
Setelah sesi makan malam dengan Hanin, Aishe memutuskan untuk kembali ke kamar lebih awal.
Hanin sang sahabat baik tampak melirik Aishe sejenak, punggung gadis itu secara perlahan pergi menjauhi dirinya.
Entahlah Hanin hanya merasa ada yang salah dengan Aishe, tidak seceria seperti biasanya, lebih banyak diam dan setiap kali di ajak bicara, aishe acapkali melamun tanpa sebeb, seolah-olah fikiran nya entah menerawang kemana.
Hanin fikir pasti sesuatu telah terjadi, tapi Aishe jelas enggan menceritakan nya, sebab Hanin tahu betul jika aishe bukan type gadis yang suka mengumbar hal-hal kepada orang lain sejak dulu, Aishe bukan type mulut nyinyir atau yang suka berceloteh bahkan mengeluh soal sesuatu.
Aishe perlahan masuk ke dalam kamar, dengan gerakan perlahan dia menutup pintu kamarnya dengan gerakan lembut.
Aishe tampak diam, mencoba menarik nafasnya beberapa kali sejak tadi, dia menatap layar handphone nya yang tergeletak di atas kasur, bisa Aishe tebak pasti sudah dalam waktu yang cukup lama, Murat sejak tadi mencoba menghubungi dirinya.
Ada cukup banyak pesan yang masuk coba Aishe abaikan, hingga akhirnya secara perlahan Aishe mencoba membacanya.
__ADS_1
Sayang kamu dimana? maafkan aku, seharusnya aku membicarakan soal kenyataan sejak awal.✔️
Sayang aku fikir akan membicarakan disaat bulan madu kita, tapi....✔️
Sayang maafkan aku, aku tidak bisa membicarakan tentang semua nya lebih awal karena takut hal pelik terjadi di antara kita.✔️
Sayang ini kesalahpahaman, Selena dan uncle Bahrat sedang menyelidiki semua persoalan di masa lalu, percayalah semua hanya kesalahpahaman.✔️
Sayang apa kamu sudah makan?✔️
Maaf!✔️
aku benar-benar mencintai mu, tidak ada sandiwara perihal hati ku.✔️
__ADS_1
sayang, maafkan aku! ✔️
Aishe tampak menggigit bibir bawahnya, Seketika air matanya kembali tumpah, dia menangis terisak, ada jutaan macam perasaan yang menghantam Dirinya saat ini, dia hanya butuh sendirian sejenak, istirahat sambil berfikir secara logis.
Realita nya Perasaan nya saat ini terasa begitu kacau balau, dia mencintai laki-laki itu, Sungguh. tapi perihal masa lalu membuat dirinya kecewa, dia hanya berfikir jika Murat sedang memanfaatkan dirinya.
Sejenak Aishe memejamkan bola matanya, lagi-lagi dia mencoba menarik nafasnya berat.
Dia masih sempat menangis beberapa waktu di dalam kamar tamu milik Hanin, membenamkan kepala dan wajahnya di dalam bantal untuk waktu yang cukup lama, hingga akhirnya dia benar-benar terlelap sempurna.
Masih terdengar sisa Isak tangisan lembut dari bibir Aishe, entah ini sudah pukul berapa, yang jelas sudah jauh lewat dari tengah malam.
Hingga seketika entah pukul berapa tiba-tiba pintu kamar yang Aishe tempati di buka secara perlahan, seseorang tampak menyeruak masuk dengan gerakan lamban dan Pelan, Mencoba naik ke atas kasur dengan gerakan lembut, takut jika-jika membangun kan Aishe lebih awal, kemudian sosok itu mencoba memeluk tubuh Aishe untuk waktu yang begitu lama, terus memeluk erat tubuh aishe sambil berkali-kali mencium belakang kepala Aishe.
__ADS_1
Hingga akhirnya entah pukul berapa Aishe merasakan tubuhnya dipeluk erat oleh seseorang, terasa jelas deru nafas seseorang berada di belakang tengkuk nya, dia tersentak kemudian dengan gerakan refleks menoleh dan membalikkan tubuhnya.
Seketika Aishe tercekat saat menyadari siapa yang ada dihadapannya saat ini, bola matanya seketika membulat tidak percaya.