
"Daddy...."
Ailee terus berteriak sejak tadi, mencari sang daddy yang entah kemana.
"Daddy.. "
Dia menuruni tangga, mencari sang daddy ke tiap penjuru mansion, seketika senyuman nya mengambang saat mendapati Daddy nya tengah duduk di atas karpet bulu-bulu kamar bawah belakang, menghadap laktop yang ada di atas meja entah sedang menonton apa.
"Daddy"
Ailee kembali memanggil, berdiri tepat disamping daddynya, seketika Aland mendongak.
"Ada apa?"
"Daddy sedang apa?"
"Menonton"
Ailee mengembangkan senyumnya, langsung menyeruak masuk ikut duduk di depan Daddy nya.
"Sayang kau akan menyesal ikut menonton"
ucap Aland sedikit terkejut karena tahu-tahu Ailee sudah duduk di depannya, bersandar ke dadanya.
"Film apa?"
tanya Ailee cepat
"Ini film orang dewasa"
Aland bicara, meminta Ailee untuk kembali berdiri dan pergi.
"Aku ingin ikut menonton"
"Daddy bisa khilaf"
bisik aland pelan dibalik telinga nya.
Seolah tidak peduli kata-kata Aland, bola mata ailee menatap layar laktop didepan nya, terlihat pasangan tengah bertengkar hebat di sebuah kamar, saling memaki dengan perasaan kesal, lalu sang wanita menangis di sudut ranjang, laki-laki nya tampak menyesal,mendekati wanita itu sambil meminta maaf.
"Apa laki-laki seperti itu? sesudah marah langsung minta maaf?"
Ailee bertanya sambil mendongak menatap daddy nya.
"Tidak semua orang"
jawab Aland sambil mengelus lembut rambut Ailee.
tiba-tiba laki-laki itu duduk di samping wanita itu, membelai lembut wajah wanita itu, sejurus kemudian mereka mulai menyatukan bi..bir mereka.
"Ternyata di film juga boleh ber..ciu..man"
ucap Ailee cepat.
"Tentu saja"
tiba-tiba saja laki-laki itu mulai membaringkan tubuh wanita itu ke atas kasur, dan seketika adegan seperti yang daddy nya lakukan beberapa kali dulu dilakukan oleh laki-laki dan perempuan itu, Ailee mengerutkan dahinya.
"Mereka juga melakukan nya daddy?"
"Tentu saja, bukankah Daddy pernah bilang? semua orang melakukan nya"
jawab Aland, kemudian secara berlahan masuk ke dalam ceruk leher Ailee, posisi duduk mereka sangat menguntungkan, membuat Aland leluasa melakukan apapun pada Ailee.
"Tidak ada yang salah ketika kita juga melakukan nya sayang"
bisik daddy nya lagi penuh gairah.
Bola mata Ailee terus menatap adegan di film itu, tidak begitu peduli saat Aland menyesap ujung le..her sebelah kirinya, apalagi saat tangan kanan Aland tiba-tiba masuk ke dalam ba..Ju nya, melakukan adegan seperti di dalam laktop, menyentuh lembut da..da nya.
Seketika Ailee memejamkan matanya, dadanya terasa aneh, dibawah sana juga terasa aneh.
"Teruslah menonton, jangan pejamkan mata mu"
bisik daddy nya lembut, menyesap te..linga nya beberapa kali, tangan Kokok itu menangkup da..da nya dari belakang.
"Dad..Dy"
dia bergetar, antara menggila karena tontonan nya juga menggila karena sentuhan daddy nya.
Saat di film laki-laki itu menyentuh dibawah sana, wanita itu me..nge..rang, seketika tangan Daddy nya ikut me..nge..luas dibawah sana, Ailee ikut me..nge..rang.
"Daddy"
Rasanya kepala nya ingin meledak sesaat merasakan sesuatu yang aneh disana, Ailee sudah tidak fokus menonton, saat jemari daddy nya masuk ke sana dia langsung menggenggam erat tangan daddynya, sesuatu yang seperti kupu-kupu berterbangan dibawah sana.
"Dad..Dy"
dia me..Leng..guh diiringi gerakan jemari Daddy nya yang keluar masuk dengan mudah.
__ADS_1
Dia menggenggam erat tangan Daddy nya, merasa sesuatu di bawah sana akan tumpah.
"Tumpahan lah"
bisik Daddy nya.
dan benar saja cai..ran putih benar-benar tumpah, sang Daddy langsung menghentikan kegiatan nya.
"Kau menyukai nya?"
Bisik daddy nya lembut, seketika wajah Ailee memerah.
"Kau memang menyukai nya sayang, jika kau menginginkan nya lagi dan lagi datanglah pada daddy, jangan pada laki-laki lain hmm"
ucap Aland sambil mencium dalam pipi sebelah kirinya.
Tidak tahu kenapa, tapi perlakuan daddy nya lama kelamaan menjadi candu untuk nya, begitu ahli, lembut dan penuh gai..rah.
oh Ailee apa yang harus kau lakukan???
Tunggu dulu, aku tidak bisa bernafas sialan....!!!
pekik aishe dalam hati, mencoba mendorong tubuh Murat sekuat tenaga.
Bukan nya melepas kan Murat malah semakin dalam men..cium nya, me..***** bahkan menyesap BI..bir nya dengan ganas, mulai memaksa li. dah nya masuk ke dalam li..dah aishe.
Hmmmmppp
aishe benar-benar merasa sesak, Seketika dia menggigit bi..bir Murat seketika mendapatkan kesempatan.
"Oh damn it"
Murat langsung melepaskan ciu..man nya.
"Baby kau...?!"
ammphhuuuu....!!!
haaahhh fuhhhhh
aishe berusah menarik dan membuang nafasnya beberapa waktu.
"Aku tidak bisa bernafas, breng..sek"
pekik aishe sambil terus berusaha mengambil nafas.
Murat Tampak kesal, menyentuh bibirnya yang sedikit terluka.
oh sial kau memang gadis yang susah di atur.
umpat Murat.
"Apa ini ciuman pertama mu?"
tanya nya tiba-tiba sambil mencoba menyentuh pinggang aishe, memajukan tubuh gadis itu agar menempel tepat ke dalam tubuhnya, handuk yang aishe gunakan menciptakan
lekukan dada aishe yang Ter cap dengan sempurna.
"Kenapa memangnya?"
aishe melotot ke arah Murat.
aihhh memang nya kenapa? masalah?
"Ternyata kau seorang perawan"
Murat menaikkan ujung bibirnya.
seketika aishe menginjak kaki Murat, secepat kilat dia kabur saat pelukan Murat mengendur.
"Kau sedang memikirkan apa?"
tanya Aishe sambil menjauhi Murat.
"Bukankah pasangan suami istri boleh melakukan nya setelah menikah?"
what????
"Apa itu termasuk didalam perjanjian nya?"
tanya aishe kaget
"Memang nya ada orang menikah tanpa sek.s?"
"Yakkk Daddy, itu kan hanya kesepakatan? kenapa harus tidur bersama segala?"
"Oke itu tergantung"
ralat Murat kemudian.
__ADS_1
aishe menarik ujung alisnya.
"Ya?"
"Baiklah tidak ada sek..s, kita menikah Minggu depan"
Aishe seketika merengek, menghentakkan kakinya beberapa kali.
"Daddy.... kita batalkan saja perjanjian nya, aku minta maaf soal semalam, masa kita harus menikah? aku kan masih 22 tahun"
"Kalau begitu dipecat sekarang juga"
"Baik aku berhenti"
what?
jelas Murat kelabakan.
sialan dia lebih pintar dari pada aku.
umpat nya kesal.
"Ingat denda memutus kontrak pekerjaan 2milyar, sesuai surat perjanjian penandatanganan di awal kerja dulu"
hahhhh???
aishe langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
"Kauuu... daddyyyyyyy"
teriak nya memecah kesunyian malam.
"Kau benar-benar ingin menjebak ku Daddy ...."
oh ya Tuhan sabar sabar sabarrrrrr aisheeee.
seketika Murat berusaha menahan tawanya, melihat ekspresi gadis kecil itu membuat dia ingin tertawa terbahak-bahak, entahlah dia Seolah-olah mendapatkan mainan baru yang begitu menyenangkan.
Habis kau kali ini Aland.
batin nya pelan, menarik cepat dasi nya lantas membuka semua pakaian nya secara berlahan.
aishe melorot.
"Yak... Daddy..kau mau apa?"
aishe langsung menutup dua tubuh pentingnya yang hanya terlilit handuk dengan kedua telapak tangan nya yang saling menyilang.
Murat maju mendekati aishe, jarak mereka saat mungkin hanya beberapa centi saja.
"Memang nya apa lagi?"
seketika aishe menelan salivanya.
oh no..!!!
pekiknya dalam hati.
kemudian jari telunjuk Murat Menyentuh jidad Aishe, mendorong nya secara berlahan.
"Tentu saja Mandi bocah"
"Oh hahaha"
seketika aishe tertawa begitu dipaksa, wajah nya langsung memerah.
sialan kau daddy tua.
ggrrrhhhh
secepat kilat dia lari ke walk in closed, mencari pakaian siapa saja yang ada disana.
"Daddy.... kau membawa ku kesini tanpa menyediakan aku pakaian"
pekik aishe kemudian.
"Besok baru kita membeli nya"
teriak Murat dari arah dalam.
"Kau ingin aku menggunakan handuk malam ini sialan???"
maki aishe dengan suara tertahan.
seketika dia mengacak-acak isi lemari Murat, mendapatkan sebuah kameja pantas menggunakannya.
akhhhhhh kenapa hari ke 2 ku di Indonesia begitu sial sekali.
umpat aishe dalam hati.
__ADS_1
********