
Om my God
Saat aishe berjalan ke arah depan, seketika dia terkejut begitu melihat sosok Eden berjalan di ujung sana mengarah ke arah diri nya, secepat kilat Aishe membalikkan tubuhnya dan berniat lari dari hadapan Eden.
Kata-kata soal penjahat kelamin jelas begitu mengerikan sekali, tapi belum sempat dia memutar sempurnah, tahu-tahu Eden memanggil nya.
"kakak ipar, kenapa kau seperti sedang menghindari ku beberapa waktu ini?"
oh God.
aishe menaikkan bola matanya, bibirnya mengerucut ke atas, sepersekian detik kemudian aishe langsung menoleh, mengembangkan senyuman manisnya sambil menatap wajah Eden yang rupanya sudah berdiri tepat dihadapan nya.
"Oh tentu saja tidak"
tentu saja iya lah, memang nya siapa yang mau ketemu laki-laki aneh seperti kamu.
Eden berjalan begitu santai menuju ke arah nya, menyunggingkan senyum devil nya ke arah Aishe.
"Dimana kakak ipar?"
Eden bertanya sambil menatap aishe dari ujung kaki hingga ke ujung kepalanya.
ckckck ingin sekali ku congkel mata mu saat berani nya menatap diri ku.
umpat aishe dalam hati.
"Sedang ada rapat di atas, aku menunggu nya selesai beberapa waktu lagi"
Eden menaikkan ujung bibirnya, mencoba merapatkan tubuhnya ke Aishe.
aihhh???!
Aishe mundur beberapa langkah
"Bagaimana soal tawaran tempo hari?"
Eden bicara sambil berusaha menyentuh pipi kiri Aishe, tapi dengan cepat Aishe memukul tangan Eden dengan kedua telapak tangan nya saling beradu.
plakkkk
"Wah lalat nya besar sekali"
ucap Aishe cepat sambil bola mata nya Kesana-kemari.
seketika Eden menaikkan alisnya
__ADS_1
"Aku baru tahu ada lalat di kantor Al Jaber, seperti nya aku harus mempertanyakan kinerja para cleaning servis nya"
Ucap Aishe lagi
"Ah iya, adik ipar bicara apa tadi?"
Aishe kembali bertanya sambil mengembangkan senyumnya semanis mungkin.
Eden yang awal nya ingin marah langsung Terkekeh.
"Baiklah"
Eden bicara kemudian menarik cepat pinggang Aishe, jelas saja gadis itu terkejut.
My God, dasar otak cabul.
"Aku tanya soal kesepakatan kemarin"
Eden berusaha mendekatkan wajah nya ke wajah aishe.
"Yang mana?"
Aishe memundurkan kepalanya, seketika kinerja otak nya bekerja dengan sempurna.
"Uncle bahrat, apa kabar?"
secepat kilat Eden melepaskan pelukannya dan merasa sedikit panik,ikut menoleh ke belakang.
Dan ternyata.
Kaburrrrr
Aishe secepat kilat kabur meninggalkan Eden.
Laki-laki itu jelas terpaku beberapa waktu karena sadar tidak ada siapapun di belakang nya, dan saat dia kembali menoleh ke depan, aishe jelas sudah menghilang bak ditelan bumi.
Seketika Eden tertawa di tahan, memegang keningnya dengan jemari kanan nya.
"Ok kau memang gadis yang luar biasa, unik dan menarik"
Saat kabur tanpa diduga Aishe menabrak seseorang.
Buggg
"Akhhh"
__ADS_1
dia meringis sempurna, mendongak ke atas melihat siapa yang dia tabrak barusan.
"Kenapa sayang?"
Murat mengerutkan dahinya.
"Aku baru saja melihat orang gila hahaha"
Aishe bicara sambil memegang ujung keningnya.
"Sakit?"
Murat menyentuh pelan keningnya, memijat nya secara perlahan.
"Tidak begitu"
"Orang gila siapa?"
Murat bertanya sambil melepaskan pijatan tangan nya.
"Bukan siapa-siapa"
jawab aishe cepat, lantas langsung menoleh kekiri dan kekanan.
"Rapatnya sudah selesai?"
"Hmm"
Murat hanya ber hmm ria lantas memutar balik tubuh aishe.
"Waktu nya pulang kerumah"
bisik nya kemudian.
"Sudah harus pulang?"
Aishe bertanya sambil mulai berjalan ke depan.
"Bagaimana dengan belanja bahan makanan?"
"Mau langsung berangkat sekarang?"
"Bukan ide buruk kan? kita sudah kehabisan bahan makanan di rumah"
"Baiklah"
__ADS_1
dan obrolan panjang terus terjadi hingga akhir.