
Bahrat secepat kilat meraih handuk di samping bathtub, menutup tubuh selena dengan sebuah handuk, dia tahu kekacauan akan terjadi sebab jelas terdengar kericuhan di luar sana,saat ini dia dan Selena sama-sama tanpa mengguna kan apapun di tubuh mereka saat ini.
Oh shit.
umpat bahrat.
Lebih tepatnya mereka sama-sama dalam keadaan Telan..Jang.
God..!!
Selena jelas langsung kaget saat bahrat menutup tubuhnya dengan handuk, secepat kilat dia berbalik, wajah nya merah padam karena malu.
Suasana macam apa ini?
pekik Selena histeris dalam hati
Jelas-jelas Dia tadi tanpa sengaja melihat milik Bahrat,dan tidak mungkin laki-laki itu tidak melihat miliknya tadi.
Oh tuhan, oh tuhan, oh tuhan...!!!
Rasanya dia ingin pura-pura pingsan saja saat ini, atau dia berharap tiba-tiba terjadi gempa bumi, atau badai tsunami menghantam agar dia bisa kabur secepatnya dari hadapan laki-laki itu.
Bahrat dalam hitungan detik keluar dalam bathtub, menarik handuk mandi milik nya untuk segera dia gunakan saat ini juga.
Oh Damn it!
__ADS_1
maki Bahrat dalam hati.
Sepersekian detik kemudian abagail dan beberapa pelayan masuk ke dalam kamar mandi.
"Ada apa?"
Abagail menyeruak masuk, Seketika laki-laki itu mengerutkan dahinya, agak terkejut melihat 2 sosok manusia tampak berdiri canggung masing-masing dengan handuk mandi di tubuh mereka masing-masing.
"Apa ada sesuatu yang tidak aku ketahui?"
Bahrat ingin menjelaskan tapi Selena segera memotong nya.
"A..da kesalahpahaman disini, a..ku hanya salah masuk kamar mandi"
Selena bicara sedikit Canggung dan gemetar, mencoba membalik tubuhnya.
Beberapa pelayan juga sedikit shok, mereka fikir kenapa tubuh majikan nya dan perempuan ini sama-sama basah, apa telah terjadi hal tidak terduga di antara dua sosok manusia berlainan gender itu??.
Abigail menatap Selena beberapa waktu, bola mata nya sedikit tidak berkedip saat menatap paha dan dada mulus Selena.
"Jaga pandangan mata mu Abigail"
bahrat melotot marah.
"Berikan dia bathrobe"
Bahrat bicara cepat ke pada salah satu pelayan.
"Baik tuan"
secepat kilat pelayan itu memberikan Selena bathrobe mandi agar segera Selena gunakan, sekilas bahrat menaikkan ujung bibirnya.
__ADS_1
Jauh Lebih baik.
ucap nya dalam hati.
"Bukan kah uncle seharusnya mandi di sini? kenapa Selena bisa ada didalam sini juga?"
Abigail menatap curiga, bergantian memandangi wajah bahrat dan Selena.
"Kran kamar mandi ku tidak mau hidup, bak mandi nya juga tertutup, aku fikir sebaiknya kekamar mandi yang tidak digunakan orang lain tadi, rupanya aku tidak tahu jika bahrat juga menggunakan kamar mandi ini"
Selena bicara masih dengan perasaan gemetaran, dia beberapa kali mencoba menyentuh tengkuk lehernya,sejak tadi tidak berani menatap ke arah bahrat.
Rasa malu luar biasa menghantam dirinya, dia jelas memang sering melakukan sesi ciuman, pegang-pegangan atau bahkan saling menyentuh dengan Farhan, tidak lebih dari itu. Bahkan meskipun pernah dekat dengan Murat, mereka hanya melakukan sesi ciuman, luma..Tan bibir atau bahkan pelukan tidak lebih, baru kali ini seorang laki-laki secara jelas melihat seluruh lekuk tubuhnya secara gamblang dan langsung.
"Ini hanya kesalahpahaman, lupakan saja"
ucap bahrat sambil memijat kepalanya yang tiba-tiba sakit.
Coba bayangkan, untuk ukuran laki-laki dewasa seperti dia disuguhkan tubuh polos tanpa sehelai benang pun tepat dihadapannya bagaimana rasanya? benar-benar meningkat kan kadar testosteron, li..bido nya jelas menanjak naik secara drastis tanpa basa-basi.
Tubuh indah, berisi, mulus dan terawat secara alami, begitu indah dan padat membuat otak bahrat secepat kilat sempat tidak berfungsi dengan baik tadi, tapi begitu Selena berteriak histeris, seluruh tingkat kesadaran nya langsung memukul kepalanya tanpa basa-basi.
Damn it.
"Sebaiknya biarkan dia kembali ke kamarnya, tolong periksa kran dan bathtub milik Selena besok pagi"
Bahrat memijat-mijat kepalanya, meminta semua orang agar segera menyingkir dari sana.
Selena jelas lebih dulu kabur dari sana, masih dengan wajah memerah sambil berusaha memukul-mukul kedua belah pipinya karena malu.
__ADS_1