Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Terlalu lelah menunggu


__ADS_3

Selena menarik nafasnya beberapa kali, sejak kemarin bahrat sama sekali tidak menghiraukan dirinya, bahkan beberapa kali dia membicarakan soal beberapa pertemuan penting dengan klien perusahaan dan rapat yang akan di adakan pagi ini, laki-laki itu hanya mengangguk saja tidak lebih.


Semarah itu kah?


itu jadi pertanyaan besar Selena.


Bahkan saat mereka menemui klien di salah satu tempat makan di pusat kota Jakarta, laki-laki itu terus bersikap dingin dan acuh pada nya.


Selama lebih dari 16 tahun hidup di dalam keluarga Al Jaber, baru kali ini dirinya di abaikan oleh Bahrat, padahal biasanya laki-laki itu lah yang paling perhatian pada dirinya.


"Laila, gantikan Selena untuk menemani ku pergi Makan malam dengan klien malam ini"


Laila yang memang selalu mencuri pandang dan terpesona dengan ketampanan sang atasan jelas langsung meng iyakan. Meskipun bingung tidak biasa nya sang kepala devisi perencanaan tidak mengekor dan meminta staf biasa seperti dirinya naik mengikuti sang wakil direktur pada akhirnya dia membuang seluruh tanda tanya di kepalanya.


Selena jelas saja terbelalak, menoleh me arah bahrat yang terus menatap layar laptop nya, sibuk menggeser kursor seolah menganggap dirinya tidak ada di ruangan itu.


Selena menggigit bibir bawahnya, menundukkan pelan kepalanya lantas beranjak pergi dari sana.


Saat pintu ruangan itu tertutup dengan sempurna, bahrat baru menegakkan kepalanya, menatap ke arah depan sambil memijat pelan pelipis kiri kanannya dengan jari-jari tangan nya.


"Sial"


umpat nya pelan


*********


Braakkkkk


Selena membanting kesal map yang ada di tangan nya ke atas meja, beberapa kali dia mondar-mandir di dalam ruangannya, tangan nya Menyentuh kening nya dengan perasaan yang tidak dapat dijelaskan dengan kata-kata.


Lantas beberapa waktu kemudian dia berjalan ke arah pintu keluar menuju ke arah ruang direktur utama Al Jaber.


"Ada apa?"


Murat menaikkan alisnya saat melihat Selena membanting tubuhnya sendiri dengan kesal.ke atas kursi sofa yang ada di hadapannya.


"Paman mu mengabaikan ku sejak kemarin"

__ADS_1


Murat hanya tersenyum, melanjutkan kegiatan nya memeriksa beberapa berkas-berkas yang ada di hadapannya.


"Aku belum pernah di abaikan oleh nya selama 18 tahun lebih ini sejak kita masih anak-anak, rasa nya benar-benar membuat darah ku jadi mendidih"


ucap Selena berusaha memejamkan bola matanya.


Keheningan terjadi di antara mereka, Murat menatap Selena sejenak, menghentikan kegiatan tangannya.


"Laki-laki tidak marah tanpa alasan bukan?"


ucap Murat tiba-tiba


"Kau tahu kenapa laki-laki lebih gampang marah ketimbang perempuan? karena laki-laki selalu mendominasi dan mengontrol agar mencapai rasa aman"


"Dengan tingginya testosteron, orang seperti kami pun lebih gampang tersulut emosi dan mudah berkonflik. sebab laki-laki seperti kami tidak mencari hubungan sosial seperti halnya perempuan"


Selena masih diam.


"2 hal yang membuat laki-laki bisa lepas kontrol pada emosi mereka terhadap perempuan, pertama karena di permainan, ke dua karena mereka di kecewakan"


"Ketika laki-laki tahu bahwa dirinya dipermainkan, emosinya langsung meningkat. Apalagi jika dipermalukan di depan umum, seorang laki-laki bahkan bisa langsung merencanakan upaya balas dendam kepada wanita yang mempermainkan atau mempermalukannya"


"Saat Laki-laki jadi lebih sering marah dan gampang emosian, mungkin saja ia sedang dilanda kekecewaan. laki-laki yang sering marah-marah cenderung mudah tersinggung, sensitif, dan bahkan menganggap dunia tidak adil kepadanya. Semakin tinggi ekspektasi yang diharapkan, maka semakin besar pula kekecewaan yang dirasakan"


Selena tampak menelan salivanya.


"Tidakkah kamu merasa sudah mengecewakan diri nya selama 16 tahun ini, sayang?"


Seketika Selena menggigit bibir bawahnya.


"Kamu selalu mengecewakan bahrat, tapi sekalipun tidak pernah berkata Maafkan aku."


yah dia selalu mengecewakan laki-laki itu sejak dulu.


"Dia sudah mencapai titik batas kesabaran nya, karena bisa jadi dia sudah terlalu lelah menunggu mu selama ini"


Lanjut Murat lagi.

__ADS_1


klekk


Tiba-tiba pintu depan terbuka, aishe masuk dengan cepat sambil membawa nampan yang berisi 2 cup Kopi juga 2 mangkuk makanan di atas nya.


Seketika aishe terkejut melihat kehadiran Selena.


"kakak disini? celaka aku hanya membawa 2 cup Kopi dan 2 mangkuk makanan"


Ucap aishe sambil berjalan mendekati Selena, meletakkan makan itu ke atas meja.


"Bukan masalah, aku harus keluar sekarang juga, ada sesuatu yang harus untie kerjakan"


"O..."


Aishe membulat kan bibirnya


Murat tahu-tahu sudah ada di samping aishe, mencium lembut kepala gadis itu.


"Dia harus kembali menemui bahrat"


Ucap Murat lantas langsung duduk di atas kursi sofa.


"Selamat menikmati makan siang kalian"


Selena bicara sambil mengedipkan sebelah matanya ke arah Aishe.


"He em"


Aishe hanya mengangguk pelan, membiarkan Selena pergi menjauhi mereka lantas keluar dari ruangan itu dalam hitungan detik.


"Apa ada masalah? aku fikir wajah untie sedikit pucat"


Murat meraih salah satu mangkuk makanan, sambil tersenyum lembut.


"Sedikit masalah hati"


Aishe hanya mengangguk tidak mengerti.

__ADS_1


__ADS_2