Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Terjebak pendengaran


__ADS_3

"Baby"


Aland bicara masih terus memeluk erat tubuh Ailee dari belakang.


"Maafkan Daddy"


hening cukup lama, hingga akhirnya Aland memilih untuk pergi keluar, mencari udara segar, menetralisir perasaan serta otak nya, mencari bar terdekat untuk minum dan melepaskan kepenatan nya.


Dia bisa saja memaksa, dia bisa saja menggila, dia bisa saja memaksa Ailee saat ini untuk berlaku kasar dan lebih dari biasa agar bisa melampiaskan seluruh dendam nya, tapi... tiba-tiba perasaan ragu menyeruak disertai perasaan tidak tega tiap kali dia melihat wajah Ailee.


Saat akal sehatnya bekerja dia mengasihani gadis itu, tapi ketika akal sehatnya tidak bekerja dia bisa saja menjadi tega.


Beberapa kali dia memijat kepalanya yang tiba-tiba berdenyut kencang, beberapa gelas minuman sudah dia habiskan, bahkan 1 botol winski jelas sudah kosong melompong kemudian diikuti botol yang lainnya.


"Aku fikir tuan sudah cukup banyak minum"


sang bartender bicara ke arah Aland, laki-laki berusia 22 tahunan itu tiba-tiba mengingat kan diri nya pada aishe nya, secara berlahan dia meraih ponselnya, mencoba menghubungi gadis itu.


Jika beruntung aishe belum tidur dan seperti biasa akan mengangkat panggilannya, bicara dengan antusias bertanya ini dan itu, tapi jika tidak beruntung maka bisa jadi adik kecil nya yang cantik itu sudah tertidur pulas di kasur nya.


Tiba-tiba kerinduan nya membuncah, satu-satunya pendengar setia Aland adalah aishe, dia meskipun selalu bersikap kekanak-kanakan, aishe merupakan pendengar yang baik dan merupakan gadis pemberi saran paling bijaksana.


Cukup lama dia mencoba menghubungi nomor Ailee, tapi tidak juga di angkat. Aland memejamkan mata nya sejenak.


Sekali lagi, jika masih tidak di angkat aku akan menghubungi nya besok.


batin aland.


Seketika tiba-tiba panggilan nya tersambung dengan sempurna.


"Halo sayang"


Aland bicara sambil mengembangkan senyuman nya, tapi Seketika ekspresi wajah nya berubah, secepat kilat dia melirik jam dipergelangan tangan nya, pukul 02.25 dini hari waktu Maladewa itu artinya di Indonesia baru lewat tengah malam.


"Halo Aland"

__ADS_1


Ekspresi nya jelas sangat berubah saat terdengar sahutan suara seorang laki-laki disana.


sejak kapan ada laki-laki yang mengangkat telpon aishe?


itu yang ada didalam otak nya.


"Lama tidak berjumpa, Aland"


seketika Aland membulat kan bola matanya, seakan-akan dia tahu siapa yang baru saja bicara melalui handphone adiknya.


"Murat?"


"Aku fikir kau sudah melupakan suara ku"


"bajingan"


Aland langsung berdiri sambil memukul meja, 3 bartender di dekatnya tercekat.


"Dimana adik ku hah?"


terdengar kekehan dingin di balik sana


"Apa?"


seketika Aland meraih handphone satunya di saku celana kiri nya, menukar posisi tangan nya dalam memegang handphone yang dia gunakan untuk menelpon Murat, kali ini tangan kanan nya dengan cepat membuka handphone nya, bola matanya membulat sempurna, Aland mengeratkan rahangnya, amarah nya jelas bertalu-talu.


"Berani sekali kau menikahi adik ku tanpa seizin ku"


teriak Aland penuh kemarahan, saat sadar berita besar di laman awal pencarian berita perusahaan, aishe tampak menggunakan pakaian pengantin disampingnya jelas adalah Murat, foto ke dua begitu membuat Aland semakin memanas, Murat jelas-jelas mencium aishe nya dengan begitu dalam.


"Harusnya kau bahagia bukan, kau lupa aland? kau seharusnya memanggil ku PAMAN MURAT"


"Brengsekkkk"


"Sekali saja kau menghancurkan Ailee, kau tahu apa yang akan terjadi pada adik kecil mu hmm?"

__ADS_1


"Daddy?"


Terdengar samar-samar suara Aishe dari ujung sana.


"Istri ku sedang memanggil Aland, aku tahu kau di Maldives bersama Ailee ku, berhati-hati lah dengan tindakan mu"


"Bukankah kamu akan pergi?"


masih terdengar samar-samar suara Aishe dari balik handphone nya.


tiba-tiba hening sejenak.


"Daddy kau mencium ku lagi dengan tiba-tiba"


suara Aishe terdengar seperti rengekan.


"Mau melanjutkan permainan yang tadi baby?"


suara menggoda Murat jelas terdengar ditelinga nya


"Murat..breng..sek...kau"


Aland berteriak penuh kemarahan


sepersekian detik kemudian handphone nya langsung dimatikan.


tutt


tuttt


tuttt


panggilan terputus begitu saja.


Bang..sat...

__ADS_1


ba..ji..Ngan..


Aland jelas marah, memegang kepala nya dengan kedua telapak tangan nya, dia seperti orang yang dipenuhi sejuta kebingungan.


__ADS_2