Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Aliya Burja


__ADS_3

23 Tahun yang lalu


Seorang wanita berusia 40 tahuan tampak sibuk menata bunga di dalam vas ruang tamu milik mereka, terkadang tersenyum senang sambil terus merangkai susunan bunga di beberapa tempat, seorang perempuan muda tampak sibuk menata meja makan di dapur sambil sesekali melirik ke arah sang majikan.


"Bik sumi yakin tahun ini tidak pulang kampung?"


Wanita itu bertanya cepat sambil tangan nya masih sibuk merangkai beberapa bunga.


"Yakin nyonya"


"Aland kemana? kenapa belum kelihatan?"


Tanya nya kemudian.


"Kata Tuan sepulang sekolah langsung mau jemput neng Aliya"


Mama Aland tersenyum senang sambil menggelengkan kepalanya perlahan.


"Mereka cukup cepat beradaptasi"


Ucap mama Aland pelan.


"Persis seperti pasangan kakak adik"


Bik Sumi terkekeh, bicara sambil meletakkan beberapa macam makanan di meja makan.


Mama Aland melirik ke arah jam dinding, sudah lewat makan siang fikirnya.


"Seperti nya cukup terlambat pulang"


Bik Sumi ca cuma mengangguk pelan.


"Nah itu seperti nya mereka nyonya"


Bik Sumi langsung berjalan kedepan, menyambut 3 anak beranak itu pulang, meraih tas sekolah Aland dan Aliya.


Meskipun baru 1/2 tahun di angkat menjadi putri oleh keluarga Faith Yildiz, Aliya cukup pandai berbaur.


Gadis itu di ambil nyonya nya di sebuah rumah penampungan, setelah tahu gadis itu adalah putri salah satu pekerja di Al Jaber yang mengalami kecelakaan kerja hingga menyeret gadis itu pada kehidupan yang begitu tragis, membuat nyonya nya memutuskan untuk mengangkat gadis itu menjadi anak nya, ditambah memang sang nyonya hanya memiliki satu anak laki-laki, mengambil anak perempuan menjadi pilihan yang cukup bijak.


Apalagi nyonya Faith Yildiz tahu jika tuan Burja pekerja yang begitu giat dan jujur, dia fikir bibit bebet bobot anak nya pasti juga baik, bahkan hampir 1/2 tahun tinggal bersama mereka, Aliya jelas tidak pernah banyak bertingkah, selalu menurut dan patih soal banyak hal.


"Ma"

__ADS_1


Aliya bicara sambil berlarian ke arah mama Aland


"Kemari sayang"


Gadis itu mencium cepat sang mama


"Wahhh makanan sudah siap"


Papa Aland tampak langsung melesat masuk ke dapur di ikuti Aland.


"Ayam panggang"


Aland bicara langsung mencomot salah satu ayam di atas meja makan.


"Aland, cuci tangan dulu"


Mama nya bicara sambil menggeleng-geleng kan kepalanya.


"Upsss.."


Aland langsung meletakkan ayam itu ke mulut Aliya"


"Alandddd"


laki-laki itu terkekeh langsung melesat ke belakang.


**********


"Nyonya seperti orang hamil"


ucap bik Sumi tiba-tiba.


"Sejak kemarin muntah terus, mana minta buah yang asam-asam terus sejak kemarin"


Bik Sumi bicara sambil memejamkan matanya karena merasa ngilu saat ingat nyonya nya makan jeruk asam yang katanya manis.


Sejenak mama Aland mengerutkan keningnya, berusaha menghitung jadwal bulanan nya.


"Masa sih bik?"


Tanya nya tercekat.


"Aland bisa protes punya adik di usia remaja ini"

__ADS_1


Mama Aland bicara sambil berusaha mencari kalender.


************


"Pa.."


Mama Aland tampak bicara saat mereka tengah bersantai sambil menonton televisi di dalam kamar mereka.


"Kenapa?"


"Coba buat wasiat untuk Aliyap, buat masa depan dia"


"Loh kenapa?"


Papa Aland mengerutkan dahinya.


"Hanya khawatir soal masa depan dia"


"Kamu itu kalau ngomong suka sembarangan, kan ada kita yang bakal jaga anak-anak, yang kecil saja belum lahir"


Papa Aland bicara sambil menyentuh pelan perut istrinya yang mulai membesar.


Seolah tidak peduli ucapan suaminya, dia kembali bicara.


"Bukankah putra Al Fattah suka sama Aliya? masa depannya cukup baik kalau Aliya menikah dengan putra Al Fattah"


"Itu kalau Aliya suka ma"


"Aliya suka kok, mama bisa lihat gelagat Aliya waktu ketemu sama Afta di kantor papa"


Papa Aland tampak diam.


"Dia masih terlalu muda untuk menikah ma"


"Biar Tunangan dulu nggak apa-apa"


"Mama kenapa sih?"


"Nanti buat tabungan untuk Aland dan calon adik nya, untuk jaga-jaga buat ke depan"


"Mama ah, ngomong nya itu dari kemarin aneh-aneh"


Tidak tahu kenapa dia hanya merasa khawatir soal masa depan anak-anak nya, seolah-olah firasat nya berkata, sesuatu yang buruk akan terjadi di masa depan.

__ADS_1


"Mungkin bawaan hamil, jadi selalu berfikir yang tidak-tidak"


ucap mama Aland sambil berusaha memejamkan bola matanya.


__ADS_2