
Dan Seperti kata Farhan
Perempuan itu jelas sungguh luar biasa, menerobos masuk ke kamar nya, tanpa aba-aba menautkan bibir mereka, merapat kan tubuhnya, bergerak nakal dengan cara sempurna, menyentuh Dirinya dengan cara yang sungguh membuat laki-laki manapun bisa bertekuk lutut secara sempurna.
Bahkan suara halus mendayu-dayu itu mampu dengan cepat menaikkan ge..lora di jiwa, membuat Aland berfikiran dia cukup luar biasa, meskipun Aland bukan tipe laki-laki yang cepat merasa puas dengan sesuatu.
Sapuan hangat di bibir jelas mendominasi, tangan kiri perempuan itu jelas sudah berpengalaman luar biasa memainkan perannya, dari suasana dingin dan malam kelam yang membuat Aland enggan perempuan itu mampu menciptakan sensasi panas yang menjalar dengan cepat, saat perempuan itu terus memainkan peran nya turun ke bawah secara berlahan, bermain cantik hingga membuat Aland cukup bisa menggila pada akhirnya Aland membuat Aland enggan berada di bawah,dia bukan tipe laki-laki yang mau di kuasi, dia lebih suka mendominasi, akhirnya Alan mengubah posisi, lantas dengan gerakan cepat membuat perempuan itu ikut menikmati permainan,membuat dia terus meneriakkan nama nya berkali-kali, mengeluarkan suara-suara indah bak biola yang digesek dengan kayunya, Aland pada akhirnya mulai menerobos masuk dengan cara luar biasa, menciptakan peluh yang luar biasa keluar tanpa Henti, memompa berkali-kali hingga sampai pada puncak ke indahan yang hakiki, berkali-kali beberapa ronde tercipta hingga akhir.
"Oh suck, ini cukup luar biasa"
umpat Aland kemudian saat terakhir mencapai titik tertinggi nya, ini adalah hal terakhir yang harus dia capai, setelah itu dia akan menghentikan semuanya.
Jelas perempuan itu kewalahan mengimbangi dirinya yang tidak juga merasa lelah, bahkan perempuan itu berkali-kali meminta berhenti sejak tadi.
Brrrhhhh
puncak akhir terasa begitu luar biasa, membuat tubuh Aland menerjang semuanya secara sempurna, dia cukup merasa senang pada akhirnya malam ini bisa melepaskan segala has..rat tertunda nya karena melihat Ailee dalam beberapa puluh jam ini selama bersama dirinya, tidur samping gadis kecil itu jelas membuat dibawah sana menggila sejak kemarin, karena itu dia dengan isengnya memberikan tanda merah di da..da gadis itu.
"Kau boleh keluar, uang mu ada di atas nakas"
Dia bukan type romantis yang harus mencium lawan nya setelah pergulatan, Aland jelas merupakan manusia paling dingin yang tidak peduli pada perasaan perempuan manapun yang telah memberikan dirinya keindahan serta ke..nikmatan yang hakiki.
Setelah itu laki-laki itu langsung terlelap dalam tidur nya, melupakan semua permasalahan nya begitu saja.
*******
"ckckckckck"
Farhan jelas berdecak kesal
"Kau benar-benar selalu tidak peduli pada lawan sehabis menghujani diri dengan keindahan hakiki Aland"
Farhan bicara kemudian masuk ke dalam kamarnya.
"Sungguh keterlaluan"
"He em"
Aland yang masih mengantuk enggan menjawab, dia hanya ber dehem ria.
"Dia cukup kesal karena kamu tidak mencium nya untuk mengucapkan terima kasih"
Aland tiba-tiba tertawa terbahak-bahak
"Pe..lacur tetaplah pe..lacur, mereka hanya memberikan kepuasa dan mengharapkan imbalan, tidak mengharapkan ucapan terima kasih dari penikmat nya Farhan"
"Yeah, it's you"
"jam berapa sekarang?"
Tanya Aland dengan perasaan enggan
"7.45 pagi"
"What?"
__ADS_1
Aland jelas terpekik kaget, meraih handphone nya lantas melirik ke beberapa panggilan tidak terjawab.
Ailee dan bibi Sumi.
"Ya Tuhan, dia terkurung dikamar sejak sore kemarin"
jelas saja Aland kelabakan, langsung meraih pakaian nya dengan cepat, menggunakan semua nya dengan tergesa-gesa.
"Damn it"
Dia berlarian menuju arah tangga lift, turun ke bawah menuju ke parkiran mobil nya.
sial
umpat nya kesal
Bik sumi menatap panik ke arah Aland ketik laki-laki itu datang langsung memarkirkan mobilnya, masuk ke rumah lantas melesat naik langsung ke atas, membuka pintu kamar dengan gerakan cepat dan panik.
"Tuan semalam kemana?"
bik Sumi menangis panik, mengikuti langkah Aland dengan perasaan bercampur aduk jadi satu. Ailee jelas sejak siang kemarin belum makan, kunci kamar Aland yang membawanya, ingin naik dari arah depan tidak tahu menggunakan apa. bik Sumi tahu pasti hal buruk terjadi pada putri laki-laki itu.
Tubuh Ailee jelas sudah tergeletak lemas di kasur, wajah nya memucat,lemas bahkan tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.
"Ailee, Ailee"
Aland berusaha menepuk-nepuk wajah Ailee, jelas kepanikan terpancar di raut wajahnya.
"Hubungi dokter Edo"
seketika bik Sumi langsung melesat turun ke bawah, mencoba menghubungi dokter pribadi tuannya.
********
"Dia mengalami dehidrasi"
dokter Edo berkata cepat setelah selesai memeriksa kondisi ailee, mm menatap Aland sambil menggeleng tidak percaya.
"Dia masih anak-anak, kau terlalu kejam pada putri mu sendiri"
"yeah"
Aland bicara sambil mengangkat bahunya.
"Dia harus tahan banting agar bisa tumbuh lebih cepat"
"Aland, usianya belum 17 tahun"
dokter Edo bicara sambil menghela kasar nafasnya.
"Karena itu dia harus mempersiapkan semuanya ketika dia berusia 17 tahun"
sungut Aland kesal
"Kau gila"
__ADS_1
"Bisa jadi"
"Dia putri mu"
"Tapi tidak untuk ku"
Seketika dokter Edo memijat kepalanya yang tidak sakit.
"Kau benar-benar harus ke rumah sakit jiwa Aland, kau Benar-benar akan melakukan nya pada gadis sekecil itu?"
dokter Edo mendorong tubuh Aland ke luar, bicara berbisik Takut jika-jika Ailee mendengar nya.
"Kau bicara pada nya di masa anak-anak nya dulu Aland, memori anak-anak di usia segitu jelas menghilang seiring berjalannya waktu, bagi nya kau adalah ayahnya, bagaimana mungkin kamu berfikir hingga sejauh itu?"
Edo berusaha mengingat kan Alan atas kegilaannya
"Apa kau suka dengan dia huh?"
"Bukan masalah suka atau tidak, apa yang akan Ailee fikirkan? ayah nya sudah berani berbuat hal gila pada nya, lebih tepatnya ayah nya akan memperkosa nya"
seketika Aland tertawa terkekeh, tampak gurat kebahagiaan di wajahnya.
"Aku akan lihat betapa tersiksanya dia dan ibu nya, karena dulu telah mengkhianati aku begitu saja"
Edo jelas-jelas bertambah kesal.
"Tapi putri nya tidak melakukan kesalahan-kesalahan dimasa lalu, dia tidak berdosa Aland"
Seketika Aland menaikkan sudut bibirnya, menatap tajam bola mata dokter Edo.
"Lau siapa yang salah? aku begitu? lalu siapa yang berdosa? aku juga?"
"Bukan begitu maksud ku"
"Kau lupa bagaimana ibunya menjatuhkan diri ku? mengkhianati aku? kemudian menangis merengek dibawah kaki ku menjelang kematian nya? mempercayakan aku soal Ailee? lalu siapa yang pantas di sebut gila setelah semua keadaan?"
Aland jelas menjadi berang
"Bahkan induk perusahaan ku hancur karena perempuan sialan itu, apa aku bisa memaafkan Ailee atas segala hal yang telah terjadi?"
Seketika dokter Edo terdiam, dia menelan kasar salivanya.
Yah dia tahu sejarah masa lalu sahabat nya itu begitu kelam dan mengerikan, tapi bukan berarti harus memperlakukan putri nya seperti itu.
"Dia pasti akan kecewa pada mu Aland, dia akan bersedih dengan kehancuran nya"
Aland mendekat kan wajahnya ke arah dokter Edo, dia berbisik pelan.
"Aku memang sedang menunggu kehancuran nya, aku ingin melihat air mata itu tumpah, aku menunggu Kakak ibunya itu datang untuk memohon belas kasih ku agar melepaskan keponakan nya itu ketika saat nya tiba"
Dokter Edo hanya bisa menggeleng-geleng kan kepalanya, menatap nanar wajah sahabatnya itu.
"Kau benar-benat berubah Aland"
"Waktu dan keadaan selalu mengubah seseorang"
__ADS_1
Jelas saja Sejumput kekhawatiran dan kecemasan menghantam perasaan dokter Edo, jelas-jelas masa Depan anak itu akan hilang begitu saja ditangan laki-laki pendendam dan dingin seperti Aland.
Ailee benar-benar hanya dijadikan umpat juga pemuas nafsu sang Daddy nya semata pada akhirnya.