
Setelah melewati kegiatan panas, aishe dan murat tampak bersantai di atas kasur sambil menaikkan kaki mereka kebelakang, aishe tampak sibuk membuka masalah yang beberapa lembar isi nya soal baby baby imut.
"Katakan pada ku sayang, apakah sudah siap untuk memiliki anak-anak?"
Murat bertanya sambil mengelus rambut Aishe dengan tangan kanannya.
"Jika belum siap, kita bisa pergi ke dokter sekarang untuk minta solusi penundaan kehamilan"
Aishe sejenak diam, tampak menimang-nimang
"Hmm aku belum tahu"
jawab nya pelan.
"Jangan berbohong seperti di film-film menggunakan obat kontrasepsi agar tidak hamil hmm"
Murat bicara lagi, membalik tubuhnya, diikuti Aishe,mereka mengubah posisi menjadi duduk dan saling menatap antara satu dengan yang lainnya.
"Mari terus menjalin komunikasi yang intensif, agar tidak terjadi lost komunikasi antara kita, aku ingin di antara kita selalu terjadi komunikasi yang seimbang, saling mengurai pendapat dan bicara antara satu dengan yang lainnya ketika merasa tidak nyaman atau cocok"
Murat menyentuh lembut wajah Aishe
"He em"
Aishe mengangguk pelan
__ADS_1
"Sama seperti soal anak"
lanjut murat
"Meskipun untuk pasangan menikah Kehamilan merupakan kabar yang sangat ditunggu-tunggu dan menggembirakan. Akan tetapi, tidak demikian bila kehamilan tersebut di luar rencana kan?"
ucap Murat cepat
"Aku tidak ingin ada Dampak Psikologis Kehamilan yang Tak Direncanakan hmm"
"Bukankah kita tahu kehamilan yang tidak direncanakan pasti memiliki dampak psikologis bagi calon ibu, aku tidak ingin kamu mengalami nya"
“akan jadi momok mengagetkan dan akan menimbulkan kebingungan, sehingga Kebingungan akan menimbulkan sebuah tekanan, lantas karena Tekanan hingga menimbulkan stress pada diri mu"
Aishe tampak terus menatap wajah Murat, mengembangkan senyuman nya atas apa yang Murat bicarakan.
“Pertama Berkurangnya minat memelihara kandungan ini adalah salah satu dampak psikologis yang akan berakibat buruk pada kesehatan janin,”
"Kedua sang Ibu bisa jadi terus menyalahkan apa yang terjadi sehingga mengalami depresi di masa kehamilan. Ini bisa punya efek ke perkembangan janin dan kesehatan mental anak yang dikandungnya.”
"Ketiga Mengalami Kesulitan Menjalani Peran sebagai Istri dan Ibu"
"Untuk wanita karir seperti kamu Setelah melahirkan, depresi bisa tetap berlanjut. “Masih ada risiko postpartum depression atau depresi pascamelahirkan, Seorang ibu dengan depresi akan mengalami berbagai kesulitan dalam perannya baik sebagai seorang istri maupun ibu."
"Sebagai istri, ada perasaan kesal, bersalah, yang mungkin menghalangi bersikap baik ke suami. Sebagai ibu, ada juga kesulitan untuk melakukan pengasuhan. Terutama bila kehadiran si anak dirasa bisa menghambat dirinya sendiri, seperti karier,”
"Ke empat akan Bermasalah pada Kesehatan Mental"
__ADS_1
"Bila semua hal ini tetap berlanjut, bahwa kepuasan ibu terhadap dirinya sendiri akan lebih rendah. Karena berbagai macam penyesalan, kesejahteraan psikologisnya menurun. Merembet lagi hingga masalahnya yakni ke kesehatan mental si ibu,”
"Dan Menyelesaikan kehamilan dengan cara aborsi bukan solusi dan bukan berarti akan menyelesaikan masalah begitu saja,Justru efek psikologis dari perasaan bersalahnya akan bertahan lebih lama,”
"Hmm aku tidak pernah berfikir hingga sejauh itu soal aborsi"
jawab aishe sambil menyentuh wajah Murat
"Aku hanya tidak ingin kamu belum siap"
Aishe tertawa renyah, menyatukan hidung nya dengan Murat.
"Daddy berfikir sejauh itu untuk kebaikan ku"
Kemudian tiba-tiba bola matanya berkaca-kaca.
"Aku sangat beruntung mendapatkan suami seperti Daddy"
ucap Aishe dengan rasa haru.
"Bukankah Suami mempunyai peran penting dikala istri hamil? Jika memang sudah waktunya, aku tidak akan menolak atau keberatan, sebagai seorang suami daddy mesti siap untuk menjadi pendengar yang cukup sabar, terutama pada kehamilan pertama,"
"Kita akan berbagi peran ketika rejeki itu datang"
bisik Aishe pelan
"Mari ikuti alur, kapan pun tuhan memberikan kepercayaan pada kita, aku pasti dengan lapang hati menikmati nya"
__ADS_1
Tampak sebuah senyuman indah mengambang di wajah Murat, dengan jutaan kebahagiaan dia langsung memasukkan tubuh itu kedalam dekapannya.