
Aland menarik map coklat yang disodorkan Edo pada nya, dengan keadaan terburu-buru dia membuka isi map tersebut, Seketika bola mata nya membulat saat melihat sebuah kenyataan.
"Tuhan"
Aland mengusap kasar wajah nya.
"Dia benar-benar bukan putri Abigail?"
Edo mengangguk cepat.
"Tidak ada garis darah sama sekali antara Ailee dan Al Jaber?"
Edo kembali mengangguk kan kepalanya.
"Lebih tepatnya, valentine di jebak pada malam kepulangan nya ke keluarga Al Jaber, seseorang manfaat kan dirinya, sesuai dengan apa yang valentine katakan malam itu"
"Aku tidak pernah mengkhianati kamu"
"Lalu siapa yang menjebak Kami? siapa yang ingin mengadu domba kami?"
Aland bicara sambil memejamkan matanya, duduk bersandar dikursi sofa untuk beberapa waktu.
"Seseorang sedang bergerak mencari tahu"
Aland membuka bola matanya
"Siapa?"
"Kau tidak harus tahu"
Aland mendengus, meraih botol wine lantas menuangkan minuman itu kedalam gelas yang ada di hadapannya, kemudian secara perlahan meminum nya hingga tak bersisa.
Fuhhh
Aland menghela kasar nafasnya, kembali mengusap kasar wajahnya.
"Hubungkan aku pada Farhan"
Edo menaikkan sebelah alisnya.
"Kenapa?"
"Aku perlu menanyakan soal sesuatu"
**********
Seketika bola mata Eden menatap sosok gadis yang ada dihadapannya, ujung bibirnya terangkat Sempurna.
__ADS_1
"Hey"
Ailee yang tampak sibuk memilih menu makanan di salah satu restoran di mall...... Jakarta itu secepat kilat menoleh.
"Wah paman baik hati?
Ailee tampak begitu antusias, menatap Eden dengan pandangan penuh kebahagiaan.
"Sendirian?"
Eden bertanya sambil mendongak menatap susunan papan menu yang ada di hadapannya.
"Dengan daddy, dia ada di atas"
Ailee bicara cepat, kemudian mencoba memesan makanan dan minuman miliknya.
Eden ikut memesan menu makanannya, lantas langsung meminta kasir menyatukan notanya secara bersamaan.
"Loh kok?"
Ailee tampak bingung
"Bukan masalah, kita bisa duduk di ujung sana"
ucap Eden cepat.
"Baiklah"
Setelah berkata begitu,dengan gerakan cepat Ailee mengikuti langkah Eden.
"Kamu tidak ke sekolah?"
Eden mulai bertanya saat mereka sudah hampir selesai melahap makanan mereka.
"Libur"
jawab Ailee cepat.
sejenak bola mata Eden menatap cincin yang melingkar di jari manis ailee, mengerutkan dahinya dengan sejuta tanda tanya.
"Dimana mommy mu?"
tanya Eden tiba-tiba.
"Dirumah"
Ailee paling enggan jika ada yang menanyakan soal mommy nya, satu-satunya jawaban paling masuk akal agar tidak menjadi pertanyaan panjang dengan menjawab nya seperti itu.
__ADS_1
Eden hanya mengangguk pelan.
"Sudah punya pacar?"
Ailee tampak diam, kemudiaan melebarkan senyumannya.
"Daddy bisa membunuh ku jika aku punya pacar"
ucap nya setengah berbisik.
Eden tampak terkekeh
"Dia ayah yang payah"
"Hmmm "
Ailee tampak berfikir sejenak.
"Cukup payah, karena dia Pernah menghajar laki-laki yang pernah mencium ku"
Ailee terkekeh saat ingat Aland memukul laki-laki di sekolah nya, lantas menarik nya dengan paksa untuk kembali ke rumah.
"Baiklah, galak"
"Sangat"
Ailee terus tertawa bersama Eden, beberapa kali mereka bercanda bersama, bertukar pertanyaan atau bahkan saling menyela jawaban.
"Aku pulang lebih dulu"
ucap Eden sambil mengacak pelan poni Ailee.
seketika Ailee merasa malu,ada perasaan aneh yang muncul di hati nya, cukup berbeda jauh saat Daddy nya menyentuh kepalanya.
"Ingat, jika sudah tiba di rumah kabari paman"
Ailee mengangguk cepat
"He em, baiklah"
ucap ailee sambil tersenyum lebar
Tiba-tiba Eden meletakkan jemari telunjuknya ke depan bibirnya.
"Jangan beritahukan Daddy mu soal aku, ini persahabatan rahasia"
Ailee kembali mengangguk sambil terus mengembangkan senyuman nya.
__ADS_1