
"Hey"
tiba-tiba Louis sudah berdiri tepat disamping nya, menyapa dengan senyuman penuh cinta.
"Louis..."
ailee jelas bahagia, disaat begini bertemu dengan Louis.
"membeli handphone baru?"
tanya Louis cepat
Ailee mengangguk, bola matanya terus menyusuri etalase, mencari handphone dengan fasilitas yang baik.
"Sendirian?"
Louis kembali bertanya
"Dengan daddy"
jawab Ailee cepat, dan dang Daddy tengah turun ke lantai bawah mencari toilet sejak tadi.
"Ini malam Minggu"
bisik Louis ke telinga Ailee.
tiba-tiba Ailee menghentikan pandangan no matanya ke seluruh etalase, dia mengangkat kepalanya lantas menoleh ke arah Louis, wajah mereka hampir beradu.
Iya bukan kah malam ini malam Minggu? tempo hari Louis mengajak nya kencan, dia hampir lupa.
"Aku masih menunggu"
ucapnya sambil tersenyum, mengelus lembut ujung kepala Ailee.
seketika terdiam, menatap dalam bola mata itu.
ah betapa baik dan manisnya.
"Apa yang kau lakukan?"
seketika suara daddy nya memecah seluruh keadaan, ailee jelas melonjak kaget, sedangkan Louis mengerutkan dahinya.
"Daddy"
jantung Ailee jelas berdebar tidak menentu, takut jika-jika daddy nya salah paham.
"Daddy?"
__ADS_1
Louis menoleh ke arah Ailee
"Dia daddy ku"
"Oh sore om"
Louis bicara sambil menundukkan kepalanya.
dia fikir ini agak aneh.
ini Daddy Ailee? kenapa muda dan begitu tampan? seperti bujangan dewasa yang belum beristri?
batin Louis.
Dia fikir sedikit tidak masuk akal laki-laki seperti ini sudah memiliki putri sebesar Ailee, tinggal satu rumah dan.. seketika pemikiran aneh menyergap otak nya.
tidak mungkin.
"Dia siapa?"
Aland jelas enggan menatap wajah Louis, dia melotot menatap tajam ke arah Ailee.
"Teman satu kelas ku dad"
ucap Ailee cepat.
"ah "
"Aku harus pergi sekarang, aku menunggu pesan mu Ailee"
seketika Louis berniat pamit, bicara ke arah Ailee sambil melebarkan senyum manisnya.
"He em"
Ailee mengangguk cepat lantas melambaikan tangannya tepat didepan dadanya.
"Maaf om, aku permisi dulu"
ucap nya lantas segera beranjak dari hadapan mereka.
Aland menatap tidak suka, membuang pandangannya Kemudian memeluk erat pinggang Ailee, Louis sempat melirik sambil mengerutkan dahinya.
"Sudah mendapatkan nya?"
bisik aland pelan
Ailee menggeleng, menoleh cepat kearah Aland .
__ADS_1
"Mana yang bagus Daddy?"
"Sesuai selera mu"
"Aku buruk dalam memilih"
"Bagaimana kalau yang ini?"
Aland bertanya sambil menunjuk kan jari nya pada handphone model keluaran terbaru.
"Itu kelihatan nya cukup mahal"
"Bukan masalah"
**********
Ailee jelas tertidur selama diperjalanan pulang, setelah mendapatkan handphone nya, Aland membawa Ailee mencari beberapa pakaian baru juga barang-barang yang disukai putri nya, dia fikir kapan terakhir kali dia memberikan apapun pada Ailee?
tidak pernah.
Dia menghela nafasnya berat, menatap wajah Ailee Sejenak setelah mereka tiba di mansion.
Niatnya ingin membangun kan Ailee, tapi melihat gadis itu terlelap Karana kelelahan, pada akhirnya dia memilih menggendong Ailee masuk menuju kamar mereka, naik Berlahan ke atas, mengunci pintu kamar Kemudian meletakkan secara lembut tubuh kecil itu ke atas kasur.
seketika Aland mengerutkan dahinya saat melihat handphone Ailee terus bergetar dan berkedip-kedip.
Aland memeriksa satu persatu pesan yang masuk termasuk kotak panggilan masuk nya.
seketika Aland mengeraskan rahangnya, saat tahu seorang laki-laki mengirimkan pesan ke pada Ailee.
kencan?
jangan mimpi
seketika Aland menghubungi nomor yang terus menghubungi Ailee, dengan perasaan menggebu dia mencoba menahan kekesalan nya.
"Halo, Ailee?"
terdengar suara seorang laki-laki dari ujung sana.
"Mulai hari ini, jangan sekali-kali kamu mengganggu hidupnya, jika tidak aku akan mematahkan satu persatu tulang kaki dan tangan mu"
setelah berkata begitu, Aland langsung menutup panggilannya, menghapus panggilan keluar serta seluruh riwayat panggilan lainnya, menghapus pesan-pesan terakhir Yang ada di handphone Ailee.
dia naik ke atas kasur, menatap wajah Ailee dalam-dalam, kemudian secara berlahan menautkan Bi..birnya pada bibir gadis itu.
Kau hanya milik ku, tidak ada yang boleh memiliki mu selain diri ku.
__ADS_1
Ucap Alan dalam hati.
kemudian secara berlahan dia membaringkan tubuhnya di samping Ailee, memeluk gadis itu dalam diam, mencium puncak kepalanya beberapa kali dan ikut terlelap bersama hingga pagi.