Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Pagi yang hangat di Maladewa 21


__ADS_3

30 Desember 202x


Maladewa


Maldives


20.30 pm





Setelah perjalanan panjang indonesia-maladewa akhirnya mereka tiba juga ke destinasi surga dunia.


"Lelah?"


alan bertanya pada Ailee sambil meminta guide tour pilihan nya untuk segera membawa koper-koper mereka, Aland acapkali kesini tiap kali melakukan liburan kerja sebelum nya, jadi beberapa orang cukup mengenal baik diri nya.


"Istri tuan?"


sang sopir bertanya.


Aland hanya menyungging kan senyumannya.


"Hmm cukup lelah"


Ailee bicara sambil menguap, mencoba memukul-mukul punggungnya.


"Akan daddy pijat setelah di resort"


"He em"


Ailee mengangguk.


Mereka melesat naik ke atas taxi, membiarkan Laki-laki didepan mereka membawa mereka ke resort sesuai yang diinginkan Aland.






"Suka kamar yang mana?"


Aland berbisik dibalik telinga Ailee setelah beberapa pelayan mengantarkan mereka pada pilihan kamar resort yang akan mereka tempati.


bola mata Ailee jelas membulat saking kagum dan senang nya.


"Ini semua terlihat indah, aku fikir sebaiknya Daddy yang putuskan"


"Yakin?"


"He em"


"ke 3 atau ke 4?"

__ADS_1


tanya Aland kemudian


"Terserah pada Daddy"


pada akhirnya Aland memilih salah satu dari kamar itu, membiarkan Ailee masuk, membersihkan diri Kemudian berangkat untuk istirahat.


"kemarilah"


Aland berbisik sambil menyentuh lengan Ailee, membiarkan gadis itu masuk kedalam pelukannya.


Secara berlahan dia menepuk-nepuk punggung Ailee, memberi pijatan lembut di punggungnya.


"Sudah mengantuk?"


Ailee hanya mengangguk, tidak menjawab dengan mata yang benar-benar sudah terpejam.


Lelah...!!!!


Aland melirik tanggal, dia mendesah pelan.


besok jelas malam tahun baru, hari kelahiran Ailee, tepat 17 tahun usianya.


"Daddy masih menunggu dengan setia"


bisik aland pelan di balik telinga ailee, menyesap lembut telinga nya lantas mencium hangat bibirnya beberapa waktu.


*******


Catatan \=


Warning rate 21 tahan nafas dalam-dalam. yang masih kecil skip yaaa


"Daddy?"


Ailee terbangun, mengerutkan keningnya karena sama sekali tidak mendapati laki-laki itu di samping nya, Ailee mencoba mencari ke kamar mandi tapi masih tidak menemukan nya.


Seketika bola matanya membulat ketika tiba-tiba Aland datang sambil membawa makanan dan minuman.


"Sudah bangun hmm?"


tanya Aland sambil meletakkan nampan berisi makanan dan minuman itu ke atas nakas.


"Sudah"


"Mandilah dulu baru sarapan"


Ailee cuma mengangguk, meraih handuk nya lantas beranjak masuk ke kamar mandi.


setelah selesai Ailee dalam hitungan detik langsung melesat keluar mencari koper pakaian nya, mengubek-ubek koper nya, tapi tiba-tiba tangan nakal sang Daddy dari atas masuk ke da..da..nya.


"Daddy"


rengek Ailee


"Hmm"


"Aku harus ganti pakaian"


"Sebentar"

__ADS_1


Aland bicara sambil membalikkan tubuh Ailee agar menghadap ke arahnya, secepat kilat menyatukan bi..bir mereka.


"Daddy"


rengeknya lagi


Tanpa berniat melepaskan pengutan nya, dia mendorong pelan tubuh Ailee ke atas kasur.


"Daddy, aku lapar"


Ailee berusaha melepaskan diri.


"Setelah ini kita makan"


"Daddy"


"Daddy tidak akan memasukkan nya, sebentar saja hmm"


bujuk Aland, masih berusaha menautkan bi..bir mereka, tangan kirinya menyentuh leher dan cuping telinga Ailee sedangkan tangan kanannya mulai membuka handuk yang melilit di tubuh Ailee.


Seketika tangannya meraup da..da itu, seketika Ailee me..lenguh.


"Akhh Dad"


Aland semakin gencar meraup nya, bermain di ujung da..da..nya yang masih begitu imut dan kecil, sedangkan lidahnya mulai berpindah ke leher Ailee secara berlahan.


Seketika aliran darah Ailee mengalir tidak beraturan, bagaikan terkena sengatan listrik luar biasa yang menghantar alirannya menuju ke puncak kepalanya, rasa nik..mat yang tidak bisa dia jelaskan dengan kata-kata.


apalagi saat lidah sang daddy tahu-tahu sudah berada di atas bulatan di dada kanan nya, membuat dia men..desah dan berusaha menyentuh kepala Daddy nya sekuat tenaga.


"Daddy..."


rengeknya terus menerus.


Semakin Ailee merengek, semakin Aland menggila, tangannya mulai turun ke bawah, menyentuh ke dua pa..ha indah itu secara bergantian, menciptakan gelombang aneh di tubuh Ailee, semakin membuat Ailee terus menyebut Daddy nya berkali-kali.


Apalagi ketika jari-jari itu mulai masuk menyeruak ke bawah sana, menciptakan sesuatu didalam perut nya, seolah-olah jutaan kupu-kupu terus berterbangan disana.


Ailee me..lenguh, men..desah dan me..ngerang dengan perasaan malu, semakin keras suaranya, semakin Aland mempercepat jemarinya untuk keluar masuk dibawah sana.


tidak puas Aland mengganti dengan Li.. dahnya hingga membuat ailee semakin menggila, Ailee berusaha menarik ujung badcover dengan begitu erat.


"Daddy...aku mau..."


sesuatu benar-benar akan keluar, dia mau pipis.


"Lakukan lah, keluarkan lah"


Alan bicara sambil ikut me..ngerang, dibawah sana juga ikut terasa sesak.


"Oh suck, kenapa malam nanti begitu lama"


umpat Aland pelan


"baby keluarkan lah"


benar saja, sepersekian detik kemudian sesuatu tumpah di bawah sana. Aland langsung naik dan berbisik disamping telinga Ailee.


"Baby sekarang bantu milik Daddy "

__ADS_1


__ADS_2