
Ailee tampak duduk menyamping, beberapa kali menarik nafasnya panjang sejak tadi, jantung nya jelas berdetak tidak karuanan, hatinya bertalu-talu sejak pagi, bahkan telapak tangan nya terasa begitu dingin sejak tadi.
Sesi panjang mendandani dirinya sejak pukul 5 pagi benar-benar luar biasa, bik Sumi sejak tadi cuma bisa menangis sambil menghapus air matanya sendiri berkali-kali, menggenggam erat tangannya sambil terus berkata kalau dia begitu cantik sekali.
Satu-satunya teman sekolah Ailee yang tahu hanya vio, gadis itu jelas kehilangan kata-kata apalagi saat melihat penampilan Ailee lagi ini.
"Akkhhh aku juga pengen cepat-cepat nikah yah"
ucap nya antusias, lalu tiba-tiba ekspresi nya berubah, menghela nafasnya berat.
"Tapi nenek pasti akan membunuh kami"
seketika dia mencelos, memeluk Ailee erat.
"Kenapa semua hubungan terasa rumit"
"Semua akan baik-baik saja"
"Ah sudahlah, ini hari bahagia.... come kita foto-foto dulu"
pekik vio lantas langsung mengajak Ailee ber- Selfi ria.
Sedangkan bik Sumi terus memuji Ailee sejak tadi.
"Non cantik sekali"
"He em"
Ailee mengembangkan senyuman nya, ikut menangis waktu melihat bik Sumi terus menangis.
__ADS_1
"Bunda jangan ajak si cantik nangis lagi dong, make up nya nanti tidak cetar membahenol lagi atuhhh"
Asisten penata rias yang lemah gemulai itu bicara sambil memperbaiki make up Ailee dan bik Sumi.
"Kan sayang bunda cantik belum acara make up nya udah kemana-mana ihh"
laki-laki berwajah perempuan itu bicara dengan nada mendayu-dayu.
Ailee seketika melebarkan senyumannya karena geli, begitu juga vio, mereka menatap ke arah bik Sumi, Ailee dengan cepat menggenggam tangan bik Sumi dengan erat.
"Jangan nangis lagi bik"
Bik Sumi mengangguk cepat.
"Semoga bahagia hingga kakek nenek bahkan sampai maut memisahkan ya non, selalu tersenyum hingga akhir, cepat dapat momongan juga"
ucap buk Sumi cepat.
seketika Ailee terkekeh mendengar ocehan vio
"Kalau ngidam jangan benci sama tuan Aland, nanti tingkah nya mirip tuan Aland yang suka marah dan galak kan susah, kalau seperti karakter nya yang waktu muda sih nggak apa-apa"
Ailee terus Terkekeh diikuti vio.
Didepan Tampak beberapa teman Daddy nya sudah hadir sejak tadi, beberapa kerabat dekat juga hadir, hanya saja untie aishe tidak hadir ke acara pernikahan mereka. Saat Ailee bertanya, Aland bilang dia butuh waktu untuk membicarakan nya, takut untie aishe nya shok dan mengamuk.
"Sudah siap, sayang?"
__ADS_1
Tiba-tiba Aland sudah muncul di balik pintu kamar, pandangan bola mata Aland Seketika tertuju ke arahnya, ekspresi wajah Aland tiba-tiba berubah, menatap wajah Ailee dengan pandangan lurus tanpa berkedip, dia tampak tidak bergeming, menatap penampilan luar biasa ailee tanpa bisa berkata apa-apa.
"Dia cantik bukan?"
Edo berbisik di balik telinga aland, mendorong sahabatnya itu untuk masuk kedalam.
Seketika Aland menelan salivanya, maju ke depan untuk meraih tangan mungil di hadapannya itu.
Vio dan bik Sumi secepat kilat keluar dari sana.
"Mungkin mereka butuh waktu bicara"
bisik vio lantas mengajak sang asisten make up serta penanggung jawab desainer nya untuk pergi dari ruangan itu.
"Sudah siap."
Aland bertanya sambil meraih tangan Ailee, menggenggam nya erat dan membantu Ailee untuk berdiri secara perlahan dari duduknya.
"He em"
Ailee mengangguk pelan.
Aland menarik pelan pinggang Ailee,terus menatap dalam bola mata itu untuk beberapa waktu, lantas secara perlahan Aland menaut kan kening mereka sejenak, ini untuk pertama kalinya jantung Aland bertalu-talu tidak menentu setelah hampir 18 tahun berlalu.
"I love you"
ucap Aland pelan.
__ADS_1
"Terima kasih banyak"
lanjut nya lagi lantas dengan gerakan lembut bibirnya mulai bertaut dengan bibir Ailee secara mendalam.