
Selena menyentuh dahinya beberapa waktu, duduk di ruangan kerja bahrat sambil berusaha berfikir, Murat dan Abigail tampak mencoba ikut berfikir.
"Ini membuat leher ku terasa seperti tercekik"
ucap Selena pelan.
Saat bahrat bicara soal kecurigaan Abigail selama ini benar semalam, jelas semua cukup panik, tapi mereka belum bisa membahas nya semalam karena Murat harus menyusul aishe ke apartemen Hanin, menyelesaikan permasalahan yang pelik soal mereka lebih dulu.
Selena dan Bahrat jelas buruh istirahat lebih dulu setelah perjalanan panjang Manhattan-indonesia, karena itu mereka baru bisa membicarakan semua nya saat ini.
"Ok untie Malika masih hidup, padahal jelas-jelas uncle Karl berkata istri nya sudah meninggal 16 tahun yang lalu setelah kematian valentine"
Selena bicara sambil berusaha mencoret sesuatu di kertas yang ada di atas meja, sebenarnya isi kepalanya terasa ingin pecah selama mencari tahu soal kematian valentine, kemudian satu persatu hal-hal baru terbuka hingga sedikit demi sedikit benang kusut mulai terurai sempurna.
"Kondisi psikis untie Malika di anggap tidak baik, mengalami kegilaan akibat stress terhadap tekanan hidup, bertahun-tahun sebelum meninggal untie di rawat di ruang khusus di rumah mereka"
ucap Selena lagi.
"Awal mula untie Malika semakin menghindari keluarga Al Jaber sejak 18 tahun yang silam, artinya jangan-jangan untie Malika tahu soal sesuatu, karena itu dia mengalami tekanan kejiwaan yang begitu buruk"
Murat mengusap kasar wajah nya.
"Apa kau tidak pernah menaruh curiga? jangan-jangan yang memanipulasi DNA Eden untuk bisa masuk ke Al Jaber company adalah Karl?"
Bahrat bicara cepat.
__ADS_1
"Yes, aku sudah bilang aku mencurigai uncle Karl, kalian bilang omongan ku tidak masuk akal"
Rutuk Abigail cepat.
Jelas saja dia curiga, karena dia beberapa kali melihat Eden dan uncle Karl bertemu diluar, padahal hubungan mereka bisa dibilang tidak begitu baik sebelumnya.
"Aku sempat menaruh curiga, tapi aku fikir itu cukup tidak masuk akal"
ucap Murat cepat.
"Kau bisa menghitung berapa banyak keuntungan yang diperoleh nya selama Eden masuk ke Al Jaber? seluruh hak milik Eden 40% nya adakah milik uncle Karl saat ini"
ucap Abigail cepat.
"Oh God"
Murat kembali mengusap kasar wajahnya.
"Lalu bagaimana caranya dia bisa mendapatkan bocah yang hampir mirip dengan Eden?"
"Aku berfikir, jangan-jangan kecelakaan pada pekerja proyek konstruksi dulu sudah di setting demikian rupa oleh Karl?"
Bahrat bicara pelan.
"Seingat ku waktu itu, kakak menyerahkan Semua urusan pekerja pada Karl, Daddy mu mempercayai Karl untuk membayar seluruh tunjangan kecelakaan kerja kepada pekerja yang meninggal akibat kelalaian kerja, meminta maaf, menjelaskan dan mengunjungi keluarga korban"
__ADS_1
Mereka semua terdiam, Saling menoleh antara satu dengan yang lainnya.
"Karl memanipulasi semuanya"
ucap Selena tidak percaya, mulut nya terbuka spontan karena terkejut, kedua belah tangannya seketika menutup mulutnya.
"Oh shit"
Terlihat api kemarahan di dalam diri Abigail, laki-laki itu berdiri dan berfikir untuk menghajar Paman nya saat ini juga, tapi bahrat langsung menahan Abigail.
"Tidak, kau tidak punya alasan untuk menghajar nya saat ini juga"
"Tapi iblis itu memporak-poranda kan keluar kita dan keluarga orang lain"
"No, jangan gegabah"
ucap Selena cepat.
"Kita harus mendapatkan bukti untuk menjatuhkan Karl, satu-satunya kunci yang masih hidup saat ini adalah untie aima di rumah Karl dan untie Malika"
"Menemui untie aima mungkin akan membahayakan nyawa nya saat ini, satu-satunya yang harus kita lakukan saat ini mencari tahu keberadaan untie Malika"
ucap Selena cepat
"Dan mencoba untuk bertemu Aland untuk membicarakan soal realita"
__ADS_1