
"akhhhh ini membuat ku gila"
aishe terus berusaha menurunkan kancing gaunnya sejak tadi, melompat kesal kesana Kemari.
"oh God, bisakah mereka membuat kancing nya didepan? kenapa membuat kancing nya dibelakang?"
Aishe terus mengomel, masih berusaha menurunkan kancing gaunnya, mencari sejuta cara kesana kemari, menatap cermin, mencari sisir, mencari apapun barang yang bisa menurunkan resleting nya.
Fuhhhh
dia menghela kasar nafasnya.
"Ya Tuhan"
aishe menahan dongkol dihatinya.
pada akhirnya karena menyerahkan dia tidak membuka gaun pengantin nya, lebih memilih merebahkan dirinya di atas kasur.
Grrrrhhhhh dasar brengsek.
seketika aishe memejamkan matanya, dia fikir kemana semua orang setelah pernikahan mereka. Bahkan si daddy juga menghilang entah kemana.
Fuhhhh
dia kembali menghela pelan nafasnya, masih dengan mata terpejam memikirkan pernikahan yang baru siang tadi dia lakukan, beberapa kali dia menggeleng-geleng kan kepalanya.
Aishe ini benar-benar gila.
batinnya
jika kak Aland tahu, aku benar-benar akan dibunuhnya.Menikah dengan laki-laki yang bahkan belum pernah kakak temui.
batinnya sambil beberapa kali memijat kepalanya yang tidak sakit.
Dia fikir dia menikah dengan laki-laki yang kalau dibawa keluar pasti orang-orang berfikir jika dia pasti berjalan dengan sugar Daddy dan dia akan dijuluki orang-orang sugar baby nya.
plakkkk
seketika dia menepuk jidatnya.
ini benar-benar gila.
"ada apa?"
ommo...!!!
seketika dia melonjak kaget saat Murat tahu-tahu sudah bersuara tepat di depannya, seketika aishe membuka bola matanya, berniat untuk bangun dari tidurnya karena terkejut tapi...
__ADS_1
Buggg
"akhhh"
seketika keningnya menabrak hidung Murat.
"Aisheee"
Murat meringis.
"Ke..kenapa daddy ada di atas ku?"
Aishe baru menyadari posisi mereka, Murat sudah berada tepat di atas tubuhnya, tangannya mengungkung tubuh kiri kanannya.
Kapan dia naik ke atas kasur??
Pekik Aishe dalam hati.
ini pasti karena lamunan tidak jelasnya.
"Oh sial"
Murat menggerutu masih menyentuh pelan hidungnya, kemudian langsung menoleh ke arah aishe.
Posisi mereka bagi aishe sangat tidak menguntungkan, masih dengan posisi Murat berada di atasnya, mengungkung tubuh sambil bola matanya menatap tajam bola mata aishe.
"Daddy...bisakah kamu menyingkir dari tubuh ku?"
alih-alih menjawab Murat marah berkata
oceh nya kesal.
"Kan Daddy yang tiba-tiba ada di atas ku"
oceh nya kesal.
"Memangnya ada larangan suami berada di atas tubuh istrinya?"
"Ya?"
aishe sedikit terkejut.
bola mata Murat turun ke dadanya.
aishe jelas menyadari pandangan itu, tiba-tiba secepat kilat langsung menutup ke dua belah dadanya dengan tangan nya.
"apa yang Daddy lihat?"
bentak nya kesal dengan wajah memerah
Murat ingin terkekeh melihat ekspresi aishe tapi dia berusaha menahannya.
__ADS_1
"Aku ini suami mu, bukankah tidak ada larangan untuk melihat nya bahkan Menyentuh nya?"
"Kauuu..."
seketika aishe menepuk jidad Murat
"Akhh aishe.."
Murat melotot, Menyentuh keningnya dengan perasaan kesal.
"Otak mesum"
"what?"
"Daddy mesum"
seketika aishe mengalungkan tangan nya ke leher Murat, bangun dan
"Akkhhh aishee kauuu"
aishe tampa aba-abael menggigit bahu Murat.
jelas saja Murat langsung berbalik di atas kasur, mengelus bahunya sambil meringis.
"Oh tuhan, aku tidak percaya sudah memelihara kucing ashera ganas si mansion ku"
pekik Murat kesal.
seketika aishe membayangkan nya
"Yakkkk"
dia memekik kesal.
"Kau...kau... benar-benar membuat ku kesal"
seketika aishe bangun berencana untuk mandi, tapi tiba-tiba dia ingat sesuatu.
"Buka kancing gaun ku"
pekik nya kesal.
Seketika Murat menoleh.
tatapan penuh misteri muncul di balik wajah tampan nya.
*********
__ADS_1
Catatan \=
outhor cari visual nya mumet cuma tahu 2 orang ini saja yang jadi favorit outhor sepanjang masa😘😘😀😀😀