Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Kenangan pahit


__ADS_3

Aishe terus menangis didalam mobil nya, sambil mengendarai mobil miliknya, sesekali tangan nya punggung tangan milik nya menghapus air mata nya yang tidak mau berhenti tumpah.


Sekelabat ingatan soal kematian daddy nya dimasa lalu menghantam memori di kepalanya, belum lagi sang mama yang kesehatannya mulai menurun drastis hingga pingsan berkali-kali karena melihat daddy nya tergeletak di rawat di rumah sakit dengan berbagai macam selang di tubuhnya.


"Kakak?"


Ailee kecil menatap sang kakak yang tengah duduk di samping ranjang dimana Daddy nya dirawat, kedua tangan sang kakak memangku kening nya dalam waktu begitu lama.


Dia mencari sosok perempuan yang selalu bersama dengan kakak nya, perempuan cantik yang begitu menyayangi nya itu, tapi sama sekali tidak terlihat sejak beberapa hari ini.


Aland muda seketika tersentak, dengan suara serak memanggil dirinya yang berdiri terpaku tanpa paham dengan apa yang terjadi.


"Kemarilah"


Aland melebarkan tangannya, menunggu aishe kecil masuk ke dalam pelukannya.


"Kenapa Daddy beyum bangun kak?"


Kata-kata yang masih belum begitu lurus meluncur dari bibir Aishe, melepaskan pelukan sang kakak sambil berusaha menatap bola mata sang kakak.


"Daddy sedang merasa lelah, butuh tidur sejenak untuk meredakan rasa lelah"


kak Aland nya bicara masih sambil terus memeluk tubuh Aishe.


"Mommy kenapa ikut bobo?"


"Mommy juga lelah, berhari-hari mengurus rumah dan dapur membuat mama butuh istirahat yang cukup ekstra"


"Kapan mommy bangun? kemayin janji mau ajak aishe ke Antol"

__ADS_1


Aland tertawa geli.


"Ancol?"


"He em"


Aishe kecil mengangguk cepat.


"Itu Antol"


"Kakak akan ajak aishe kesana di hari libur hmm"


"Daddy dan mommy itut?"


"Mereka lelah sayang, mungkin belum.di Minggu ini"


"Kenapa kakak nangis? ail mata kakak tumpah"


Aishe diam sejenak.


"Kakak vayentin mana?"


sejenak ekspresi kakak nya berubah, tampak kemarahan mendominasi di balik bola mata kakak nya.


"Jangan pernah tanyakan soal dia lagi"


"Kenapa?"


"Perempuan itu sudah lama pergi, meninggalkan kita dan berbohong dengan kita, dia tidak benar-benar sayang padamu, semua nya hanya kebohongan perempuan itu"

__ADS_1


Aishe hanya mengangguk, tidak paham kemana arah pembicaraan kakak nya itu.


Hingga beberapa hari kemudian tampak beberapa orang berseragam putih berlarian mencoba membangunkan daddy nya, semua berkumpul dengan rasa panik, Beberapa orang memcoba menekan tubuh daddynya, ada yang memberikan alat-alat aneh di tubuh daddynya, suasana mencekam terlihat di sana, sang mama tiba-tiba jatuh tidak sadarkan diri, dan kakak nya memeluknya begitu erat sekali.


Ke esokan paginya sang Daddy mulai tidak terlihat, rumah menjadi begitu ramai, bik Sumi menangis sambil memeluk erat diri nya, sang mommy juga mulai tidak Terlihat.


Berhari-hari dia bertanya dengan kakak nya kemana Daddy dan mommy nya, 1 jawaban yang selalu kakak nya berikan.


"Mommy dan Daddy sedang berlibur ke syurga"


"Kenapa lama sekali?"


Aishe menangis terisak, merindukan tangan hangat sang mommy yang selalu menyuapi diri nya, yang selalu mendekapnya, yang selalu tidur di samping nya tiap malam.


sejak saat itu, tugas sang mommy mulai digantikan oleh bik Sumi, hingga 1 malam kak Valentine pulang dengan membawa seorang bayi mungil yang kata nya anak kakak nya dan valentine.


Juga...ada 1 ingatan aishe soal seseorang, seorang perempuan dewasa yang membawa seorang bayi di tangan nya, menanyakan soal daddy nya sambil mencoba menyentuh hangat wajah nya.


"Dimana Daddy mu?"


"Jalan-jalan belsama mommy"


"Jika Daddy mu pulang, sampaikan rasa terima kasih ku pada nya, katakan pada Daddy mu aku telah hidup bahagia bersama laki-laki pilihan nya"


setelah itu perempuan itu menyerahkan sebuah foto dimana ada perempuan itu, seorang laki-laki muda dan seorang bayi mungil di tangan nya.


Aishe hanya mengangguk pelan, menyelipkan foto itu ke dalam buku catatan hariannya.


Hingga akhirnya sang kakak mengirim nya ke Prancis dalam jangka waktu yang begitu lama, menghilang kan komunikasi intens di antara mereka, memaksa aishe hidup se mandiri mungkin bahkan jarang sekali mereka bertemu selama hampir belasan tahun lama nya.

__ADS_1


Saat di Secondary School dia baru tahu jika penyebab meninggalnya sang daddy karena jatuh nya perusahaan mereka oleh keluarga sang kakak ipar valentine, yang memporak-poranda kan kehidupan mereka, membuat Daddy mereka meninggal, membuat sang mommy nya shok berat dan tertekan hingga ikut meninggal, membuat kak Aland nya terpuruk hingga bertahun-tahun, membuat hidupnya terlunta-lunta dalam keadaan tidak jelas. Kakak nya terpaksa membangum ulang karir dan perusahaan nya, dan anak kak Valentine nya di tinggalkan di Indonesia bersama dengan bik Sumi.


__ADS_2