Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Tragedi Hati Bermula


__ADS_3

Ailee secara perlahan menyentuh wajah Aland yang tengah tertidur pulas dihadapannya, wajah tampan itu ketika tersentuh kulit tangan Ailee terasa begitu kasar di tangannya karena jambang sang daddy sudah mulai tumbuh banyak di sekitaran wajahnya.


Ailee menatap lama wajah Aland, masih menyentuh nya beberapa waktu sambil berfikir betapa dalam sesungguhnya luka hati sang Daddy dalam waktu yang begitu lama? Sehingga perihal di masa lalu bahkan bisa mengubah seseorang dengan cara yang begitu mengerikan.


Bik Sumi bilang Daddy nya dulu orang yang begitu baik, lembut dan hangat, memperlakukan mommy nya begitu istimewa, lalu semua keadaan mulai berubah di saat setelah pernikahan Daddy dan mommy nya, dalam beberapa Minggu semua keadaan langsung menjadi kacau balau.


Apakah kisah masa lalu begitu rumit Daddy? sesakit apa hati mu saat itu Daddy?


tanya Ailee dalam hati, kemudian secara perlahan Ailee mendekati wajahnya pada Aland, dia mencium pelan bibir daddy nya untuk waktu yang cukup lama.


Ailee tersenyum kemudian kembali menyentuh wajah sang Daddy tapi Tiba-tiba tangan Aland menyentuh lembut tangan Ailee, bola matanya membuka secara perlahan, Ailee sempat terkejut beberapa waktu.


"Belum tidur?"


Aland bertanya sambil menatap dalam bola matanya, seketika wajah Ailee memerah, dia menggeleng pelan.


Aland menarik lembut tubuh Ailee, memasukkan nya kedalam dekapannya.


"Tidurlah"


ucapnya sambil mengelus lembut kepala Ailee.


**********


Setelah berkeliling ke Gramedia dalam beberapa waktu untuk mencari beberapa buku pelajaran, ailee dengan tergesa-gesa menuju ke arah kasir untuk membayar buku-buku pilihan nya, beberapa kali dia melirik ke arah jam tangannya dengan perasaan khawatir berfikir sang Daddy pasti sudah terlalu lama menunggu Dirinya di parkiran bawah.


Setelah membayar buku tersebut, dengan langkah tergesa-gesa Ailee berlarian menuju ke pintu kamar lift.


"Waiitttt"


pekik Ailee saat pintu tersebut akan tertutup, tapi dengan cepat seseorang mencoba untuk menahan pintu lift nya agar tidak tertutup.


Ailee mengembangkan senyuman manisnya, langsung melesat masuk ke dalam sambil membungkukkan tubuhnya ke arah laki-laki yang menahan pintu lift tadi.


"Terima kasih, tuan"


ucap nya masih dengan senyuman yang mengembang dengan indah.


laki-laki itu menatap cukup lama wajah Ailee, hingga akhirnya perempuan di samping nya mencoba untuk bicara padanya.


"Eden, apa kau mendengar kan ku?"

__ADS_1


Ramira tampak kesal, karena sejak tadi dia bicara laki-laki itu sama sekali tidak mendengarkan dirinya.


"Eden?"


Eden langsung tersentak dari pemikiran nya, membuang wajahnya dari pandangan nya pada Ailee lantas segera menatap wajah ramira.


"Kau bilang apa?"


"Lupakan saja"


rengut ramira dongkol.


Ailee tampak mengerutkan dahinya begitu sang daddy menghubungi Dirinya, secepat kilat dia mengangkat panggilan nya.


"Sebentar lagi aku sampai di parkiran daddy"


ucap Ailee buru-buru,lantas segera mematikan panggilan nya.


Tringg


begitu pintu lift terbuka, ramira langsung melesat keluar, Eden tampak tidak bergeming, hanya menatap punggung Ramira yang mulai menjauh, ramira mengerutkan dahinya.


"Pergilah lebih dulu, aku harus mengambil sesuatu di parkiran bawah"


"Ya?"


Ramira menaikkan alisnya, menatap Eden lantas menatap gadis cantik belia yang ada disamping Eden secara bergantian.


Oh God, jangan bilang kau mengincar gadis kecil lagi kali ini.


geram ramira dalam hati.


"Terserah pada mu"


oceh nya dan dalam sepersekian detik kemudian pintu lift langsung tertutup, meninggalkan Eden dan Ailee saja didalam kamar lift nya.


"Suka baca gendre detektif?"


tiba-tiba Eden membuka suaranya, menatap wajah cantik disamping nya itu.


"Ya?"

__ADS_1


Ailee langsung menoleh ke arah Eden, agak bingung kemudian langsung tersenyum.


"Ya, cerita nya sangat menyenangkan, penuh misteri dan teka-teki"


jawab nya cepat dengan antusias.


"Suka Alfred Hitchcock? Kisah mereka begitu luar biasa"


seketika bola mata indah Ailee membulat


"Tentu saja, tapi sudah sangat mustahil mendapatkan koleksian mereka, aku selalu gagal mendapatkan buku-buku nya, sudah tidak ada lagi dipasaran"


"Aku punya banyak koleksian nya, kau bisa memiliki nya jika mau"


seketika Ailee mengerutkan dahinya, menatap laki-laki asing berwajah tampan di hadapannya itu, usianya Ailee fikir sama seperti daddy nya, sama-sama masih tampan dan berkharisma, dilihat dari pakaian nya dapat Ailee tebak, laki-laki itu pasti seseorang yang cukup berkuasa.


"Benarkah?"


Ailee bertanya dengan begitu antusias.


"Aku akan memberikan beberapa koleksian nya padamu, saat muda aku sering membeli nya dengan double series"


Ailee langsung tersenyum senang, melebarkan senyuman indah nya dengan tatapan cantik luar biasa, membuat Eden terus menatap Ailee dengan perasaan yang sulit dia jelaskan dengan kata-kata.


"Berikan nomor handphone mu"


"Ah, sebentar"


Ailee langsung merogoh tas selempang nya, mencari buku dan pulpen, lantas setelah mendapatkan nya dengan cepat memberikan nya pada laki-laki dihadapan nya itu.


Tringgg


begitu pintu lift terbuka, Ailee dengan cepat membungkukkan tubuhnya ke arah Eden.


"Kita akan sering bertemu setelah ini"


Eden bicara sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Ya?"


Ailee tampak bingung, hanya tersenyum sambil menyentuh tengkuknya sejenak, lantas melesat pergi menuju ke arah mobil milik daddynya diparkir kan.

__ADS_1


__ADS_2