
Seketika senyuman Ailee mengambang Sempurna, menunjukkan raport nya ke arah sang daddy.
dia menaikkan 2 jari tangan nya.
"Duaaaaa"
pelik nya senang
Aland sudah merentangkan tangannya menunggu ailee masuk ke dalam pelukannya.
benar saja Sepersekian detik kemudian ailee melesat masuk ke dalam pelukan Aland.
"Kau luar biasa baby"
Aland bicara sambil mengangkat tubuh Ailee ke atas.
"Belikan aku es krim"
ucap Ailee cepat
"Baiklah"
Aland menurunkan tubuh Ailee, lalu secepat kilat men..cium bi..bir Ailee.
"Daddy"
Ailee merengek
"Hmm"
Aland masih terus menyatukan bibir mereka cukup lama.
tidak lama aland melepaskan pangutan mereka, kemudian menyambar kunci mobilnya yang ada di atas meja.
"Untie aishe tidak menghubungi daddy?"
Ailee bertanya setelah mereka berada di atas mobil, bicara sambil sibuk memasang sabuk pengaman nya tapi gagal.
ishh
dia tampak kesal.aland menyunggingkan senyuman nya, dalam sekali gerakan Aland membenahi sabuk pengaman Ailee.
seperti biasa dia selalu berdebar-debar dengan perlakuan Daddy nya.
"Kemarin iya, hingga sekarang belum"
ucap Aland kemudian
"O..."
Ailee hanya membulat kan bibir nya
"Lalu liburan nya bagaimana?"
tanya Ailee lagi tidak sabaran.
__ADS_1
"Sudah beli tiket, setelah bagi raport baru pergi"
"Untie aishe?"
"Ikut, tapi dengan jadwal penerbangan yang berbeda"
Ailee hanya mengangguk cepat tanda mengerti.
"Daddy"
Ailee bicara sambil memainkan handphone nya.
"Kenapa?"
Aland bertanya masih sambil mengendarai mobil nya, dia fikir akan mengajak Ailee ke mall terdekat sambil mencari handphone baru untuk Ailee.
"Seseorang mencoba mencari ku sejak kemarin"
Ailee bicara tanpa Menoleh ke arah Daddy nya.
"Siapa?"
"Entah, dia guru bilang nama nya Ng...."
ailee menghentikan kegiatan tangannya dalam memainkan handphone nya.
"Ah..rat.., ba..rat,.aduh siapa yah?"
ailee coba mengingat-ingat.
"Ah bahrat Daddy"
"Apa?"
seketika rahang Aland mengeras.
"Kamu menemuinya?"
Ailee menggeleng.
"Tidak, aku bilang pada para guru, aku tidak menemui orang asing Selain Daddy"
"Itu bagus"
ucap Aland cepat.
sial mereka mulai menemukan Ailee.
umpat nya dalam hati.
"Kamu akan kuliah dimana setelah lulus SMA?"
tanya Aland tiba-tiba.
"Hmmm aku belum memikirkan nya"
__ADS_1
"Daddy akan kembali ke Manhattan beberapa bulan lagi"
"Ya?"
seketika Ailee menoleh ke arah Aland, dia menatap bola mata Daddy nya dalam-dalam.
"Daddy akan pergi lagi? kembali ke Manhattan? tidak pulang dalam waktu yang lama?"
Aland tampak diam mendengar pertanyaan itu, terus fokus dengan mobilnya, berbelok ke kanan untuk masuk ke area parkiran bawah mall yang ada di hadapannya.
"Kita sudah sampai"
Aland bicara sambil memarkirkan mobilnya dengan apik, berniat mematikan mesin mobil nya tapi langsung dicegah Ailee.
"Jika aku tidur dengan daddy, memberikan ke..pe..rawanan ku, bisa memberikan daddy kepuasan pada Daddy, bebas Daddy perlakuan seperti apapun, apa Daddy tidak akan meninggalkan aku lagi?"
seketika bola mata Ailee berkaca-kaca, menatap wajah Aland dengan sejuta kesedihan.
Aland menelan kasar salivanya, sebenarnya tujuan nya Begitu, tapi ternyata respon Ailee jelas di luar pemikirannya.
"Ailee"
"Jika aku memberikan semua nya dari ujung kaki ku hingga ujung kepala ku, Daddy akan terus membawa ku kemana pun?"
kali ini tangis Ailee pecah.
"Daddy selalu ingin pergi meninggalkan ku, tidak bertanya bagaimana perasaan ku, aku ..aku..."
dia terisak
"Aku begitu bahagia saat tahu Daddy kembali, seperti orang gila melesat pulang saat bibik bilang daddy akan kembali,tapi rupanya Daddy masih diperjalanan, aku menunggu Daddy hingga lewat tengah malam, tapi belum juga kembali, hingga tertidur dengan mata sembab karena menahan rindu bertahun-tahun"
"Begitu bangun pagi aku berharap Daddy berada di kamar ku, tapi yang terjadi Daddy terlelap dikamar Daddy, aku seperti orang gila masuk kekamar Daddy berkata betapa aku rindu pada Daddy"
"Apa daddy tahu perasaan ku saat ada wanita di kamar daddy? begitu hancur, aku marah dan cemburu, aku benar-benar ingin membunuh Wanita itu kemarin tapi aku menahannya"
"Kau tahu daddy? ini salah, aku tahu aku salah, tapi aku benar-benar tidak bisa lagi berpisah jauh dari Daddy"
"Aku tidak mau tinggal terpisah lagi, karena itu aku rela tidur di kamar Daddy"
"sekarang daddy bilang ingin kembali ke Manhattan, ingin meninggalkan aku lagi"
Aland terdiam, dia menatap wajah imut itu yang menangis dan mengeluh sejak tadi.
oh se tersiksa itukah kamu selama ini Ailee?
"Jika dengan memberikan seluruh tubuh dan hidup ku pada daddy bisa membuat ku bisa terus bersama Daddy, Ailee mau.. asalkan kita tetap bisa tinggal bersama selamanya"
"Kau yakin?"
Aland bertanya sambil menatap dalam bola mata indah itu.
Ailee mengangguk mantap.
"Kita akan kembali ke Manhattan setelah kelulusan"
__ADS_1
sepersekian detik kemudian ailee langsung menyambar tubuh Aland, masuk kedalam dekapannya dan menangis bahagia didalam dada bidang itu dengan posisi yang sangat tidak menguntungkan bagi Aland.
Oh sial, ini di mobil sayang.