
Selena berjalan dengan cepat ke arah salah satu club malam terbaik di new York city itu, mereka mendapatkan informasi soal keberadaan laki-laki lain dari bawahan Murat jika laki-laki itu acapkali berada di club malam ini, satu-satunya orang yang bisa dia minta bantuan andalah Sahabat lama nya yang pernah 1 kampus dengan nya dulu di Manhattan.
"Ini agak gila, kenapa sampai harus berurusan dengan sarang mafia?"
Tanya gadis keturunan Indonesia-amerika itu pelan.
"Aku harus menemui seseorang, menebak teka-teki kematian kakak ku yang telah berlalu terlalu lama"
Winda tampak menoleh ke arah Selena sejenak.
"Sudah memiliki titik kejelasan?"
Selena mengangguk pelan.
"Apa yang kau lakukan di sini? bukankah kau tinggal di Indonesia, winda?"
Selena bertanya sambil mengerutkan dahinya.
"Ada Sedikit pekerjaan"
gadis itu menjawab cepat
"Masih kerja di Ruko tuan burhan?"
Winda mengangguk cepat,berusaha Menyusuri lorong sempit menuju ke suatu tempat.
Sebenarnya Selena agak bingung juga dengan pekerjaan gadis dihadapan nya itu, tuan Burhan nama pria dimana Winda bekerja, punya gudang dan ruko yang mengelola produksi makanan ringan yang Di kirim ke berbagai pelosok Nusantara, hanya saja dengan usaha seperti itu gaya hidup gadis-gadis yang bekerja untuk nya Begitu glamor dan mewah.
Belum lagi Winda dan 2 sahabat lainnya acapkali mondar-mandir keluar negeri tanpa tahu pekerjaan pasti mereka.
berhubung Selena bukan type teman yang nyinyir atau terlalu ingin tahu dengan urusan orang lain maka dia menepis semua pertanyaan dan kecurigaan nya.
mereka memasuki sebuah ruangan elit di dalam club malam paling terkenal di new York city ini, tampak ruangan berwarna biru mendominasi.
Begitu masuk suasana nya jelas cukup membuat Selena mampu menelan Saliva nya, beberapa orang bertubuh kekar tampak berdiri menyambut mereka dan beberapa orang tampak duduk di sudut kursi paling ujung kiri dan kanan ruangan.
Selena mungkin gila, dia memasuki club ini tanpa sepengetahuan bahrat dan abagail, dia benar-benar butuh bertemu dengan laki-laki yang di bicarakan oleh bibi itu dan bertanya empat mata soal sesuatu.
__ADS_1
Winda melesat duduk ke kursi sebelah kanan dimana seorang laki-laki tengah duduk dikelilingi oleh banyak perempuan cantik di sekitar nya, bahkan laki-laki itu sempat saling membelit lidah,saling menyesap tangan nya masih sempat bermain nakal di da..da salah satu perempuan yang ada di samping nya.
tatapan mata laki-laki itu terus menelisik Selena dan Winda secara bergantian.
Wajah tampan yang dominan memang terlihat luar biasa namun pandangan mata nya jelas bisa membunuh siapapun yang melihatnya, gaya duduk nya luar biasa santai, satu kaki bertumpu pada kaki lainnya.
semua perempuan menyingkir dengan cepat ketika dia mulai menaikkan tangan kanannya.
Ujung jari kiri nya terus menggesek bibir indah nya sesaat setelah nmenatap lekat-lekat wajah Winda, Selena dapat memastikan laki-laki itu seperti nya tertarik pada kecantikan Winda. Gadis blasteran dengan wajah unik dan cantik.
Anehnya Winda seakan-akan sudah terbiasa menghadapi situasi seperti ini, gadis itu duduk dengan santai menghadapi laki-laki itu.
Selena langsung ikut duduk dihadapan laki-laki itu, tepat berada di samping Winda.
"Aku suka type gadis Indonesia, cantik mempesona"
laki-laki itu mulai membuka suara nya, terus menatap Winda dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya.
"Suatu kehormatan atas pujian anda, tuan Bern"
"Negosiasi apa yang ingin kau tawarkan untuk dua buah kesepakatan sekaligus?"
what?
tunggu dulu, jadi selain karena memang ingin membantu dirinya, Winda sengaja datang ketempat ini untuk membuat negosiasi lain tanpa sepengetahuan nya sebelum nya.
Selena fikir ini benar-benar gila.
"Berlian De Constanzo"
Winda menaikkan ujung bibirnya.
"2 kesepakatan yang cukup setara, 1 informasi yang ingin gadis ini ketahui, 1 membuat ku masuk ke sarang the red mafia menjadi kekasih pura-pura mu"
Laki-laki itu sejenak terkekeh.
"Aku cukup tertarik dengan berlian nya, aku bisa saja memberikan informasi soal yang teman mu ingankan, tapi seberapa tangguh kau bisa masuk ke sarang the red mafia?"
laki-laki itu menatap tajam bola mata Winda.
__ADS_1
Seketika Winda menarik sesuatu di pinggang nya, sebuah pistol yang membuat Selena bergidik ngeri melihat nya. Para pengawal laki-laki itu dan beberapa orang-orang nya langsung bergerak waspada, namun laki-laki yang dipanggil Bern tadi dengan cepat menaikkan tangannya.
"Mari kita Bongkar dan susun kembali, kau bisa lihat siapa yang lebih dulu menyusun nya hingga ke tarikan pelatuk terakhir"
Oh shit
umpat Selena dalam hati.
Dia yakin jika dia tengah duduk diantara jaringan mafia saat ini,dan Winda jelas tidak sekalem kelihatan nya.
"Deal"
Bola mata itu menatap tajam penuh tantangan ke arah Winda, sejenak melirik ke arah Selena
"Jika dia kalah, dia harus menjadi perempuan one night stand ku, jika dia menang aku akan berikan semua informasi yang kau butuh kan baby"
ucap bern dengan senyuman mautnya.
seketika Selena menelan salivanya.
"Kau akan menjual diri mu pada mafia, Winda"
pekik Selena tertahan
Winda hanya menaikkan sudut bibirnya, terlihat senyuman nya benar-benar penuh misteri Sempurna.
******
Catatan \=
Winda di season novel
BUKAN CHARLIE'S ANGLE'S
(No love, *** and Money)
disarankan jangan baca sekarang, intip-intip boleh sebab belum up masih nunggu PUTRI PERAWAN MILIK DADDY END DULU
__ADS_1