Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Menyudahi semua nya


__ADS_3

Selena menatap dalam wajah Farhan, sejenak sejumput kekecewaan kembali menghampiri hatinya. Niat hati Datang ke apartemen sang kekasih untuk bicara soal Aland, rupanya sang kekasih tengah bermesraan bersama perempuan yang entah siapa.


10 menit sebelumnya, Saat Selena dengan gercap menekan nomor intercom kamar, pintu terbuka dengan cepat, selen melangkah masuk secara perlahan. Saat akan melepaskan Hells nya seketika dia mengerutkan dahinya, saat melihat ada sandal perempuan dihadapannya.


Selena mencoba menelan salivanya, perlahan melangkah kedalam dengan harapan jangan sampai apa yang dia takutkan lagi-lagi terjadi.


Dan benar saja, mendekati pintu kamar yang tidak terkunci, Terdengar jelas suara cekikikan milik seorang perempuan yang sesekali berganti dengan suara de..sahan. Seketika wajah Selena memerah, bukan karena malu melainkan karena marah, marah yang teramat luar biasa.


Dia masih berharap, saat berdiri di depan pintu kamar, bulan adegan in..tim yang dia lihat, tapi apalah daya ternyata apa yang dia takutkan benar ada nya.


Tubuh Farhan jelas tengah menimpa tubuh perempuan itu yang selena sama sekali tidak ketahui siapa, Tanpa sehelai benang pun sambil memadu kasih sempurna seolah-oleh mereka mungkin baru saja akan mencapai puncak nya.


Seketika barang di tangan Selena terjatuh dan terhempas ke lantai, air mata Selena jelas perlahan tumpah, laki-laki itu sama sekali tidak berubah fikir nya.


Seketika Dua sosok manusia itu menoleh ke asal suara, seketika Farhan tercekat saat menyadari kehadiran Selena.


Dengan gerakan tergesa-gesa langsung melesat turun dari tubuh perempuan itu, menarik handuk yang ada di sisi kasur, meminta perempuan itu berganti pakaian nya dengan cepat agar meninggalkan mereka.


"Sayang, aku bisa menjelaskan semuanya"


Farhan bicara dengan perasaan penuh rasa bersalah, mencoba menyentuh wajah Selena beberapa waktu.


"Kau sama sekali tidak berubah, Han"


Selena jelas tidak habis fikir bagaimana dia bisa mencintai laki-laki ini begitu lama, mencoba menerima semua kelakuan buruknya, bersabar dalam memahami kemauan nya bahkan masih terus bertahan hingga hari ini.


"Sayang, benar-benar maafkan aku, ini hanya..."


"Kesalahpahaman?"

__ADS_1


bentak Selena kesal, Seketika air matanya kembali tumpah.


"Berapa kali?berapa kali tiap Aku memergoki kamu dengan perempuan lain selalu berkata, ini kesalahpahaman?"


pekik Selena kesal.


"Ini sudah melampaui batasan ku Han, sumpah benar-benar melampaui batasan ku"


Farhan berusaha menarik kasar nafasnya.


"Bukan kah aku bilang hubungan kita seperti terlihat sia-sia? kau selalu pada prinsip mu sejak dulu, come kita laki-laki dan perempuan dewasa,prinsip mu yang tidak ingin tidur dan tidak tinggal bersama membuat aku tersiksa Selena"


kali ini Farhan mencoba meluapkan semua kekesalan nya.


"Aku laki-laki dewasa, sek..s untuk ukuran laki-laki seperti aku tentu sangat penting ok, tapi kamu sama sekali tidak mau memahami nya"


"Hah"


"Jadi apakah hubungan ini hanya akan menjadi sebatas sek..s dan tinggal bersama? tanpa prinsip? tanpa masa depan?"


"Aku tidak bilang begitu"


"Tinggal bersama tanpa ikatan?"


"Selena, kita akan menikah ketika waktu nya memang harus menikah"


Farhan mencoba menyentuh tubuh Selena.


"Stop"

__ADS_1


Selena mencoba menahan tangannya didepan Farhan.


"Don't move please"


ucap Selena sambil berusaha menarik kasar nafasnya.


"Sekarang aku paham kemana sebenarnya hubungan kita akan berjalan"


Selena berusaha untuk tidak lagi mengeluarkan air matanya.


Benar kata Abigail tempo hari.


Laki-laki yang benar-benar mencintai mu akan membawa mu untuk menjadi bagian dari hidup nya, menikah adalah pilihan yang paling terbaik.


"Kau masih tidak tahu dimana mestinya hati mu berlabuh Han, dan aku jelas bukan pilihan mu"


"Sayang"


"Aku benar-benar menyerah, sebaik nya kita sudahi semua nya"


Farhan tercekat.


Sepersekian detik kemudian Selena tanpa aba-aba langsung melesat pergi dari hadapan laki-laki itu.


"Selena, Selena"


Farhan berusaha mengejar langkah perempuan itu, tapi jelas kondisi dirinya sangat tidak memungkinkan, hanya menggunakan handuk sangat tidak mungkin untuk mengejar Selena saat ini.


Oh shit.

__ADS_1


umpat Farhan kesal.


__ADS_2