
"Sudah menemukan yang kau sukai?'
Tiba-tiba Aland berbisik dibalik telinga Ailee, memeluk Ailee begitu hangat sambil dagunya bertangku di bahu Ailee.
Seketika Ailee menoleh ke arah Daddy nya kemudian menatap semua gaun-gaun yang ada di hadapannya.
Terlalu indah.
Itu yang ada dipikiran nya.
"Kau suka yang mana?"
Aland kembali bertanya.
Ailee menggigit bibirnya, menatap tangan Daddy nya yang melingkar kokoh di pinggang hingga ke perut nya.
__ADS_1
Seketika bola mata ailee berkaca-kaca, menatap daddy nya beberapa waktu.
"Kenapa?"
Melihat ekspresi Ailee jelas saja membuat Aland mengerutkan dahinya.
"Daddy Benar-benar akan menikahi ku?"
ailee bertanya cepat, membalikkan tubuhnya menghadap Aland sambil berusaha menatap bola mata laki-laki itu, mencoba menyakinkan dirinya sendiri jika ini buka mimpi, Daddy nya benar-benar mengajak nya untuk menikah.
"Tentu saja"
Ailee menyentuh pelan wajah daddy nya, mengusap nya beberapa waktu, dia sedang berfikir apakah ini mimpi atau Kenyataan.
"Apa ini mimpi?"
Yah bukankah Daddy nya hanya kembali sesekali, kadang begitu membencinya setiap kali pulang dulu, selalu mengabaikan dirinya bahkan lupa bagaimana Tumbuh kembang dirinya.
"Tidak baby"
Aland menggeleng cepat.
"Ini bukan mimpi"
Ailee menelan salivanya.
__ADS_1
"Daddy tahu? Aku hanya takut terbangun di keesokan paginya lagi-lagi daddy sudah menghilang dari hadapan ku, seakan-akan memperingatkan ku jika apa yang terjadi kemarin sekedar mimpi, memeluk Daddy, mencium daddy atau bahkan berbicara dengan daddy hanya sekedar halusinasi ku"
air mata ailee langsung tumpah.
"Selama lebih dari 10 tahun daddy selalu berbohong pada ku, memupuk harapan palsu membuat aku bahagia sejenak hingga aku terbuai, lalu dengan kejam nya Daddy menghempaskan kebahagiaan ku begitu saja"
"Aku takut hal ini juga sama, daddy hanya memupuk harapan palsu, berbohong tentang pernikahan ini, menciptakan seolah-olah semua nya Benar-benar terjadi, hingga membuat aku terbuai, benar-benar jatuh cinta dengan daddy, lalu setelah itu lagi-lagi daddy akan melepaskan tangan ku dari genggaman daddy, membiarkan aku pergi jauh dari jangkauan daddy"
"Jika kali ini terjadi lagi, mungkin aku benar-benar akan mati"
"Ailee"
Aland berusaha untuk menyentuh wajah ailee, menatap bola mata yang sudah menganak sungai, bahkan seluruh isi nya telah tumpah ruah kemana-mana, menambah kesan cantik si pemilik wajah yang belakangan membuat dia mulai terbiasa, membuat dia mulai candu dan menikmati seluruh yang ada diri Ailee.
Rasa sesal jelas mendominasi di diri nya saat ini, yah dia sadar betapa Selama ini dia berlaku tidak adil terhadap anak ini, mengabaikan nya, meninggalkan nya, acapkali berlaku tidak adil hanya karena kemarahan nya dimasa lalu, Aland jelas seperti itu selama 10 tahun lebih ini, Datang juga pulang sesuka hati nya lalu pergi juga dengan sesuka hati nya.
Tiap kali Ailee menangis ingin bicara dengan nya Aland selalu berusaha untuk menghindari Dirinya, tiap kali Ailee bertanya kapan diri nya kembali Aland pura-pura menjadi tuli, bahkan jika Ailee menangis mengejar nya saat sadar dia telah pergi Aland bahkan sekalipun tidak berniat menoleh untuk membantu nya berdiri.
Kali ini mungkinkah dia tega berbuat seperti itu lagi?
dendam di masa lalu jelas masih bertalu-talu di dalam hatinya, soal keluarga Al Jaber, soal valentine, tapi apakah dia masih tega menyakiti anak ini? beberapa hari ini dia memikirkan nya, mencoba membuat keputusan tersulit untuk dirinya sendiri.
Anggaplah dia sudah gila, tapi dia jelas tidak ingin melepaskan Ailee, dibalik dendam atau cinta, bagi nya saat ini Ailee adalah satu-satunya obat hati untuk dirinya.
Ditambah lagi dia tidak mungkin menjadi kan anak ini tempat pelampiasan sek.. sua..lisme nya tanpa ikatan, jelas-jelas itu akan menjadi dosa panjang berakibat fatal untuk mereka, dia masih ingat konsekuensi serta karma yang mungkin akan dia terima dikemudian hari nya.
__ADS_1
"No baby, kali ini daddy janji tidak akan melakukan nya lagi, Daddy akan menggenggam erat tangan mu, membawa mu kemanapun Daddy pergi hmm"
Dia bicara cepat, meraih tubuh kecil itu untuk masuk kedalam pelukannya, memeluknya begitu erat sambil memejamkan pelan matanya.