
Begitu sinar matahari menerpa wajah Murat, sekilas cahaya menyilaukan bola matanya, dengan cepat dia membuka bola matanya secara perlahan.
Dia berusaha bergerak tapi tubuhnya terasa begitu berat, Seketika Murat baru menyadari jika aishe sudah berada tepat di atas tubuh nya.
Dan sepersekian detik kemudian tahu-tahu dibawah sana ikut terbangun, bagaimana tidak posisi tidur Aishe yang menimpa tubuhnya benar-benar tidak menguntungkan bagi nya.
Murat memijat pelan kepalanya yang tiba-tiba berdenyut tidak karuanan.
Laki-laki itu berusaha untuk menetralisir perasaan nya yang mulai kacau,otak nya jelas mulai tidak berfungsi dengan baik saat ini dan adik kecil dibawah sana juga mulai menegang secara tiba-tiba.
Oh God....
umpat nya pelan.
Bak aliran listrik dengan tegangan tinggi menghantam seluruh bagian tubuh nya menjalar melewati tiap sel darah hingga naik ke atas kepalanya.
"Aishe"
Bisik Murat lembut, mencoba membangunkan gadis itu dengan tangan kanan nya, mengelus lembut rambut aishe agar segera beranjak dari atas tubuh nya.
"Sayang bangunlah"
Ulang nya lagi.
"Ng..."
__ADS_1
Aishe Hanya ber Ng ria, terus menggeliat pelan, bukan nya bangun dia malah semakin mempererat pelukannya karena efek mengantuk yang masih luar biasa.
semalam dia tidur jauh dari kata terlambat dari biasanya.
"5 menit"
suara serak khas bangun tidur ala Aishe jelas semakin menambah rang..sangan di puncak kepala Murat.
Oh ya Tuhan.
Seketika wajah Murat memanas, tubuhnya juga ikut memanas, mode on jelas terus memperingati dirinya sejak tadi, jika gadis ini tidak segera menyingkir bisa dia pastikan jika gadis ini akan habis dibawah Kungkungan nya pagi ini.
"Aishe ku mohon bangunlah hmm"
"Ng..."
Sial nya gesekan paha aishe semakin mengenai sang junior, membuat kepala Murat semakin pusing tak menentu.
Sial
"Aishe aku fikir ini bukan waktu yang baik hmm, kau membangun kan yang dibawah sana"
bisik Murat cepat
Aishe masih tak bergeming, kepala Murat benar-benar terasa pening. Anggaplah ini gila tapi semua orang tahu timing terbaik laki-laki antara diri sendiri dan dibawah sana acapkali bisa bangun bersamaaan di pagi hari. Dan posisi aishe jelas terlalu sempurna membuat perkara pelik hingga membangunkan secara tiba-tiba dibawah sana.
Dia harus menahan nya atau bergerak refleks untuk membawa Aishe ikut terhanyut dalam gelora pagi-pagi yang secara mendadak naik tanpa di undang?
Murat acapkali berfikir bukan kah mereka suami istri yang telah terikat oleh semua kesakralan yang mendominasi, sudah di sah kan oleh agama, pemerintah bahkan oleh pencipta. Ingin sekali dia meminta hak nya tapi dia takut menyakiti perasaan gadis yang belum siap ini.
__ADS_1
Tapi pagi ini moment nya benar-benar tidak tepat, Murat fikir dia harus segera bergerak bangun dari tidurnya, mengawali pagi dengan indah, membiarkan Aishe tinggal dirumah karena takut gadis ini bertemu hanin sang sahabat baik nya lantas Murat meluncur ke kantor sendirian, tapi segala sesuatu memang tak seindah rencana, saat bangun tidur dia mendapati tubuh gadis kecil ini menguasai seluruh tubuhnya, membangunkan di bawah sana begitu saja, membuat gejolak nya naik tiba-tiba dan seketika kepala nya menjadi sakit tak terhingga.
"Aishe"
Suara nya jelas sudah terdengar aneh, aishe sama sekali tidak bergeming.
Gadis itu tetap tidak bergerak.
Oh God Aku bukan lah manusia sempurna, bukan pula seorang malaikat. Aku hanya manusia biasa yang pada akhirnya pasti tergoda dengan hal-hal yang mendominasi dan memancing hasrat di pagi hari.
Secepat kilat Murat membalikkan tubuh mungil gadis itu dengan lembut, secara refleks dia menyentuh wajah itu dengan tangan kanannya lantas dengan gerakan cepat Murat menautkan bibir mereka, begitu dalam, hangat dan mendominasi, menyesap, me..*****.
Dan tangannya jelas bergetar lincah dibawah sana hingga membuat Aishe terbangun secara refleks dari tidurnya.
"Daddy?"
********
Akhhhh😱😱😱😱😱😱😱
gimana yoooo????🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄🙄
Unboxing belum yaaa????😳😳😳😳😱😱😱😱😰😰😰😰😣😣😣😣😣
galau Outhor 😆😆😆😆😎😎😎😎😂😂😂😂😘😘😘😘😱😱😱😱
__ADS_1