
"Uncle seperti nya kita ... upsss...oh God"
Abigail yang punya kebiasaan masuk ke ruangan orang lain tanpa mengetuk pintu lebih dulu jelas sontak langsung terkejut, berusaha membalikkan tubuhnya saat melihat pemandangan tidak menguntungkan di hadapannya barusan.
Bahrat jelas berada di atas tubuh Selena, di atas kursi sofa, dalam kondisi yang cukup di bilang PANAS.
"Tidak bisakah kau mengetuk pintu saat akan masuk?"
Bahrat jelas terkejut, begitu juga selena, Dengan gerakan cepat Bahrat menyingkir dari tubuh gadis itu, membantu Selena membenahi posisi duduk nya dan membenahi rambut nya yang sedikit acak-acakan serta pakaian nya yang sedikit naik ke atas.
"Tidak bisakah kalian mengunci pintu jika ingin melakukan... apa istilah anak jaman sekarang? wik wik?"
Abigail terkekeh
Wajah cantik Selena jelas tersipu merah, cukup malu dengan ucapan Abigail bahkan dia tidak berani menatap wajah bahrat saat ini.
Dasar kau Abigail....kau bilang apa? Wak wik, memang nya kami sudah sampai sejauh itu?.
umpat Selena kesal
Bahrat hanya bisa mengulum senyumnya kemudian kembali melesatkan ciuman di bibir gadis itu.
Mumpung Abigail membalik tubuhnya.
Kau...!
Selena menggigit bibir bawahnya.
fikir bahrat
"Aku tidak minta jawaban nya sekarang, fikirkan dengan baik-baik, jangan terlalu terburu-buru"
Bisik nya pelan.
"Oke, apa masih ingin meneruskan sesi ber..cin..ta kalian?"
__ADS_1
Tanya Abigail kesal, sebab dia fikir 2 umat manusia itu terus berbisik-bisik di belakang nya sejak tadi.
"Kau bisa berbalik sekarang"
ucap bahrat cepat.
"Oh God, bagus "
Abigail langsung berbalik, menatap wajah Selena beberapa waktu.
"Oh ayolah sayang, bersikap biasa saja jangan terlalu malu"
Abigail terkekeh melihat ekspresi wajah Selena, berjalan mendekati mereka berdua lantas ikut duduk di atas sofa.
"Kau belum mengeluarkan nya bukan?"
"Oh shit, tutup mulut mu"
Ucap bahrat sambil memelototi Abigail.
Laki-laki itu sejak dulu memang terlalu jahil.
Bahrat mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Ah aku hampir lupa, kau tahu seperti nya kita mendapatkan berita cantik saat ini"
Maksudnya?"
Selena menaikkan alisnya.
"Kevin memiliki seorang adik perempuan, tepatnya itu bukan adiknya tapi anak dari saudari perempuan nya yang meninggal"
Bola mata Selena jelas membulat sempurna.
"Apa?"
__ADS_1
"Dan kau tidak akan percaya ini sayang"
Apa lagi?
Itu fikir Selena, dia tahu betul Eden manusia yang Paling cepat dalam mendapatkan informasi dibandingkan dirinya.
"Dia tinggal 1 apartemen dengan Eden Al Jaber yang sebenarnya"
"What?"
Seketika bola mata Selena terbelalak kaget, menatap Abigail dengan pandangan tidak percaya.
"Seperti permintaan mu kemarin untuk mencari tahu keberadaan Bern, aku tidak sengaja melihat Kevin Burja berada di apartemen yang sama, menemui seorang anak gadis remaja. Saat aku tanya siapa gadis itu pada security, mereka berkata itu adalah adik nya dan itu adalah apartemen mereka, aku sama sekali tidak tahu jika Kevin burja memiliki seorang adik perempuan, hingga membawa ku pada Satu penyelidikan yang berakhir begitu sempurna selama 3 hari penuh ini"
Abigail terus menjelaskan panjang lebar, bahrat tampak diam mendengar kan penjelasan Abigail.
"Dan kalian tidak akan percaya tipuan yang dibuat uncle Karl untuk Kevin di masa lalu soal anak saudari perempuan nya"
Selena dan Bahrat saling menatap dalam wajah Abigail dengan jutaan rasa penasaran.
"Uncle Karl memanipulasi soal ayah gadis itu, dia berkata jika Faith Yildiz adalah ayah dari gadis itu, padahal realitanya, Faith Yildiz mengangkat ibu dari gadis itu menjadi putri nya di masa lalu tanpa diketahui banyak orang"
"Ya?"
"Karl memanipulasi kematian saudari perempuan Kevin Burja, membuat sang suami mengira istri nya kabur membawa lari putri nya setelah Faith Yildiz meninggal, laki-laki itu tidak bisa menuntut hak asuh anaknya, karena pernikahan mereka dilakukan secara sirih saat itu dan laki-laki itu pernah membuat surat perjanjian dengan Faith Yildiz"
"Dia menunggu gadis itu berusia 17 tahun untuk mengambil alih hak asuhnya"
"Dan kau tahu siapa suami dari saudari perempuan nya?"
Selena menggeleng pelan.
"Pengusaha berlian AFTA AL FATTAH dari uni emirat Arab"
"Apa?"
__ADS_1
"Kali ini Karl benar-benar akan mati di tangan banyak orang"
Seketika Selena menelan salivanya, menatap Abigail dan Bahrat secara bergantian.