Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"

Putri Perawan Milik Daddy "Balas Dendam Daddy"
Cemburu kah?


__ADS_3

Beberapa kali Ailee melesat ke kamar mandi hanya untuk menumpahkan semua isi perutnya, rasa mual dan pusing yang melanda diri nya menghantam jadi satu, berkali-kali dia harus mengeluarkan air mata saat kesulitan dalam memuntahkan semua makanan nya.


Berapa kali? sudah ke berapa kali nya?


Ailee mulai mengeluh ingin menangis.


Aland belum kunjung pulang sejak tadi pagi, bik Sumi pamit ke tempat saudara nya di Bekasi untuk melayat sejak pagi kemungkinan baru pulang malam hari.


Rasa nya Ailee benar-benar ingin menangis saat ini, tapi dia berusaha untuk tidak menjadi cengeng.


Dia fikir mungkin dia terkena deman, solusi terbaik mungkin menunggu bik Sumi pulang biar mengantar nya ke dokter, sebab dia cukup canggung jika menghubungi paman Edo untuk datang memeriksa keadaan nya tanpa ada siapa-siapa di rumah.


Nafsu makan Ailee jelas menurun drastis, enggan mengkonsumsi apapun sejak di mulai nya terus muntah-muntah sejak lagi, tapi mengingat takut semakin memperburuk keadaan, dia fikir mungkin teh hangat dan buah-buahan cukup baik di konsumsi.


"Loh Ada apa ailee?"


Vio bertanya dari arah seberang telepon.


"Muntah terus sejak pagi"


keluh Ailee kesal, sambil mengunyah buah jeruk ditangan nya, menggunakan headset di telinga nya untuk menghubungi vio.


Bola mata nya sibuk menghadap televisi, beberapa kali mencoba mencari siaran yang tidak kunjung ada yang dia sukai.


"Belum ke dokter?"


"Belum, nggak ada orang dirumah"


"Lah om mana?"


"Ke kantor, kata nya ada pertemuan sama kliennya juga sore ini"


"Bik Sumi?"


"Pamit ke tempat kerabatnya yang meninggal"


"Yah jadi jomblo dong?"


vio bicara sambil terkekeh.


"Bukan lagi"

__ADS_1


ailee ikut terkekeh.


"Hmmm jeruknya enak ternyata"


Ailee bicara sambil beranjak dari atas sofa, menuju ke arah lemari pendingin kembali mencari buah jeruk di sana.


"Mau aku antar ke dokter?"


vio mencoba menawarkan diri.


"Hmmm"


Ailee berusaha untuk merasakan rasa mual nya yang tadi.


"Kayak nya berhenti"


ucap nya pelan sambil sibuk mengupas buah jeruk.


"Terima ijazah kapan?"


Ailee bertanya cepat, membuang kulit jeruk ke dalam kotak sampah kemudian melesat keluar dari sana menuju ke ruang tamu, mematikan televisi lantas beranjak menuju ke kamarnya.


"Minggu depan, nanti pergi sendiri atau sama om Aland?"


"Ishh yang sudah nikah kok manggil nya masih Daddy?"


vio meledek sambil tertawa


"nanti orang kira benaran anak dan papa nya, bukan suami istri"


Ailee seketika berfikir, menyentuh pelan dahinya dengan ujung jarinya.


"Hmmm benar juga"


"Yah iyalah, nggak ada romantis-romantis nya gitu? panggil sayang kek, honey Kek, my love atau darling"


Ailee seketika tertawa terbahak-bahak.


"Nggak sebegitu juga kali"


"Yah pokok nya di rubah panggilan nya"

__ADS_1


"Mikir dulu panggilan yang pas apa, tapi kalau panggil Daddy keren kok"


protes Ailee cepat.


"Di rumah nggak apa-apa, kalau di luar kan nggak lucu Ailee, nanti kalau Daddy kamu di goda sama tante-tante bahenol gimana? sebab mereka fikir kamu anak nya"


Seketika Ailee memunyungkan bibirnya.


"Ish amit-amit"


"Nah karena itu harus ganti panggilan, perempuan sekarang kan suka sama cowok kharismatik berusia matang, nanti di embat orang mau?"


Ailee tampak kesal dengan ocehan vio.


"Dah ah, bikin kesal dengar nya"


vio jelas tertawa terbahak-bahak dari seberang sana.


"Ada yang mulai cemburu"


"Apaan sih?"


Seketika wajah Ailee memerah.


"Siapa yang cemburu?"


pekik Ailee kesal


"Kalau aku disana, bisa lihat ekspresi muka kamu saat ini, baru bisa aku jelaskan betapa cemburu nya kamu"


ledek vio lagi


"Ish ish ish tak patut"


Dia bicara dengan gaya Upin Ipin.


Dibalik sana vio terus tertawa geli mendengar kata-kata Ailee.


Seketika Ailee berfikir.


Benar kah? cemburu?

__ADS_1


seketika wajah nya memerah karena malu.


__ADS_2