
Bahrat melirik ke arah Selena, gadis itu ternyata mulai terlelap dalam tidurnya.
Setelah mencoba mencari titik seluruh akar permasalahan Kesana-kemari di Manhattan hingga baru kembali pagi ini ke Indonesia, tiba-tiba mendapati kegaduhan hubungan Murat dan aishe dapat bahrat pastikan betapa lelah hati, fikiran dan tenaga Selena.
Selama bertahun-tahun gadis ini mencari tahu soal kenyataan, dia yakin betul jika saudara nya valentine meninggal dalam keadaan tidak normal.
Secara perlahan bahrat menghentikan mobil mereka di salah satu Indomaret terdekat, dia fikir mencari minuman dingin mungkin solusi tepat untuk melegakan kepalanya.
Teka-teki kekacauan keluarga Al Jaber dan faith Yildiz perlahan terbuka, Ailee jelas bukan putri Abigail juga bukan putri Aland, melainkan putri kandung Eden, tapi yang jadi pertanyaan berat adalah bagaimana caranya malam 18 tahun silam terjadi?
Eden cukup di curigai jika laki-laki itu bukan Eden Al Jaber yang asli, selena menduga jika laki-laki yang dia temui di Manhattan kemarin adalah Eden yang asli, hanya saja laki-laki itu tidak mau menampakkan diri.
Jika Eden yang sekarang bukan Eden asli bahrat fikir apa motif nya hingga masuk menjadi Eden Al Jaber dan menipu semua orang? lalu siapa yang bisa memanipulasi tes DNA kala itu?.
kematian valentine yang tiba-tiba di hari itu tanpa sebab jelas membuat panik keluarga Al Jaber, kecelakaan lalu lintas tunggal hingga menyebabkan valentine tewas ditempat. Tapi yang membuat bahrat curiga, bagaimana mungkin valentine menegak minum minuman keras? padahal dia tahu betul bagaimana valentine.
Sayangnya di waktu kematian valentine, bahrat tidak berada di Indonesia, dia dan Murat tengah kembali ke uni emirat Arab mengerjakan proyek perusahaan disana dan Saat kembali tahu-tahu Valentine sudah di makamkan.
Selena jelas merasa lebih curiga, dia bilang ada beberapa bekas suntikan di lengan valentine saat itu, tapi saat dia buka suara pada para dokter, semua seolah-olah tutup mulut, sama sekali tidak mau bicara, seakan-akan ada orang yang mengaja mengendalikan semua nya.
Ada keinginan hati untuk menaikkan kasus itu ke meja hijau saat itu, tapi siapa yang bisa dia dan Murat curigai saat itu.
Bahrat memejamkan bola matanya sejenak, kepala nya tiba-tiba terasa begitu sakit, beberapa waktu dia memijat kepala nya.
Secara perlahan dia menghembuskan nafasnya, menoleh kembali ke arah Selena.
Dikala sejuta kekhawatiran dan rasa pening menghantam, satu-satunya penawar hanya wajah Selena.
__ADS_1
Sejenak Bahrat Menyentuh pelan wajah Selena, mengelus nya dengan lembut untuk beberapa waktu, kemudian sepersekian detik kemudian tiba-tiba bahrat secara perlahan mendekati bibir mereka, dengan lembut laki-laki itu memberikan ciuman hangat pada gadis itu.
"All it's well"
ucap bahrat pelan.
Tiba-tiba handphone nya berdering beberapa waktu, sebuah nomor baru masuk ke layar handphone nya. Sejenak Bahrat mengerutkan dahinya.
Saat dia akan mengangkat nya, tiba-tiba terdengar suara seseorang dari seberang sana.
"Sedang apa kamu?"
"Ah tuan, saya sedang mencoba memesan makanan delivery"
bahrat mengerutkan dahinya, dia fikir seperti hapal dengan suara laki-laki itu.
"Jangan membohongi ku"
brakkk terdengar hantaman keras dari arah seberang sana.
"Jangan coba-coba membuka satu suara pun di luaran sana, jika tidak aku akan menghabisi nyawa Adik mu yang sialan itu"
"Aku mana berani kak"
suara perempuan itu terdengar tersengal-sengal.
"Datang ke rumah sakit jiwa itu besok, lihat bagaimana kondisi terakhir dia"
rumah sakit jiwa?
__ADS_1
bahrat menaikkan sebelah alis nya.
"Ba..baik"
"Dan ingat, jangan katakan apapun soal mommy aries pada nya"
"Baik tuan"
seketika rahang bahrat mengeras, dia seolah-olah baru saja mendapatkan berita luar biasa.
"Malika? dia masih hidup"
gumam nya dalam hati.
Dan seperti nya dia tahu suara siapa yang ada di balik handphone nya, dengan gerakan cepat Bahrat mematikan panggilan nya.
"Sayang"
dia berusaha membangun kan Selena.
"Nggg??"
Selena menggeliat pelan.
"Seperti nya kita mendapatkan kabar baru yang luar biasa"
"Ng.. ya?"
Selena masih berusaha mengambil kesadaran nya, membuka bola mata nya yang masih terasa berat, bertanya bingung ke arah bahrat.
__ADS_1
"Seperti nya kecurigaan Abigail terhadap Karl benar adanya"
"Ya?"