Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Begitu mencintai nya 21 "Memperlakukan dirinya penuh cinta"


__ADS_3

Murat jelas terkejut mendengar ucapan Aishe, awalnya sempat membeku karena Bingung, namun detik berikutnya Murat mengembang kan senyuman nya, dia fikir adakah ini merupakan Kesabaran yang membuahkan hasil luar biasa?.


Sepersekian detik kemudian secara perlahan Murat meraih wajah cantik itu dengan kedua belah telapak tangannya, Murat mendarat kan ciuman yang begitu lembut dan hangat ke bibir Aishe.


Menyapu bibir mungil itu dengan begitu lembut dan penuh cinta, sangat lembut dan tidak tergesa-gesa, takut jika-jika aishe Sulit menarik nafas nya dengan baik.


Lu..ma..Tan demi lu..ma..Tan yang mendominasi terus Murat berikan, hingga akhirnya secara perlahan li..dah nya menyusup lembut ke dalam rongga mulut aishe.


Awalnya nya aishe bingung, ini terasa begitu aneh, ini adalah untuk ke dua kalinya Aishe merasakannya setelah tempo hari, dengan orang yang sama tapi kali ini Murat benar-benar melakukan nya jauh lebih lembut dari pada tempo hari.


Murat mencoba membelit Li..dah nya didalam sana, mengajarkan Aishe untuk ikut Melakukan nya dan membalas belitan nya. Cukup lucu karena aishe jelas begitu amatir, bukan type berpengalaman dan Murat tahu ini untuk pertama kalinya bagi gadis itu.


Aishe jelas memejamkan bola matanya, selain malu karena rasa nikmat oleh ciuman yang begitu dalam dia mulai menenggelamkan dirinya dalam kenikmatan yang baru pertama kali dia rasakan.


Apalagi saat bi..bir Murat tahu-tahu secara perlahan turun ke dagunya, menyapu lembut dengan lidah nya hingga naik ke tulang lehernya.


"Ahh.."


seketika rasa malu menyeruak, saat desahan lembut keluar dari bibir Aishe.


"No..jangan malu, men..de..sah lah"


bisik Murat di Balik telinga nya, lantas dengan lembut Murat menyapu telinga Aishe, memainkan lidah nya disana dengan begitu sempurna.


"Dad.."


Aishe lagi-lagi men..de..sah lembut.


Murat terus menyesap tulang Atlas (leher atas) Aishe dengan begitu lembut sembari tangan nya mulai melepaskan pakaian aishe secara sempurna hingga meninggalkan ********** yang berwarna hitam. Dengan gerakan lembut tangan Murat membuka kancing dalaman atas milik Aishe dari arah belakang hingga akhirnya terlepas sempurna, menampilkan dua tonjolan yang berukuran begitu sempurna, padat dan berisi.


Secara perlahan tangan Murat Menyentuh da..da itu, meraupnya begitu lembut dan penuh cinta. Seketika membuat Aishe merasa aliran listrik menyentak hingga ke ubun-ubun nya, apalagi saat jemari Murat Menyentuh ujung nya, seketika Aishe meremang hingga mengeluarkan de..sa..Han menggila. Bahkan saat tiba-tiba kepala Murat turun ke sana, menyapu da..da nya dengan gerakan lembut bahkan menyesap nya dengan sempurna seperti anak bayi yang mendapat kan pelepasan nya, Seketika aishe me..le..guh dan menjerit kecil.


"Daddy"


dia menyentuh kepala laki-laki itu, meremas rambut Murat dengan erat.


Sembari menyapu dan menyesap da..da aishe, tangan kiri Murat turun dengan perlahan ke bawah sana, menyentuh lembut mulai dari perut, pusat, turun hingga ke paha aishe, mengelus nya dengan gerakan lembut guna merangsang di bawah sana agar bergerak menggeser posisinya.


Jelas saja Aishe yang awalnya menutup rapat-rapat kakinya seketika bergerak dan membuka gerakan hingga akhirnya jemari Murat bermain di luar kain tipis yang menutupi di bawah sana, sepersekian detik kemudian penutup di bawah sana entah menghilang kemana lantas terasa satu jemari Murat telah masuk perlahan dengan sempurna hingga membuat otak Aishe tiba-tiba mendapatkan aksi potensial yang meningkatkan rangsangan. saat jemari itu bergerak dengan lembut keluar masuk seketika Pembuluh darah nya tahu-tahu mengembang dan mengalir ke arah Bawah sana, Aishe merasakan ada jutaan kupu-kupu seolah-olah menggelitik dirinya, begitu menyenangkan dan membuat dirinya terhanyut sempurna.


Gerakan itu semakin mendominasi hingga acapkali membuat Aishe meracau tidak jelas, mengeluarkan suara-suara memalukan bahkan menyebut kata Daddy berkali-kali.


"Daddy"


Aishe me..de..sah tidak karuanan, otak nya Seketika benar-benar buntu dan menggila, tapi murat lagi-lagi dengan cepat menautkan bibir mereka, me..lu..mat nya dengan gerakan lebih cepat dari di awal tadi, mendominasi. belum lagi gerakan dibawah sana yang semakin menggila, diantara perih dan nikmat secara bersamaan kemudian tahu-tahu bi..bir murat sudah berpindah kebawah sana, memainkan lidah nya dengan sempurna bahkan laki-laki itu menyesap nya dengan sempurna.


Gerakan Murat dibawah sana semakin menggila dan seketika membuat Aishe merasa sesuatu akan tumpah saat ini juga.

__ADS_1


"Akhh Daddy..aku.."


dia berusaha menarik ujung kasur kiri dan kanannya dengan erat karena merasa sesuatu akan tumpah di bawah sana.


"Keluarkan lah"


ucap Murat pelan lantas terus memainkan li..dah nya di bawah sana.


"Ahhh.."


Aishe me..lenguh dan benar saja sesuatu benar-benar menyembur dengan sempurna.


Lalu tiba-tiba Murat sudah berada tepat di atasnya, mendarat kan ciuman lembut nya ke Bi..bir aishe, mencium lembut puncak kepalanya.


"Yakin?"


tanya Murat lembut, menelisik bola mata gadis itu begitu dalam.


Aishe dengan wajah sayu nya mengangguk pelan


"Ini akan sakit awalnya, tapi aku akan coba bergerak selembut mungkin hmm"


Aishe kembali mengangguk.


Seketika Murat mencium kedua bola matanya, dengan lembut kakinya membuka ke dua kali Aishe Secara perlahan.


"Sayang, tatap mata ku"


Murat bicara sambil menyentuh wajah Aishe


Dengan cepat aishe menatap wajah Murat.


"Aku akan masuk perlahan hmm, jika sakit atau kamu ingin berhenti katakan saja hmm"


ucap Murat begitu lembut, tangannya membenahi beberapa lembar rambut Aishe yang menutupi wajah cantik nya itu, lantas tangan Murat meminta tangan Aishe memeluk pinggangnya.


"Jika ingin terus, saat terasa sakit kamu boleh membagi kesakitan mu, membenamkan kuku-kuku mu di pinggang bahkan di punggung ku hmm"


Aishe mengangguk pasrah.


laki-laki itu kembali menautkan bibir mereka dengan lembut, membawa Aishe kembali mendayung ke cak..rawala, kembali membuat Aishe terlena dengan lu..matan dan be..litan Li..dah nya hingga tiba-tiba di bawah sana bergerak cepat memaksa untuk masuk.


"Akhhh"


Aishe seketika berteriak histeris, melepaskan pangu bibir mereka karena rasa sakit dibawah sana sungguh luar biasa.


"Daddy"

__ADS_1


"Mau berhenti?"


Aishe tampak diam, kemudian menggeleng pelan.


dengan gerakan lembut Murat kembali bergerak masuk secara berlahan, kali ini Murat mencoba menghentakkan nya dengan sekali gerakan dan


"Akhhh'


Aishe kembali berteriak kecil, rasa perih, sakit dan entah apalagi mendominasi, kuku-kuku aishe jelas menancap sempurnah di punggung Murat, dia sempat menggigit pelan bahu Murat dan jelas air matanya secara spontan tumpah seketika.



Murat diam sejenak, dia tahu saat ini dibawah sana masuk dengan sempurna, terasa sesuatu yang hangat mengalir dibawah sana, seketika dia menarik ujung bibirnya, gadis ini memang belum pernah terjamah sebelumnya.


Murat mencium kedua belah mata aishe, menghapus pelan air mata itu, dia belum bergerak, membiarkan Aishe terbiasanya dulu dengan milik nya untuk beberapa waktu hingga akhirnya Murat mulai bergerak secara perlahan.


oh God.


dia fikir ini pertama kalinya dia berlaku begitu lembut pada seorang gadis ketika di atas kasur, takut jika-jika apa yang dia lakukan menyakiti aishe, meskipun dia tahu itu tidak mungkin terjadi.


Awalnya memang begitu menyiksa bagi Aishe, sangat pedih, perih dan sakit yang mendominasi di bawah sana, tapi perlakuan Murat yang begitu lembut membuat dia terlena, dia masih terus menancapkan kuku-kuku dipunggung Murat hingga akhirnya laki-laki itu mulai bergerak sempurna, mengganti kan rasa perih, pedih dan sakit menjadi rasa baru yang begitu aneh.


Pompahan itu awalnya begitu lembut lama-lama berganti sedikit lebih cepat, Murat kembali menautkan bibir mereka, menciptakan hal baru untuk Aishe secara sempurna, lucu nya aishe berkali-kali mengeluarkan suara-suara yang di anggap nya memalukan, semakin Murat memompa nya semakin Aishe menge..rang, men..de..sah bahkan merasakan sensasi penuh gai..rah di bawah sana, laki-laki itu jelas begitu pandai membawa alur, menyeret aishe pada pusaran baru yang menghanyutkan, menerbangkan diri nya ke langit cak..rawala.


Cukup lama hingga aishe merasa lagi-lagi sesuatu dibawah sana akan tumpah.


"Daddy"


Suara de..Sahan dengan sedikit tersengal-sengal terdengar mendayu di balik telinga murat, seolah tahu ini Waktunya pelepasan untuk Aishe, dengan cepat murat berbisik.


"Bersama"


Seketika tangan Murat menggenggam erat jemari-jemari Aishe, terus memompa di bawah sana dengan sempurna



Dan benar saja sesuatu Benar-benar tumpah di bawah sana, sepersekian detik kemudian tiba-tiba Aishe merasakan sesuatu yang hangat menghantam dinding rahim nya.



"Terima sayang, i love you so much".


bisik murat Penuh cinta,secara perlahan Murat mencium kening Aishe, mencium kedua kelopak matanya, mencium pipi kiri dan kanannya, mencium hidung mancung itu, mencium dagu nya terakhir kembali me..lum..at bibir indah itu untuk waktu yang begitu lama.


Ah, Bagaimana mengatakannya sayang??


kau membuat aku tergila-gila pada mu.

__ADS_1


Batin Murat kemudian langsung memeluk tubuh Aishe penuh dengan cinta.


__ADS_2