
Bahrat terus duduk diruangan depan ,CHIEF EXECUTIVE OFFICE (CEO) ALAND AL JABER. menunggu Selena dengan perasaan was-was, sejujurnya Bahrat ingin ikut masuk sejak tadi bersama selena, tapi gadis itu berkata
"Tunggulah didepan, aku akan coba bicara dan menyelesaikan semuanya, bukan nya aku tidak ingin kamu masuk, tapi jika kalian bertemu disaat dalam kondisi masih memanas, dapat aku pastikan Aland dan kamu akan saling baku hantam"
Oke mungkin Selena benar, mereka bisa jadi bukan bicara menyelesaikan masalah jika bertemu saat ini, tapi bisa jadi mereka akan saling baku hantam jika saling menampakkan wajah masing-masing tanpa alasan.
Bahrat memejam kan bola matanya sejenak, mencoba menarik nafasnya berat hingga terdengar sebuah suara dari arah depan.
"Daddy ada?"
Seketika bahrat menoleh, seolah tidak percaya pada pandangan matanya, saat menatap ailee tengah berdiri tidak jauh dari dirinya.
"Sedang ada tamu didalam"
perempuan yang ditanya tampak bicara sambil melebarkan senyumannya,meminta ailee agar menunggu di ruang tunggu.
Seketika bola mata mereka bertemu, Ailee mengerutkanan dahinya, dia fikir seperti nya pernah melihat paman ini sebelumnya, tapi dimana Fikir nya.
Sepersekian detik kemudian tiba-tiba pintu ruangan Aland terbuka, Selena tampak melangkah keluar dari sana sambil menutup pelan pintu ruangan itu.
Ailee jelas membulat kan bola matanya saat melihat siapa yang ada dihadapannya.
"Untie?"
Seketika Ailee berhamburan memeluk Selena.
Selena jelas terkejut, memeluk balik gadis itu dengan jutaan kerinduan, mengelus lembut kepala Ailee berkali-kali, mencium puncak kepala Ailee penuh kerinduan.
"Sayang, untie sangat merindukan mu"
Ailee terisak, terus mendekap tubuh Selena tanpa berniat melepaskan nya.
"Aku juga sangat merindukan mu"
Bagi Ailee tiap kali melihat Selena, dia seperti melihat mommy nya, sebab hingga sekarang satu-satu orang setelah bik Sumi hanya untie Selena nya yang selalu bisa di ajak bicara soal banyak hal.
"Kamu tidak ingin menyapa uncle mu?"
"Suami untie?"
Ailee bertanya cepat, melepaskan pelukannya sambil menatap wajah bahrat lekat-lekat.
"Bu.."
"Iya"
Saat Selena ingin menjawab bukan, bahrat dengan iseng menjawab iya, seketika Selena membulat kan bola matanya.
__ADS_1
"Suami untie begitu tampan"
ucap Ailee kemudian langsung masuk ke dalam dekapan bahrat.
Selena melotot ke arah bahrat sambil memiringkan bibirnya.
"Yah yah, karena untie mu juga orang yang begitu cantik"
bahrat bicara sambil mengedipkan sebelah matanya, Seketika wajah Selena memerah sempurna.
Oh God.
Ucap Selena sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Mau makan siang bersama? untie akan bicara dengan Daddy mu untuk pamit keluar bersama"
Selena bicara cepat sambil mengelus lembut rambut Ailee.
Ailee menggeleng pelan, melepaskan pelukannya pada bahrat.
"Aku baru saja makan dengan paman baik hati, tapi sayangnya semua isi perut ku yang tadi keluar tiba-tiba"
Selena mengerutkan dahinya.
"Paman baik hati?"
"He em"
"Kamu sakit?"
Bahrat mencoba mengalihkan pertanyaan.
Ailee menggeleng pelan.
"Dokter bilang ini efek trimester pertama"
"Oh"
bahrat mengangguk pelan diikuti Selena.
what?
"Apa?"
seketika Selena langsung menoleh ke arah Ailee, menatap dalam bola mata Ailee.
"Kamu hamil?"
__ADS_1
"He em"
Seketika bahrat tercekat sedangkan selena tampak diam tidak bicara apa-apa.
"Oke, bukan masalah. Banyak anak muda yang hamil di usia remaja"
Ucap bahrat cepat.
Ailee kembali mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Apa untie belum melakukan program juga?"
"Ya?"
Seketika Selena menelan salivanya.
"Kalian juga tidak berencana memiliki anak, untie?"
"Hahahaha"
Selena mencoba memaksa tawanya.
Menikah saja belum, bagaimana caranya hamil dan memiliki anak?
batin Selena.
"Seperti nya uncle harus serius bicara dengan untie mu soal itu"
Seketika bahrat memeluk pinggang Selena dengan erat.
"Iya bukan sayang?"
"Ya?"
Jelas saja wajah Selena langsung merah padam karena rasa malu yang begitu luar biasa.
"Hahaha iya"
Dengan sekuat tenaga Selena mencubit pinggang bahrat dengan tangan kirinya.
Kenapa kau berbohong?
Pekik Selena dalam hati sambil melotot ke arah Bahrat.
"Sayang kau menyakiti ku"
Bisik bahrat pelan, kemudian mencium lembut pipi selena didepan Ailee.
__ADS_1
Kauuuu kauuuu
Jelas saja Selena ingin sekali menggigit bahrat saat ini juga jika saja Ailee tidak ada dihadapan mereka.