Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Masih di masa lalu


__ADS_3

masih 24 tahun yang lalu


Kevin menatap tajam bola mata valentine, menelisik gadis itu dari ujung kepala hingga ke ujung kakinya, gadis itu duduk di atas mobil tepat di samping nya, sejak awal valentine jelas takut menatap wajahnya.


Sejenak Eden palsu mendengus melihat valentine, kemudian dia menarik kasar nafasnya.


"Saat dirumah Al Jaber, bersikap baiklah pada kakak "


Bocah laki-laki itu bicara sambil menepuk-nepuk ujung Kepala valentine.


seketika valentine menelan salivanya,. mengangguk lantas menangis tertahan tanpa berani mengeluarkan suara.


"Aku bukan orang yang terlahir jahat, tapi waktu acapkali bisa mengubah karakter seseorang, Jadilah anak baik maka aku akan menjadi baik, jika satu saja suara mu keluar bahkan terhadap saudara mu Selena, maka aku pastikan Selena akan menerima akibat dari perbuatan mu, kau paham?"


valentine mengangguk pelan.


"Bagus"


Kevin membuang pandangannya, tatapan mata dingin yang suka menelisik diri seseorang dari ujung kaki hingga ke ujung kepala itu selalu menjadi ketakutan tersendiri untuk diri valentine.



sejenak valentine tercekat ketika mereka tiba di sebuah rumah yang begitu mewah, beberapa pelayan tampak berdiri menyambut mereka, salah satu pelayan itu membukakan pintu mobil mereka.


"Selamat datang kembali tuan muda Eden"


Sapa salah satu pelayan dihadapan mereka.


Secara perlahan mereka keluar, tampak semua orang menyambut kedatangan Kevin sebagai Eden palsu, Selena menyeruak ke dalam pelukan valentine dengan sejuta kebahagiaan.

__ADS_1


"Valentine"


tampilan glamour dan mewah sang kakak sangat kontras dengan dirinya.


Kemudian Mereka membawa Eden palsu dan valentine masuk kedalam rumah itu.



Tapi sesosok seorang bocah laki-laki tampak menatap Eden palsu sambil mengerutkan dahinya dari arah ujung tangga paling atas, tatapan bola matanya tampak begitu dingin.


"Apa kalian yakin, dia Eden Al Jaber?"


Bocah laki-laki itu bertanya dengan tatapan yang begitu dingin.


Eden palsu jelas mendongak kan kepalanya, balik menatap dingin bocah laki-laki di ujung tangga itu.


"Kau semakin dewasa, kak Murat"


"Kau seperti orang asing bagi ku"


ucap Murat cepat, mencari sosok seseorang di antara semua orang.


"Lakukan tes DNA pada Eden, pastikan tidak ada orang asing yang masuk Keluarga Al Jaber"


tiba-tiba seseorang bicara dari arah samping.


Bahrat tampak bicara sambil menyalakan pamatik nya, menyulut rokok yang ada di ujung bibirnya.


"Kau meragukan identitas ku, paman?"

__ADS_1


Bahrat mendengus, enggan menatap Eden palsu.


"Aku hanya merasa kau bukan Eden di 7 tahun yang lalu, sedikit cukup berbeda"


Eden palsu Terkekeh.


"Kau bisa memeriksa DNA ku paman"


"Okey, kau bisa menemukan kamar lama mu boy?"


Eden palsu menyeringai.


"ini seperti sebuah ujian dalam jebakan?"


"Tidak juga, kami tidak merasa seperti itu"


Murat bicara sambil mendekati Eden, menatap wajah itu begitu lama.


"Tidak ingin memberikan pelukan pada adik m"


Eden palsu bicara sambil merentangkan kedua tangannya.


Murat memeluk Eden Sejenak, tidak tahu kenapa firasat nya berkata ini bukan saudara nya, tidak ada rasa kontak batin khusus saat dia memeluknya, seolah-olah Eden adalah orang asing yang datang tiba-tiba.


Meskipun rahang wajah dan perawakannya sama, tapi Murat jelas meragukan nya.


"Dimana Daddy dan mommy?"


Eden palsu bertanya cepat sambil melepaskan pelukannya.

__ADS_1


"Kita akan mengunjungi nya setelah jam makan malam"


__ADS_2