Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Kembali merespon nya


__ADS_3

Belle tersentak kaget dari tidur lelapnya, berusaha menetralisir bola matanya dari silau matahari pagi, secara perlahan dia mengerjapkan bola matanya, membiasakan bola mata nya untuk menatap segala sesuatu di depannya.


Sejenak Belle mencoba bangun dari tidurnya, dia baru menyadari sesuatu ketika dia menoleh dan menatap di ujung bahu nya jika di sekitaran punggung nya tampak sebuah selimut tebal sudah bertengger di tubuhnya.


Belle melebarkan senyumannya sejenak, lantas menoleh ke atas kasur, menatap wajah laki-laki dewasa seumuran kakak laki-laki nya yang tidur terlelap di atas kasur.


Dengan gerakan lembut Belle menyingkirkan selimut dari tubuhnya, beranjak pelan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri beberapa waktu.


Hingga sesi ritual selesai, Belle melesat keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kimono mandi, tapi sejenak gadis kecil itu mengerutkan keningnya, saat tahu-tahu laki-laki yang tengah terlelap di atas kasur itu tampak seperti berguman, tubuhnya terlihat bergetar hebat sambil kepalanya terus bergerak pelan Kesana-kemari.


Belle fikir Bern seolah-olah sedang bermimpi buruk, seakan-akan ada ketakutan yang menghantam diri laki-laki itu didalam sesi tidur lelapnya secara tiba-tiba.


Dengan gerakan cepat Belle mendekati bern, memcoba untuk membangun kan nya, jelas terlihat Bern semakin panik, suara samar terdengar dari balik bibir laki-laki itu.


"No..No Daddy...Daddy..."


"Mereka penipu, gadis itu seorang penipu"


gumam Bern pelan.


"Om? Om?"


Belle berusaha mengguncang tubuh Bern beberapa waktu.


Bukan nya bangun seperti yang belle harapkan dari laki-laki itu Belle dapat kan , melainkan tiba-tiba laki-laki itu menarik tubuhnya hingga terhempas ke kasur.

__ADS_1


Seketika Belle tersentak kaget saat tubuhnya sudah berada di bawah Kungkungan laki-laki itu, Bern ternyata bangun dalam keadaan terkejut saat Belle mengguncang tubuhnya. Dengan gerakan refleks dan siaga dia membanting tubuh Belle, karena dia fikir seseorang yang tidak dia kenal ingin menyerangnya.


Bern jelas lupa jika dia bukan berada di kamar nya, hanya gerakan refleks siaga untuk mempertahankan diri tiba-tiba.


"Om...? sakit!"


Ringis Belle saat tangan kiri Bern berusaha mencekik lehernya.


"Ini aku, bukan penjahat"


tambah Belle sambil berusaha menarik tangan Bern agar melepas genggaman nya dari leher Belle.


Saat Bern mengendur Kan pegangan nya Belle tampak terbatuk-batuk, mencoba menarik nafasnya panjang Beberapa Waktu.


Bern jelas terkejut saat dia tahu tanpa sadar menyakiti gadis kecil itu.


Ucapnya pelan sambil menyentuh lembut leher Bern.


"Aku bergerak Secara refleks"


tambah nya pelan masih berusaha menyentuh leher Belle.


"Apa sakit?"


Belle Tampak diam, masih berusaha menetralisir rasa keterkejutan nya.

__ADS_1


Bern baru menyadari posisi mereka, gadis itu berada tepat di bawah Kungkungan nya, dia mematikan seluruh gerakan tubuh bawah gadis itu dengan kedua kakinya, dan menahan tubuh gadis itu dengan tubuhnya.


Sejenak Bern baru sadar jika gadis kecil itu hanya menggunakan kimono mandi, dan sedikit belahan da.da.nya menyembul sempurna.


Bern Fikir anak kecil ini ternyata tumbuh dewasa dengan ukuran sempurnah, penuh dan berisi, cukup pas untuk disentuh dan di nikmati, dan bagian bawah nya terangkat hingga menampilkan kulit putih mulus dari paha gadis itu.


Atas bawah jelas begitu terlihat sempurna.


Seketika Bern menelan salivanya.


Proporsi cukup untuk disentuh.


What? wait...wait... ada apa dengan isi Kepala ku?


Bern jelas dengan cepat menggeleng-gelengkan kepalanya, menepis semua pemikiran tidak-tidak nya.


Shit, Bern ada apa dengan diri mu?


Umpat Bern kesal dari dalam hatinya.


Dia jelas bukan type laki-laki yang gampang memberikan respon pada seorang perempuan, adik kecil nya jelas type pemilih, begitu tahu mana yang berkualitas mana yang tidak, Meskipun dia suka berganti-ganti pasangan, yang jelas itu bukan anak-anak hingga sejauh ini, Bern jelas menyukai perempuan dewasa yang berpengalaman dan higienis.


Dan ada apa dengan diri mu boy?kau sudah 2x merespon terhadap anak-anak di bawah umur, shit boy jangan membuat ku kesal,come aku bukan seorang pedofil.


Mendadak kepala Bern jelas menjadi pening, dengan gerakan cepat dia melepaskan Belle dari cengkeraman nya dan membantu gadis itu bangun dari posisinya.

__ADS_1


"Maaf"


*********


__ADS_2