
Saat Aishe terkejut membulat kan bola matanya, dia baru sadar ternyata sang suami sudah berada tepat di hadapannya, entah kapan laki-laki itu datang dan masuk ke kamarnya, Aishe fikir Hanin pasti menghubungi sang suami.
Murat tampak menatap dalam bola mata Aishe, terlihat jelas bola mata itu sudah Habis menangis, sedikit bengkak dan masih meninggalkan bekas merah disana.
"Daddy"
ucap Aishe pelan, kemudian tiba-tiba dia mencelos, baru 1 hari tidak bertemu,dia malah persis seperti anak kecil.
"Mari bicara dari hati ke hati Aishe, ini hanya kesalahpahaman hmm"
Murat berusaha menyentuh wajah Aishe Secara perlahan, dia takut jika perempuan kecil ini menolak sentuhannya.
"Bukankah sebuh pernikahan memang akan selalu dibumbui dengan konflik?"
ucap Murat pelan sambil mengelus lembut wajah Aishe.
"Salah satu kunci pernikahan yang sehat adalah ketika kita dan pasangan tidak melupakan afeksi atau kasih sayang hmm"
__ADS_1
"Bagaimana Tiap pasangan memang perlu menjaga hubungan untuk tetap mesra. Di mana masing-masing individu bisa melakukan komunikasi dua arah, saling memberikan pandangan, dan idealnya juga bisa saling mengembangkan satu sama lain, ketika kesalahpahaman terjadi kita saling bertanya antara satu dengan yang lainnya kan?"
Aishe menggigit pelan bibir bawahnya.
"Aku sengaja tidak mengejar mu tadi setelah berfikir untuk memberikan kamu waktu untuk mencerna semua keadaan"
ucap Murat pelan, berusaha menjelaskan semuanya Secara Perlahan.
"Jangan gampang terpengaruh pada perkataan orang lain yang mungkin cara penyampaian nya salah, sebab efektif nya lidah dan mulut seseorang dalam menyampaikan berita berbeda-beda kan?"
ucap Murat lagi sambil berusaha menyentuh kedua wajah Aishe, seketika bola mata itu berembun, sepersekian detik kemudian tahu-tahu air mata nya tumpah ruah.
"Daddy membohongi ku"
Aishe mulai terisak, memejamkan bola matanya sambil terus menangis.
"Daddy membohongi diri ku, bohong soal banyak hal, bohong soal konsep pernikahan kita"
__ADS_1
Murat mencoba menghapus air mata Aishe.
"Maafkan aku Aishe, mungkin aku bohong perihal keluarga kita, tapi aku tidak bohong soal kata-kata ku soal mencintai kamu, aku tidak pernah membohongi soal konsep pernikahan kita, perasaan ku tulus pada mu aishe, tidak ada sandiwara atau settingan belaka"
"Mungkin benar Aku hampir lupa, salah satu landasan yang perlu diingat dalam menjaga komitmen pernikahan tentu saja terkait dengan kejujuran. Tidak hanya membohongi pasangan, kebohongan yang dimaksud juga terkait dengan pola pikir diri sendiri, ‘kebohongan’ yang lambat laun aku percaya yang ternyata bisa merusak pernikahan"
"Mungkin soal masa lalu dalam keluarga kita aku terpaksa berbohong aishe, tapi soal perasaan aku pada mu, itu murni hmm"
"Aku beberapa kali ingin bicara pada mu, Hanya saja aku belum tahu harus memulai nya dari mana sayang, aku hanya belum siap bercerita, dan aku takut kamu belum siap untuk mendengarkan nya, hingga membuat semua kebahagiaan yang baru kita dapatkan hancur seketika"
aishe masih terisak.
"Tapi semua perihal masa lalu masih di pertanyaan kan, masih ada banyak teka-teki yang terjadi membuat semua keluarga Al Jaber menyusun teka-teki Aishe, semua yakin ada kesalahpahaman dimasa lalu, hingga berakhir pada realita yang memecah 2 keluarga"
"Selena dan uncle bahrat sedang menyelidiki semuanya, aku mohon jangan langsung berfikiran yang tidak-tidak, aku mencintai kamu aishe, benar-benar mencintai kamu hmm"
Murat dalam hitungan detik langsung memeluk erat tubuh aishe, seoalah-olah takut sang istri kembali mencoba untuk lari.
__ADS_1