di dalam kamar mandi khusus dengan ruangan kaca, dia fikir setelah ini baru pergi membuat sarapan pagi untuk dia dan Murat, tapi saat aishe baru selesai pada sesi mandi, mematikan shower dan selesai menggunakan bathrobe tiba-tiba sang suami masuk begitu saja sambil menggunakan bathrobe dan membawa segelaa anggur di tangan nya.


"Daddy?"


Aishe tampak bingung, Murat langsung memeluk dan mengangkat tubuhnya kembali masuk ke dalam ruangan kaca



dan sebelumnya sempat meletakkan gelas anggur ke pinggir bak mandi terlebih dahulu.


Murat secara perlahan membuka bathrobe milik Aishe dan milik nya.


Aishe masih agak bingung dengan perlakuan murat.


"Daddy?"


"Hmm"


Murat hanya ber hmm ria, sambil memutar posisi mereka.



Dan sepersekian detik kemudian tiba-tiba Murat menarik lembut punggung aishe lantas dengan gerakan lembut juga menyatukan bibir mereka, me..lu..mat nya dengan gerakan yang sangat lamban dan begitu lemah lembut.


Itu yang aishe suka pada diri Murat, laki-laki itu selalu bertindak hati-hati, begitu lembut terhadap dirinya, tidak tergesa-gesa hingga selalu membuat dirinya diperlakukan dengan begitu nyaman dan istimewa, seolah-olah aishe seperti benda yang begitu berharga, takut pecah sewaktu-waktu jika terjatuh.


Sejenak Murat menyalakan air shower di atas mereka setelah itu Murat kembali menautkan bibir mereka, Ciuman lembut itu kemudian secara perlahan berganti dengan belitan Li..dah yg mendominasi, Murat selalu memberikan ruang terlebih dahulu untuk Aishe menarik nafas nya dengan teratur, lantas mengajak aishe ikut mem..Belit lidah dengan gerakan yang begitu teratur.


kedua tangan Murat berada di ujung telinga aishe, 4 jari kiri kanan nya berada di belakang kepala sedangkan jempol kiri kanan nya menggesek pelan sekitaran telinga aishe.


Dengan lembut ciuman dan belitan itu terlepas, bi..bir Murat mulai turun ke dagu nya lantas perlahan menyusuri sekitaran leher nya, seketika de..sa..Han halus lolos dari bibir mungil aishe.


"Dad.."


Pada akhirnya kedua tangan aishe secara perlahan meraih leher Murat dan mengalung kan nya disana.


Tangan Murat secara perlahan turun ke pinggang aishe dan kembali laki-laki itu menautkan bibir mereka untuk beberapa waktu.


"Oh sayang"


Desa..Han lembut keluar dari bibir Murat, perasaan hati nya tiap kali berhadapan dengan aishe begitu sulit untuk dia ungkapkan, rasanya begitu membuncah dan tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.


Murat kembali menyapu sekitaran ke..her aishe dengan gerakan yang begitu lembut, menyesap nya dengan sempurna hingga memberikan beberapa warna di sekitaran lehernya.


Lantas secara perlahan Murat turun menuju ke da..da.. aishe, bermain di ujung da..da.. yang masih berwarna jambu itu dengan lidah nya, sesekali menyesapnya dengan sempurna bagaikan bayi kecil yang mendapatkan tempat pelepasan dahaganya.

__ADS_1


Aishe terus me..Leng..guh, sesekali men..de..sah luar biasa, menggenggam lembut kepala Murat, sambil coba menenggelamkan nya ke dada aishe.


"Akhh"


de..sa..Han manis keluar dengan lembut, apalagi ketika 1 jemari Murat mulai turun dengan perlahan, menyentuh lembut perutnya, menggesek lembut beberapa waktu, lantas turun hingga ke kedua pahanya, gesekan lembut mendominasi terasa begitu aneh bagi aishe hingga akhirnya 1 jari Murat mulai masuk ke bawah sana.


"Akhh Dad"


seketika Aishe memejamkan bola matanya, menikmati sensasi aneh yang membuat seluruh bulu kuduk nya merinding, dan di perut nya terasa ada banyak sekali jutaan kupu-kupu yang berterbangan mengelilingi dirinya.


Apalagi saat gerakan jari itu mendominasi keluar masuk dengan gerakan yang semakin lama semakin cepat hingga membuat Aishe me..nge..rang nikmat bercampur perih menjadi satu.


"Dad..dad.."


elu..Han keluar tidak beraturan di balik bibir Aishe, aishe langsung menggenggam berat lengan Murat, semakin gerakan jemari itu cepat semakin aishe mempererat genggaman nya.


"Akkhh Daddy.."


pekik nya tidak tertahan, dia merasa sesuatu akan tumpah di bawah sana.


"Tumpahkan sayang"


bisik Murat begitu lembut dibalik telinga nya sambil menyesap ujung telinganya secara lembut.


"Daddy"


dan benar saja sesuatu terasa tumpah di bawah sana dengan sempurna.



"Aku akan masuk hmm"


"Ng"


aishe mengangguk pelan


Dan Murat kembali menautkan bibir mereka, bergerak lembut sambil menyesapnya, mengajak aishe terus membelit lidah sambil dibawah sana dengan gerakan lembut mulai menggesek sempurna lantas secara perlahan mulai menyeruak masuk dengan lembut.


"Akhh"


pekikan kecil keluar dari bibir Aishe.


Murat terus membiarkan milik nya menyeruak masuk kedalam sana dengan cara yang sempurna, membuat Aishe menggenggam erat leher Murat dengan tangan nya.


"Sakit?"


bisik Murat pelan

__ADS_1


Aishe mengangguk pelan.


"Aku akan bergerak lembut, membuat kamu terbiasa lebih dulu"


"He em"


Aishe terus menggenggam erat leher Murat.


Hingga akhirnya saat semua terasa masuk dengan sempurna Murat mulai bergerak dengan lembut agar Aishe merasa nyaman lebih dulu, tidak mendominasi dan tidak memaksakan diri, hingga akhirnya ringisan kecil itu berubah menjadi e..Ra..Ngan manja baru Murat bergerak menyesuaikan tempo nya dengan sedikit lebih cepat.


Semakin Aishe men..de..sah nikmat, semakin Murat menaikkan tempo gerakannya hingga menciptakan suara sahut menyahut antara suara dibawah sana dengan air shower yang terus mengalir tanpa henti.



Murat terus bergerak sempurna dengan tempo stabil, sesekali menautkan bibir mereka bahkan sesekali menyesap leher aishe selama beberapa waktu yang cukup lama hingga akhirnya terdengar era..Ngan Aishe yang semakin menggebu dengan ujung jemarinya mulai mencari Jemari murat


"Akhhh Daddy aku..."



Murat tahu Ini waktu nya pelepasan, hingga akhirnya dia semakin mempercepat tempo gerakannya sambil menggenggam erat jemari-jemari Aishe.


Terasa sesuatu yang hangat keluar didalam sana disusul dengan tembakan yang di berikan Murat pada Aishe.


"Sayang, i love you"


bisik Murat lembut sambil memeluk erat tubuh aishe, mencium lembut puncak kepala Aishe dengan begitu hangat.


"I love you too"


jawab Aishe lantas masuk ke dalam pelukan Murat.


*******


Catatan \=


Pagi 1 Agustus 2021


08.00 am


Lubuklinggau


maafkan lah Outhor kasih bonus hareudanggg pagi-pagi


🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏


yang ber2 selamat menikmati

__ADS_1


yang sendiri maafkan saya ya Allah


😘😘😘😘😀😀😀😀🙏🙏🙏🙏😱😱💗😎😎


__ADS_2